Thursday, March 5, 2009

Thought for the Day - 5th March 2009 (Thursday)


Only trees grown in fertile soil can yield good fruits. Those which are grown in saline soil will bear only poor quality of fruits. So also, only in the hearts which are pure and unsullied can such holy feelings and virtues like truth, compassion, forbearance, selflessness grow and shine. Like a farmer who toils to cultivate his field, a Bhakta (devotee) must put in efforts to cultivate the Name of the Lord in his heart in order to reap the harvest - the Lord Himself.

Hanya pepohonan yang tumbuh di tanah yang subur akan dapat menghasilkan buah-buahan yang bagus. Pohon yang tumbuh dalam lahan yang gersang akan menghasilkan buah-buahan yang tidak berkualitas. Begitu juga, hanya dalam hati yang murni dan tidak cacat, perasaan yang suci dan kebajikan seperti kebenaran, belas kasihan, kesabaran, tidak mementingkan diri sendiri, dapat tumbuh dan bersinar. Seperti petani yang bekerja keras untuk menanami ladangnya, seorang Bhakta harus berusaha untuk menanam benih nama Tuhan dalam hatinya agar mendapatkan hasil panen yang baik – Tuhan itu sendiri.

-BABA

Wednesday, March 4, 2009

Thought for the Day - 4th March 2009 (Wednesday)


Health is the essential prerequisite for success in all aspects of life, and for realizing the four ideals that guide human life - moral living, prosperity, fulfilling beneficial desires and liberation from grief. Man seeks to live happily and peacefully, but happiness and peace are not won from worldly activities. The body that yearns to be healthy and secure is subject to disease, decay and death. However, the Indweller, the Self, within the body is not born nor does it die. The body is the temple of God. Hence, it is the duty of man to keep the temple in good condition.


Kesehatan merupakan prasyarat penting bagi keberhasilan dalam semua aspek kehidupan, dan untuk mewujudkan empat hal utama yang menuntun hidup manusia – moral, kesejahteraan, memenuhi hanya keinginan yang bermanfaat dan bebas dari kesedihan. Manusia berusaha untuk mendapatkan hidup bahagia dan damai, tetapi kebahagiaan dan kedamaian tidak diraih dari kegiatan duniawi. Tubuh yang mendambakan kesehatan dan terjamin di usia tua, justru akan terkena penyakit, rusak dan mati. Namun Atma yang bersemayam di dalam tubuh tidak lahir maupun mati. Tubuh adalah rumah Tuhan. Oleh karena itulah manusia berkewajiban untuk memelihara “rumah ini” dalam kondisi baik.

-BABA

Tuesday, March 3, 2009

Thought for the Day - 3rd March 2009 (Tuesday)


What is the reason for the misery of people all over the world? They have forgotten the Divine basis of creation. They have ignored the One Absolute Principle underlying the whole creation. All lives lived without faith and devotion to the One Supreme Lord are useless. Lives spent without tasting the nectar of the Divine Principle are wasted opportunities. The Lord has given man the instruments for developing the intellect and discrimination. If he uses them well and tries to realize the divinity in himself, the Lord will add unto him fresh talent and the sources of power, for He is ever full of grace towards aspirants.


Apa yang menyebabkan penderitaan manusia di seluruh dunia? Mereka sudah melupakan dasar penciptaan Tuhan. Mereka telah mengabaikan Prinsip Tuhan yang Absolut yang merupakan dasar seluruh penciptaan. Kehidupan tanpa iman dan ketaatan pada Tuhan adalah sia-sia. Hidup tanpa merasakan madu dari Prinsip Ketuhanan adalah menyia-nyiakan kesempatan. Tuhan telah memberikan manusia alat untuk mengembangkan kecerdasan dan kemampuan membedakan. Jika manusia menggunakannya dengan baik dan mencoba untuk mewujudkan keilahian dalam dirinya, Tuhan akan memberikan bakat dan sumber kekuatan, karena Beliau penuh rahmat kepada pencari Tuhan.

-BABA

Monday, March 2, 2009

Thought for the Day - 2nd March 2009 (Monday)


Bhakti (devotion) does not consist of wearing ochre robes, observing rituals, etc. A pure heart, uninterrupted contemplation of God, feeling that everything is the Lord's creation and therefore One, detachment from sense objects, embracing all in equal love, practising truth in speech - these are the characteristics of Bhakti.


Bhakti tidak semata-mata memakai jubah oranye, mengamati upacara agama, dll. Hati yang murni , merenungkan Tuhan yang tiada henti, merasakan bahwa segalanya adalah ciptaan Tuhan, ketidakterikatan akan benda-benda, merangkul semua dalam kasih yang sama, mempraktekkan kebenaran dalam kata-kata – merupakan karakteristik dari Bhakti.

-BABA

Sunday, March 1, 2009

Thought for the Day - 1st March 2009 (Sunday)


The Bhagavad Gita does not intend that you should pluck a leaf or a flower or a fruit from some plant or tree and place it before God. Nor does it ask you to bring water from a well or a river or a roadside tap. The Leaf that you have to offer is your own body, which like the leaf, sprouts green, fades, and finally falls off from the branch. The Flower is the heart freed from the pests of lust, anger, greed, attachment, pride, hate, etc. The Fruit is the mind, the consequence of its yearnings, which have to be dedicated to God. The Water is the stream of tears that flow from the eyes when one is in ecstatic bliss at the contemplation of God's glory. Offering these four is the real act of Sharanaagathi (total surrender).


Bhagavad Gita tidak bermaksud bahwa engkau harus memetik suatu daun atau bunga atau buah dari beberapa tanaman atau pohon dan mempersembahkannya di hadapan Tuhan. Ia juga tidak meminta engkau untuk membawa air dari mata air atau sungai atau kran pinggir jalan. Daun yang engkau persembahkan adalah tubuhmu sendiri, seperti halnya daun, kecambah, akan layu dan akhirnya jatuh dari cabang. Bunga yang dimaksud adalah hati yang dibebaskan dari hama yaitu nafsu, kemarahan, keserakahan, keterikatan, kebanggaan, kebencian, dll. Buah merupakan pikiran, konsekuensi dari kerinduan-kerinduan, yang harus dipersembahkan kepada Tuhan. Air yang keluar dari air mata yang mengalir dari mata ketika seseorang berada di dalam kebahagiaan dengan merenungkan kemuliaan Tuhan. Mempersembahkan keempat hal ini adalah tindakan yang nyata dari Sharanaagathi (penyerahan total).

-BABA