Thursday, March 26, 2026

Thought for the Day - 26th March 2026 (Thursday)



Vedas are the quintessence of profound, immeasurable and infinite wisdom. In Treta Yuga, four Vedas assumed physical form and incarnated as Rama, Lakshmana, Bharata, and Shatrughna. While the Rigveda assumed the form of Rama, the Yajurveda, Samaveda, and Atharvaveda manifested in the forms of Lakshmana, Bharata, and Shatrughna, respectively. Rama symbolised the Rigveda. He was mantra-svarupa (embodiment of mantras). Lakshmana was mantra-drashta (one who contemplated on mantras), and he put the teachings of Rama into practice. He followed Rama faithfully. He considered Rama's name as the liberating mantra. Lakshmana considered Rama as everything—mother, father, guru, and God. Bharata was the embodiment of Samaveda and chanted Rama namam incessantly with bhava, raga, and tala (feeling, melody, and rhythm). While Bharata was engaged in nirguna worship (worship of God as attributeless), Lakshmana rejoiced in saguna worship (worship of God with attributes). Atharva Veda manifested itself as Shatrughna, who followed his three elder brothers and conquered not only the secular world but also achieved victory over the kingdom of senses.


- Divine Discourse, Mar 30, 2004

Ayodhya symbolises the place which cannot be penetrated by evil forces and which is invincible. That place is the heart. That is the place where Rama resides. 


Weda adalah intisari kebijaksanaan yang mendalam, tidak terukur, dan tidak terbatas. Dalam jaman Treta Yuga, empat Weda mengambil wujud fisik dan hadir dalam inkarnasi sebagai Rama, Lakshmana, Bharata, dan Shatrughna. Rigveda menjelma sebagai Rama, Yajurveda, Samaveda, dan Atharvaveda masing-masing menjelma sebagai Lakshmana, Bharata, dan Shatrughna. Sri Rama melambangkan Rigveda dimana Rama adalah mantra-svarupa (perwujudan dari mantra). Lakshmana adalah mantra-drashta (seseorang yang merenungkan mantra), dan menjalankan ajaran Rama dalam kehidupan. Lakshmana mengikuti Rama dengan penuh kesetiaan dan menganggap nama suci Rama sebagai mantra yang membebaskan. Bagi Lakshmana, Rama adalah segalanya yaitu sebagai ibu, ayah, guru, dan Tuhan. Bharata adalah perwujudan dari Samaveda dan melantunkan nama suci Rama dengan penuh bhava, raga, dan tala (perasaan, melodi, irama). Sedangkan Bharata menjalankan pemujaan bersifat nirguna (pemujaan Tuhan yang tanpa atribut), Lakshmana bersuka cita dalam ibadah dalam bentuk saguna (memuja Tuhan dengan atribut). Atharva Veda mewujudkan dirinya sebagai Shatrughna, yang mengikuti ketiga saudaranya dan menaklukkan tidak hanya dunia luar namun juga mencapai kemenangan pada pengendalian indra.


Wacana Swami, 30 Maret 2004

Ayodhya melambangkan tempat dimana tidak dapat ditembus oleh kekuatan jahat dan yang tidak terkalahkan. Tempat itu adalah hati. Itu adalah tempat tinggal Rama.

No comments: