If a man has a Champaka flower in his hand, the fragrance of that flower is carried by him wherever he goes. Likewise, he will be carrying a foul smell too, wherever he goes. It is the same with good or bad thoughts. They radiate their good or bad vibrations around them. Thoughts have so much power that when they are directed towards great objectives, they can be used to influence the world. When the mind is filled with good thoughts, such as truth, love, forbearance, and compassion, one’s life is filled with peace and serenity. If, on the other hand, one allows thoughts of hatred, envy, anger, and conceit to grow, life becomes perpetual misery. The face is the index of the mind. When you bear ill will towards anyone, your enmity alters your face and manners. When you entertain good and loving thoughts, your heart is filled with joy, and you experience an upsurge of happiness. If you fill your heart with love, your entire life becomes a saga of love.
- Divine Discourse, Jul 31, 1986
Bad thoughts make the willpower weak. Decline in willpower makes the desires stronger.
Jika seseorang memegang sekuntum bunga cempaka di tangannya, wangi bunga cempaka itu akan terus tercium di tangannya kemanapun dia pergi. Demikian juga, jika dia membawa bau busuk maka bau busuk itu akan tercium kemanapun dia pergi. Hal yang sama berlaku dengan pemikiran yang baik atau buruk. Pemikiran memancarkan getaran baik atau buruk di sekelilingnya. Pemikiran memiliki kekuatan yang besar sehingga ketika diarahkan pada tujuan yang mulia, maka pemikiran dapat digunakan untuk mempengaruhi dunia. Ketika pikiran diliputi dengan pemikiran yang baik seperti kebenaran, kasih, ketabahan, dan welas asih, maka hidup seseorang diliputi dengan kedamaian dan ketenangan. Sebaliknya, jika seseorang membiarkan pemikiran yang buruk seperti kebencian, iri hati, kemarahan, dan kesombongan tumbuh berkembang maka hidupnya menjadi terus menerus dalam penderitaan. Wajah adalah cerminan dari pikiran. Ketika engkau menyimpan kebencian terhadap seseorang, perasaan permusuhan akan tercermin pada wajah dan perilakumu. Sebaliknya, ketika engkau memiliki pemikiran yang baik dan penuh kasih, hatimu diliputi dengan suka cita, dan engkau mengalami peningkatan kebahagiaan. Jika engkau mengisi hatimu dengan kasih, seluruh hidupmu menjadi kisah kasih yang panjang.
- Divine Discourse, 31 Juli 1986
Pemikiran yang buruk dapat melemahkan kekuatan kehendak. Ketika kekuatan kehendak melemah maka keinginan menjadi semakin kuat.
No comments:
Post a Comment