Saturday, March 28, 2026

Thought for the Day - 28th March 2026 (Saturday)



Dharayiti iti Dharmah, it is said. Dharma is that which sustains and upholds the world. Every object in the world has certain unique qualities. The quality that is the vital essence of the object reveals its Dharma. For instance, it is the basic quality of fire to burn—burning is its Dharma. When the fire loses its capacity to burn, it ceases to be fire and becomes mere charcoal! Sweetness is the inherent quality of sugar. If sugar loses its sweetness, it is no longer sugar but sand! Champaka flower has the natural quality of exuding fragrance. If there is no fragrance in it, it is not Champaka. In the same manner, for man, the quality of Ananda (bliss) that flows from his heart is his inherent Dharma. But today, for external achievements, man forgets his inherent nature. Whether one is educated or not, there is one common Dharma: They should extend to others the same honour and regard which they expect others to show towards them. We should not do to others anything which if others do to us, will cause pain and unhappiness to us.


- Divine Discourse, Mar 26, 1988

In our ordinary daily life, the simple principle to be adhered to is - do unto others as you would like others to do unto you. 


Dharayiti iti Dharmah, demikianlah dikatakan. Dharma adalah yang menopang dan memelihara dunia. Setiap objek yang ada di dunia memiliki kualitas unik tertentu. Sifat yang menjadi inti yang mendasar dari suatu objek itulah yang menunjukkan Dharmanya. Sebagai contoh, sifat dasar api adalah membakar – jadi membakar adalah dharma dari api. Ketika api kehilangan kemampuannya dalam membakar, maka itu bukan lagi api namun sebagai arang! Rasa manis adalah kualitas alami dari gula. Jika gula kehilangan rasa manisnya maka itu bukan lagi gula, melainkan pasir! Bunga cempaka memiliki kualitas alami mengeluarkan keharuman. Jika tidak ada lagi keharuman maka itu bukan lagi bunga cempaka. Sama halnya bagi manusia, kualitas kebahagiaan (Ananda) yang memancar dari hati adalah dharma alami dari manusia. Namun hari ini, untuk mencapai keberhasilan lahiriah, manusia melupakan hakikat alaminya. Apakah seseorang adalah berpendidikan atau tidak, ada satu dharma yang berlaku bagi semuanya: mereka harus memberikan pernghormatan kepada orang lain dan perlakuan yang sama seperti yang mereka harapkan orang lain tunjukkan terhadap diri mereka. Kita seharusnya tidak melakukan pada orang lain apapun yang jika orang lain lakukan kepada kita, akan menyebabkan rasa sakit dan penderitaan kepada kita.


Wacana Swami, 26 Maret 1988

Dalam kehidupan sehari-hari kita, prinsip sederhana yang harus dipegang adalah: perlakukanlah orang lain sebagaimana engkau ingin diperlakukan.

No comments: