Wednesday, September 9, 2026

Thought for the Day - 9th September 2026 (Wednesday)



Rendering service selflessly with a compassionate heart is alone true service. One is bound to attain the abode of peace if he serves in a friendly spirit. This is the truth (Telugu Poem). Embodiments of the Divine Atma! You have to recognise that life is meant for selfless service and not to be lived for selfish purposes. Only through such service can the oneness of mankind be experienced. Unselfish service is the sheet-anchor of karma yoga (Divine dedication through action). The basis of yoga is disciplining the mind and the body through selfless service. Society honours only such persons who serve society. Such persons earn the grace of God. Every individual has to realise the paramount importance of selfless service. The spirit of service should be coupled with readiness for sacrifice. Only then can it be called selfless service, free from any taint of self-interest. Such service is like salt that lends savour to life. Universal love sustains life by its nourishment. Love is the life-breath of man. Magnanimity of spirit lends fragrance to life.


-- Divine Discourse, Nov 19, 1987

However eminent a person may be, he must realise that the main purpose of life is to render dedicated service to one’s fellow men. 


Memberikan pelayanan tanpa pamrih dengan hati yang penuh welas asih adalah satu-satunya pelayanan yang sejati. Seseorang pasti mencapai kediaman kedamaian apabila ia melayani dengan semangat persahabatan. Inilah kebenaran (Puisi dalam bahasa Telugu). Perwujudan Atma Ilahi! Engkau harus menyadari bahwa hidup dimaksudkan untuk pelayanan tanpa pamrih, bukan untuk hidup yang dijalani demi kepentingan diri sendiri. Hanya melalui pelayanan seperti inilah kesatuan umat manusia dapat dialami. Pelayanan tanpa pamrih merupakan landasan utama Karma Yoga (pengabdian kepada Tuhan melalui tindakan). Dasar dari yoga adalah mendisiplinkan pikiran dan tubuh melalui pelayanan tanpa pamrih. Masyarakat hanya menghormati orang-orang yang memberikan pelayanan kepada masyarakat. Orang-orang seperti itu memperoleh anugerah Tuhan. Setiap individu harus menyadari betapa pentingnya pelayanan tanpa pamrih. Semangat melayani harus disertai dengan kesiapan untuk berkorban. Hanya dengan demikian pelayanan tersebut dapat disebut pelayanan tanpa pamrih, yang terbebas dari segala kepentingan pribadi. Pelayanan seperti itu bagaikan garam yang memberikan rasa pada kehidupan. Kasih universal menopang kehidupan melalui kekuatannya yang memelihara dan menghidupi. Kasih adalah napas hidup manusia. Kelapangan hati memberikan keharuman pada hidup.


-- Divine Discourse, 19 November 1987

Betapapun terkenalnya seseorang, ia harus menyadari bahwa tujuan utama hidup adalah memberikan pelayanan penuh pengabdian kepada sesama manusia.

No comments: