Wednesday, October 7, 2009

Thought for the Day - 7th October 2009 (Wednesday)


Family is the most important functional unit in the world. If the family is running on sound lines, the world will also run smoothly. If the unity among the family members suffers even to a small extent, the world will face the repercussions. Every family should strive for achieving unity and harmonious relationship among its members. There is nothing that cannot be achieved with unity. Take for example, the five fingers in the hand. When the five fingers work together, they can accomplish any task. Share your love with everybody. Love alone confers purity and sacredness to life.

Keluarga merupakan unit fungsional yang paling penting di dunia ini. Jika kehidupan dalam keluarga berjalan dengan baik, maka dunia juga akan harmonis. Jika persatuan di antara anggota keluarga retak sedikit saja, itu akan berpengaruh pada dunia. Setiap keluarga harus berusaha untuk mencapai persatuan dan menjaga hubungan yang harmonis. Tidak ada apapun yang tak dapat dilakukan tanpa persatuan. Sebagai contoh, kelima jari tangan kita. Ketika kelima jari tangan bekerja bersama, mereka dapat menyelesaikan pekerjaan apapun. Berikanlah cinta kepada semua orang. Cinta itu sendiri akan menganugerahkan kemurnian dan kesucian hidup.

-BABA

Tuesday, October 6, 2009

Thought for the Day - 6th October 2009 (Tuesday)


You need not go anywhere searching for God. Divinity is within you. Just as there are many limbs in the body which are kept alive by one heart, the same God is the life-force for all beings. The entire universe is the reflection of the Supreme Being. Dhrishti (vision) determines your view of Shrishti (Creation). When you see the world through coloured glasses, you will see everything in the colour of the glasses you are wearing. Whatever happens, you should take it as a gift of God. Love is God. Live in Love. This is the proper way of worshipping God.

Engkau tidak perlu mencari Tuhan kemana-mana. Tuhan ada dalam dirimu. Seperti halnya ada banyak anggota badan dalam tubuh yang tetap hidup dalam satu hati, Tuhan yang sama memberikan kekuatan hidup bagi semua makhluk. Seluruh alam semesta adalah refleksi dari Yang Agung (Tuhan). Dhrishti (visi) menentukan pandanganmu pada Shrishti (Penciptaan). Ketika engkau memandang dunia ini melalui kacamata berwarna, engkau akan melihat warna apapun dari kacamata yang engkau gunakan. Apapun yang terjadi, engkau seharusnya menerimanya sebagai karunia Tuhan. Cinta-kasih adalah Tuhan. Hiduplah dalam cinta-kasih. Ini adalah cara yang tepat untuk memuja Tuhan.

-BABA

Monday, October 5, 2009

Thought for the Day - 5th October 2009 (Monday)


Focus your mind on one goal and do not allow it to waver. You have to hold on to it till the very end. There is only one Divinity. Stick to any one form of God of your choice and hold firm to it. If you keep transplanting a sapling from one place to another frequently, how can it grow into a healthy tree? You have to plant it in one place and water it regularly until it grows into a strong tree. This is true devotion. If you keep changing your spiritual guides frequently, your devotion gets adulterated. Do not resort to such a course. Choose any one, and trust that God is in all.

Pusatkan pikiranmu pada satu tujuan dan jangan biarkan pikiran itu goyah. Engkau harus berpegang pada hal tersebut sampai akhir. Hanya ada satu Tuhan. Pusatkan ke salah satu wujud Tuhan yang engkau pilih dan berpegang teguhlah pada-Nya. Jika engkau terus menanam bibit pohon dari satu tempat ke tempat yang lainnya, bagaimana pohon tersebut dapat tumbuh dengan baik? Engkau harus menanamnya pada suatu tempat dan menyiramnya secara teratur hingga pohon itu tumbuh menjadi pohon yang kuat. Ini adalah bhakti yang sebenarnya. Jika engkau terus mengganti pembimbing spiritualmu, maka bhaktimu menjadi tidak murni. Jangan menempuh jalan tersebut. Pilihlah salah satu, dan percayalah bahwa Tuhan ada di dalam semuanya.

-BABA

Sunday, October 4, 2009

Thought for the Day - 4th October 2009 (Sunday)


Everyone should recognise the unity of the Atmic principle that exists in all beings. Satsang is very essential to understand this unity. Satsang does not mean association with good people, devotees or spiritual aspirants. People join such congregations and thus think that they are in Satsang. But it is not Satsang in the true sense of the term because people whom you think to be good may turn wicked later. They are bound to change. How can such temporary association confer everlasting happiness? 'Sath' is that which is changeless in all the three periods of time - past, present and future. It refers to the Atmic principle. To live always in the company of God is true Satsang.

Setiap orang seharusnya menyadari prinsip kesatuan Atma yang ada dalam semua makhluk. Satsang sangat penting untuk memahami kesatuan ini. Satsang bukan berarti berhubungan dengan orang-orang baik, bhakta atau pencari spiritual. Orang-orang berkumpul dalam suatu perhimpunan dan dengan demikian menganggap bahwa mereka berada dalam Satsang. Tetapi hal tersebut bukanlah arti dari Satsang yang sebenarnya sebab orang-orang yang engkau pikir baik, dapat berubah menjadi jahat di kemudian hari. Mereka terikat perubahan. Bagaimana bisa pergaulan yang sementara tersebut menganugerahkan kebahagiaan abadi? ‘Sath’ adalah sesuatu yang tidak berubah pada tiga periode waktu – dahulu, sekarang, dan nanti. Hal ini mengacu pada prinsip Atma. Selalu menyatukan diri dengan Tuhan, inilah Satsang yang sebenarnya.

-BABA

Saturday, October 3, 2009

Thought for the Day - 3rd October 2009 (Saturday)


Man is the storehouse of every mineral, metal and energy that the earth contains. He has in him electric, magnetic and several other forms of energy. Sadly, man does not realise this. There is the enormous strength of Divinity latent in him that enables him to do anything that he sets his mind on. Man's many achievements are mere glimpses of the great potential that is latent in him. All he needs is to have the will and the determination to realise this strength and potential.

Manusia adalah gudang dari setiap mineral, logam dan energi yang dikandung oleh bumi. Manusia mempunyai energi listrik, magnet dan berbagai bentuk energi lainnya di dalam dirinya. Sayangnya, manusia tidak menyadari hal ini. Ada kekuatan Tuhan yang luar biasa yang terpendam dalam dirinya yang memungkinkannya untuk melakukan apapun yang dipikirkannya. Banyak keberhasilan manusia hanya menggunakan sedikit potensi terpendam yang dimilikinya. Segala yang diperlukannya adalah memiliki kehendak dan tekad untuk menyadari kekuatan dan potensi ini.

-BABA

Friday, October 2, 2009

Thought for the Day - 2nd October 2009 (Friday)


Education should be divorced from jobs. Its purpose should be the acquisition of Vijnana (the highest knowledge). That is the concept upheld by Bharathiya Culture. Students will become ideal citizens of the nation only when they develop self-confidence and the feeling of spiritual oneness. Develop the spirit of sacrifice and become defenders of the nation's integrity and honour. You must strive to promote the welfare of society. Eschew ideas of "me" and "mine". You will then become one with the Divine. When you identify yourself with all, you can derive infinite joy.

Pendidikan seharusnya dipisahkan dari pekerjaan. Tujuan pendidikan seharusnya untuk memperoleh Vijnana (pengetahuan tertinggi). Itu adalah konsep yang dijunjung tinggi oleh budaya Bharatiya. Siswa akan menjadi warga yang ideal di suatu Negara hanya ketika mereka mengembangkan rasa percaya diri dan kesatuan spiritual. Mengembangkan semangat pengorbanan dan menjadi pembela integritas dan kehormatan bangsa. Engkau seharusnya berusaha untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Jauhkan diri dari pikiran “aku” dan kepunyaanku”. Kemudian engkau akan menjadi satu dengan Yang Illahi. Ketika engkau mengidentifikasikan dirimu dengan semuanya, engkau akan memperoleh kebahagiaan yang tidak terbatas.

-BABA

Thursday, October 1, 2009

Thought for the Day - 1st October 2009 (Thursday)


Today man does not enquire as to what is his Gamyam (goal of life). Instead of trying to know the goal of life, he is worrying about his Janmam (worldly life). Even animals and insects are concerned about their worldly existence. You should strive to attain Atmic bliss right from a young age. That should be your only endeavour. Your thoughts, words and deeds should be aimed at this. Worldly experiences, however long one may enjoy them, cannot confer eternal bliss. You can experience eternal bliss only in the company of God. All the worldly activities and experiences are bound to change. The Atma alone is changeless.

Saat ini manusia tidak menyelidiki seperti apa Gamyam (tujuan hidupnya). Manusia malahan mengkhawatirkan tentang Janmam (kehidupan duniawi). Bahkan hewan-hewan dan serangga-serangga perhatian tentang kehidupan mereka. Engkau seharusnya berusaha untuk mencapai kebahagiaan Atma sejak usia muda. Hal ini adalah satu-satunya upaya yang seharusnya dilakukan. Pikiran, perkataan, dan perbuatanmu seharusnya ditujukan untuk ini. Betapapun lamanya seseorang mungkin dapat menikmati kehidupan duniawi, hal ini tidak dapat menganugerahkan kebahagiaan abadi. Engkau dapat mengalami kebahagiaan abadi hanya dengan menyatukan atau mendekatkan diri dengan Tuhan. Seluruh aktivitas dan kehidupan duniawi dapat berubah. Hanya Atma yang tidak bisa berubah. 

-BABA