Wednesday, March 25, 2026

Thought for the Day - 25th March 2026 (Wednesday)



Man’s life is meaningful only because he can use it to see God. The goal of life is the final merging in the sea - God. You should not fill life with the world; that will make it a vanity fair, an insanity fair. Listen to all such things which will draw you towards the principle of Godhead; then, think it over in the silence, and make them part of your consciousness. This process of manana (reflection) makes you a man; that is the test of man. Kaliya was a huge serpent, full of poison, rolling in death and destruction. He is the representative of man, rolling in sensory objects which are like poison so far as their effect on life is concerned. Vishaya (sensory object) is the most deadly visa (poison). When Krishna danced on the head of Kaliya, the poison was all vomited! And the serpent was subdued. When God is revered, the world and all its poisonous fumes recede, and you are restored to original health. Make the Name and Form of the Lord dance upon the hood of your heart.


- Divine Discourse, Sep 06, 1963

Even objective desires will be transmuted into higher spheres of purity when one approaches the Lord.


Hidup manusia penuh makna hanya karena manusia dapat menggunakannya untuk melihat Tuhan. Tujuan hidup pada hakikatnya adalah penyatuan akhir dengan lautan keilahian - Tuhan. Oleh karena itu, engkau seharusnya tidak mengisi hidup dengan hal-hal duniawi; sebab itu hanya akan menjadikan hidup sebagai kesenangan sementara yang hampa dan kacau balau. Sebaliknya, dengarkanlah semua hal yang dapat menarikmu menuju prinsip keilahian; kemudian, renungkanlah itu dalam keheningan, serta jadikanlah semuanya menjadi bagian dari kesadaranmu. Proses perenungan ini (manana) yang benar-benar menjadikanmu seorang manusia sejati; itu pula ukuran manusia. Sebagai ilustrasi, Kaliya dulunya adalah seekor ular raksasa yang sangat berbisa, pembawa kematian dan kehancuran. Kisah Kaliya ini menggambarkan manusia yang tenggelam dan terombang-ambing dalam objek-objek indria, yang bagaikan racun mematikan bagi kehidupan. Vishaya memanglah racun (visa) paling mematikan. Ketika Sri Krishna menari di atas kepala Kaliya, semua racun itu dimuntahkan, dan ular itu pun menjadi jinak. Demikian pula, ketika Tuhan dipuja, dunia beserta racun-racunnya menjauh, sehingga engkau dipulihkan ke keadaan asli yang sehat. Jadikanlah nama dan wujud Tuhan menari di atas pelindung hatimu.


Wacana Swami, 6 September 1963

Bahkan keinginan-keinginan duniawi akan berubah menjadi lebih murni dan luhur ketika seseorang mendekati Tuhan. 

No comments: