Friday, March 13, 2026

Thought for the Day - 13th March 2026 (Friday)



In the journey to the Divine, man has to reduce progressively his desires, which are the cause of all his difficulties. It is true that man cannot exist without desires. But they should be within reasonable limits. There can be no happiness without control of desires. Among the senses, two are most important: the eyes and the tongue. Because of their exceptional importance, the Lord has provided them with the means of restraining their activities. The Lord points out: “You silly man! Take note that I have provided natural means for closing the eyes and the mouth.” If you do not want to see anything undesirable, you can close your eyes with the eyelids. The ears and the nose have no such devices for closing them. The mouth has lips which can seal the tongue. Observe, therefore, restraint in speech and control the tongue. When the eyes roam freely, the tongue begins to wag without restraint. When the tongue is engaged in endless talking, the eyes want to look at every conceivable thing. When both these organs combine without restraint, life can become a calamity. Therefore, direct your eyes to good things alone.


- Divine Discourse, Mar 13, 1988

One way to reduce desires is to get absorbed in activity. Idleness encourages the mind to indulge in all kinds of thoughts.

 

Dalam perjalanan menuju pada Tuhan, manusia harus mengurangi secara bertahap keinginan-keinginannya, yang mana keinginan ini merupakan penyebab dari semua kesulitan yang dialaminya. Adalah benar bahwa manusia tidak bisa ada tanpa keinginan. Namun keinginan tersebut harusnya ada dalam batas tertentu yang wajar. Tidak akan ada kebahagiaan tanpa pengendalian pada keinginan. Diantara indra, ada dua indra yang paling penting: mata dan lidah. Karena begitu pentingnya keberadaan dua indra ini, maka Tuhan telah menyediakan bagi keduanya sarana dalam membatasi kegiatannya. Tuhan menyampaikan: “Wahai manusia! Perhatikan bahwa Aku telah menyediakan sarana alami untuk menutup mata dan mulutmu.” Jika engkau tidak ingin melihat apapun yang tidak engkau inginkan, engkau dapat memejamkan matamu dengan kelopak mata. Indra yang lain seperti telinga dan hidung tidak memiliki sarana tersebut untuk menutup dirinya. Mulut memiliki bibir yang dapat menutup lidah. Karenanya perhatikan sikap menahan diri dalam berbicara dan kendalikan lidah. Ketika mata dibiarkan melihat kemana-mana dengan bebas maka lidah mulai berbicara tanpa terkendali. Ketika lidah terlibat dalam pembicaraan yang tanpa henti, mata ingin melihat setiap hal yang bisa dibayangkan. Ketika kedua Indera ini bergabung tanpa pembatasan maka hidup dapat berubah menjadi malapetaka. Maka dari itu, arahkan matamu hanya pada hal-hal yang baik.


- Divine Discourse, 13 Maret 1988

Salah satu cara mengurangi keinginan adalah dengan menyibukkan diri. Kemalasan mendorong pikiran untuk larut dalam berbagai macam pemikiran. 

No comments: