Thoughts are the very vital breath of man. It is by harbouring the evil thoughts of hatred, envy, anger and ego that man brings his own downfall. Man harbours evil thoughts to harm his fellow men. But the harm that these thoughts cause to his fellow man boomerangs on himself with ten times its strength. By abusing, criticising, hunting and scandalising his fellow men, man in fact is abusing, criticising, hunting and scandalising the Lord Himself. Utterly ignorant of the presence of Divinity in others, man indulges in such heinous conduct. The man who takes the sword shall perish by it; the man who wounds another will be wounded in turn; the man who abuses another will be abused in return. As is the thought, so is the consequence. As is the feeling, so is the result. Utterly ignorant of the power of the mind and its might, we underestimate the supreme importance of the mind. Our whole life rests on the mind. We should make earnest efforts to understand the power of the mind.
- Divine Discourse, May 23, 1993
What man sees is like seeds sown in the heart. Evil scenes give rise to evil thoughts. Good scenes evoke good thoughts.
Pemikiran adalah nafas vital yang sangat penting bagi manusia. Dengan memelihara pemikiran-pemikiran yang jahat seperti kebencian, iri hati, kemarahan dan ego manusia sejatinya membawakan kehancuran bagi dirinya sendiri. Manusia memelihara pemikiran jahat untuk menyakiti sesamanya. Namun, rasa sakit yang ditimbulkan oleh pemikiran tersebut kepada orang lain pada akhirnya akan kembali kepada dirinya sendiri dengan kekuatan sepuluh kali lipat. Dengan mencela, mengkritik, gemar mencari-cari kesalahan, menjatuhkan, atau mempermalukan sesamanya, sebenarnya ia sedang mencela, mengkritik, gemar mencari-cari kesalahan, menjatuhkan, atau mempermalukan Tuhan itu sendiri. Karena tidak menyadari bahwa Keilahian hadir dalam diri setiap orang, manusia melakukan tindakan yang demikian buruk. Orang yang menggunakan pedang akan binasa oleh pedang itu sendiri; orang yang melukai orang lain akan terluka pada gilirannya; orang yang menghina orang lain akan dihina kembali. Sebagaimana pemikirannya, maka begitulah akibatnya. Sebagaimana perasaannya maka begitulah hasilnya. Karena tidak memahami kekuatan dan kedahsyatan pikiran, kita sering meremehkan betapa pentingnya pikiran dalam kehidupan. Seluruh hidup kita tergantung pada pikiran. Kita harus melakukan usaha yang sungguh-sungguh untuk memahami kekuatan dari pikiran.
- Divine Discourse, 23 Mei 1993
Apa yang dilihat manusia bagaikan benih yang ditanam di dalam hati. Hal-hal buruk yang kita lihat menimbulkan pemikiran buruk, sedangkan hal-hal baik yang kita lihat menumbuhkan pemikiran yang baik.
No comments:
Post a Comment