Tuesday, September 15, 2026

Thought for the Day - 15th September 2026 (Tuesday)



Active workers (of the Sri Sathya Sai Seva Organisations) should have no feeling of arrogance or ostentation in carrying on their activities. They must be broad-minded, completely free from selfish concerns, and must develop love towards all. Active workers are the spinal cord of the Sai Organisation. They should understand what human qualities are and practise them in their life. Without having the right attitude, service done demonstratively in a spirit of self-conceit is a travesty of service. They should rid themselves of the sense of “mine” and “thine”. Preoccupation with one’s own welfare and happiness is the bane of the dualistic mentality. It breeds discontent and sorrow. Feelings of attachment and aversion sully the mind, and only through service can such a mind be purified. External observances like bathing several times a day and smearing vibhuti all over and mouthing mantras mechanically will not serve to cleanse the mind of impurities. These are only outward shows, with nothing spiritual about them.


-- Divine Discourse Nov 19, 1987

Men must outgrow their selfish tendencies and learn to regard the whole of mankind as one family. That is true service. 


Para pekerja aktif dalam Organisasi Sri Sathya Sai Seva hendaknya tidak memiliki perasaan sombong ataupun keinginan untuk memamerkan kegiatan yang mereka lakukan. Mereka harus berpikiran luas, sepenuhnya bebas dari kepentingan pribadi, dan harus mengembangkan kasih kepada semua orang. Para pekerja aktif merupakan tulang punggung Organisasi Sai. Mereka harus memahami apa yang dimaksud dengan kualitas-kualitas manusia dan mempraktikkannya dalam kehidupan mereka sendiri. Tanpa memiliki sikap yang benar, pelayanan yang dilakukan secara demonstratif dan didorong oleh kesombongan diri merupakan penyimpangan dari makna pelayanan yang sebenarnya. Mereka harus membebaskan diri dari perasaan “milikku” dan “milikmu”. Terlalu sibuk memikirkan kesejahteraan dan kesenangan diri sendiri merupakan kelemahan dari mentalitas yang dualistis. Hal tersebut melahirkan ketidakpuasan dan penderitaan. Perasaan keterikatan dan penolakan mengotori pikiran, dan hanya melalui pelayanan pikiran seperti itu dapat dimurnikan. Praktik-praktik lahiriah seperti mandi berkali-kali dalam sehari, mengoleskan vibhuti ke seluruh tubuh, atau mengucapkan mantra secara mekanis tidak akan mampu membersihkan pikiran dari segala kekotoran. Semua itu hanyalah penampilan lahiriah, tanpa makna spiritual apabila tidak disertai transformasi batin.


-- Divine Discourse 19 November 1987

Manusia harus melampaui kecenderungan egoistisnya dan belajar memandang seluruh umat manusia sebagai satu keluarga. Itulah pelayanan yang sejati.  

No comments: