There was once an old woman who lost her needle when she was mending clothes in her hut. As there was no lamp in her hut and she had cataracts in her eyes, she could not find the needle. She went out and started searching for the needle under a streetlight. A student who was passing in the street asked the old woman, “Grandmother, what are you searching for?” The woman replied that she was searching for a needle. The student said, “Tell me where you lost it; I will help you in searching for it”. She replied, “I lost it when I was doing stitching work with it in my hut”. The boy asked, “Why are you searching for the needle in the street which you have lost in your hut”? The old woman said, “There is no lamp in my hut. There is light in the street. Therefore, I am searching here.” See! Lost in the house and searching in the street! This is what man is doing today. All bliss and love is within, but he foolishly searches for it outside. External love and happiness are transient. The relationship with God is eternal. The human body is impermanent. How can one derive permanent happiness from the temporary body? We do spiritual practices like yoga, meditation, and japa. They also give only temporary satisfaction. Only love for God gives eternal bliss.
- Divine Discourse, Apr 25, 1996
Take the mind off the sensory pleasures and fix it upon God; then the feeling becomes pure; whatever you think or say or feel will be for the good of yourself and others.
Suatu hari ada seorang nenek yang kehilangan jarumnya ketika nenek tersebut sedang menjarit pakaian di dalam gubuknya. Karena di dalam gubuknya tidak ada lampu dan juga menderita katarak pada matanya, maka nenek itu tidak bisa menemukan jarumnya yang hilang. Jadi nenek itu memutuskan untuk mulai mencari jarumnya di bawah lampu jalanan. Seorang pelajar sedang melewati jalan tersebut dan menanyakan nenek itu, “Nenek, apa yang sedang nenek cari” Nenek itu menjawab bahwa ia sedang mencari sebuah jarum. Pelajar itu berkata, “katakan padaku dimana nenek kehilangan jarum itu; saya akan bantu nenek mencarinya”. Nenek itu menjawab, “Nenek kehilangan jarum ketika nenek sedang menjarit pakaian di dalam gubuk”. Pelajar itu lanjut bertanya, “Lantas mengapa nenek mencari jarum itu di jalan dimana nenek kehilangan jarum itu di dalam gubuk”? Nenek itu menjawab, “Tidak ada cahaya lampu di dalam gubuk nenek. Sedangkan cahaya hanya ada di jalan ini. Maka dari itu, nenek mencari jarum itu disini.” Lihatlah! Kehilangan di dalam rumah dan mencarinya di jalan! Ini adalah bentuk yang sedang dilakukan manusia hari ini. Semua kebahagiaan dan kasih ada di dalam diri, namun manusia karena ketidaktahuannya mencari semuanya itu di luar diri. Kasih eksternal dan kesenangan adalah bersifat sementara. Hubungan dengan Tuhan adalah bersifat kekal. Tubuh manusia adalah tidak kekal. Bagaimana seseorang bisa mendapatkan kebahagiaan yang kekal dari tubuh yang bersifat sementara? Kita melakukan latihan spiritual seperti yoga, meditasi dan japa. Semua latihan spiritual itu hanya memberikan kepuasan sementara. Hanya kasih untuk Tuhan memberikan kebahagiaan kekal.
- Divine Discourse, 25 April 1996
Alihkan pikiran dari kesenangan Indera dan fokuskan pada Tuhan; kemudian perasaan menjadi murni; apapun yang engkau pikirkan atau katakan atau rasakan menjadi baik untuk dirimu dan orang lain.
No comments:
Post a Comment