Thursday, September 10, 2026

Thought for the Day - 10th September 2026 (Thursday)



Man is an amalgam of humanity, animality, and Divinity. It is a tragedy if he cannot get rid of the animality; it is a greater tragedy if he cannot cultivate his Divinity. Contemplation of the Rama and Krishna Avatars and their leelas (Divine plays) and mahimas (miracle powers) is the surest method of cultivating the Divine in man. Before every incarnation, two collaborators for the task on which the incarnation comes also appear - the Mayashakti (deluding power) and Yogashakti (power of communion with the Divine). Maya comes as the elder sister to warn the wicked; Yoga comes as the elder brother to enthuse and keep constant company. Maya thrust Kamsa deeper and deeper into perdition, so that his downfall would be more terrible and educative. But, in this Kali age, the wicked have to be reformed and reconstructed through love and compassion. That is why this Avatar has come unarmed. It has come with the message of love. The only weapon, which can transform the vile and the vicious, is the Name of the Lord uttered with Love.


-- Divine Discourse, Jul 28, 1967

The Divine Name is redolent with Divine Glory; so when it is turned over in the mind, it transmutes it into an instrument for liberation from delusion. 


Manusia merupakan perpaduan antara kemanusiaan, sifat kebinatangan, dan sifat ketuhanan. Sungguh merupakan sebuah tragedi apabila manusia tidak mampu melenyapkan sifat kebinatangan; menjadi tragedi yang lebih besar apabila manusia tidak mampu mengembangkan sifat ketuhanannya. Merenungkan Avatar Rama dan Krishna, serta leela atau permainan Ilahi dan mahima atau kemahakuasaan-Nya, merupakan salah satu cara yang paling pasti untuk mengembangkan sifat ketuhanan yang ada dalam diri manusia. Sebelum setiap kehadiran Avatar, dua kekuatan yang membantu pelaksanaan tugas Avatar juga muncul, yaitu Mayashakti (kekuatan yang memperdaya manusia, dan Yogashakti (kekuatan yang menghubungkan manusia dengan Yang Ilahi). Maya hadir sebagai kakak perempuan untuk memperingatkan orang-orang jahat; sedangkan Yoga hadir sebagai kakak laki-laki untuk memberikan semangat dan senantiasa mendampingi. Maya mendorong Kamsa semakin dalam dan semakin dalam menuju kehancuran, sehingga kejatuhannya menjadi lebih dahsyat sekaligus memberikan pelajaran. Namun, pada zaman Kali Yuga, orang-orang jahat harus diperbaiki dan dibentuk kembali melalui kasih dan welas asih. Itulah sebabnya Avatar ini datang tanpa senjata. Ia datang membawa pesan kasih. Satu-satunya senjata yang mampu mengubah yang keji dan jahat adalah Nama Tuhan yang diucapkan dengan penuh kasih.


-- Divine Discourse, 28 Juli 1967

Nama Tuhan mengandung kemuliaan Tuhan; oleh karena itu, ketika Nama Tuhan terus diulang dan direnungkan dalam pikiran, ia mengubah pikiran tersebut menjadi sarana untuk membebaskan diri dari belenggu ilusi. 

No comments: