Tuesday, March 31, 2026

Thought for the Day - 31st March 2026 (Tuesday)



Mahavira felt that liberation from the cycle of death and birth is the ultimate aim of a living being and therefore, he determined to do all sacred activities with this body to avoid life after death. When is birth possible? It is only when seeds exist that plants will sprout. Similarly, as long as man has seeds called desires, he cannot escape the cycle of birth and death. So, man has to be desireless. Thus, destruction of desires (Moha-kshayam) is liberation (moksham). This destruction of desires can be achieved by turning all our worldly desires towards God, and also by turning our love for our parents, children, wife, relations, as well as love for material things, towards God. All the base desires should be turned into love for God.  The three principles which are important are faith, wisdom, and practice. Knowledge is the learning related to worldly matters, but that which is related to spiritual matters is called wisdom. According to Mahavira, it is only when we follow wisdom, have faith, and practice these that we will achieve the divine Moksha.

- Divine Discourse, Mar 28, 1991

Through love, you develop faith; through faith, you acquire knowledge; through knowledge, you develop sadhana, and through sadhana, you achieve the goal. 


Mahavira meyakini bahwa pembebasan dari siklus kematian dan kelahiran adalah tujuan tertinggi dari setiap makhluk hidup dan karenanya Mahavira membulatkan tekad untuk menggunakan tubuhnya hanya melakukan semua perbuatan suci, agar tidak mengalami kehidupan setelah kematian. Kapan kelahiran dapat terjadi? Tanaman hanya mungkin tumbuh ketika masih ada benih. Sama halnya, selama manusia memiliki benih yang disebut dengan keinginan, maka manusia tidak bisa melepaskan diri dari siklus kelahiran dan kematian. Jadi, manusia harus menjadi tanpa keinginan. dengan demikian, penghancuran keinginan _(Moha-kshayam)_ adalah pembebasan _(moksham)_. Penghancuran keinginan ini dapat dicapai dengan mengarahkan semua keinginan-keinginan duniawi kepada Tuhan, dan juga dengan mengarahkan kasih kita kepada orang tua, anak-anak, istri, kerabat, serta kasih sayang kita pada hal-hal yang bersifat materi, menjadi kasih kepada Tuhan. Semua keinginan yang bersifat rendah harus diubah menjadi kasih kepada Tuhan. Tiga prinsip yang penting adalah keyakinan, kebijaksanaan, dan praketk. Pengetahuan adalah belajar terkait dengan hal-hal duniawi, namun hal-hal yang terkait spiritual disebut dengan kebijaksanaan. Menurut Mahavira, hanya ketika kita mengikuti kebijaksaan, maka kita memiliki keyakinan, dan melalui menjalankannya kita akan mencapai Moksha ilahi. 


Wacana Swami, 28 Maret 1991

Melalui kasih, engkau memupuk keyakinan; melalui keyakinan, engkau mendapatkan pengetahuan; melalui pengetahuan, engkau memupuk sadhana, dan melalui sadhana, engkau mencapai tujuan.

No comments: