Monday, April 26, 2010

Thought for the Day - 26th April 2010 (Monday)


While rendering service, the attitude of it being done for one's own satisfaction should not tarnish it. Service must be rendered as an essential part of the process of living itself. This is the real core of true knowledge. It is as core as brick and mortar are, to a house that is being built. The activity of service needs the Vidya (true education) that can strengthen our resolve in purifying our thought, word and deed. Such Vidya and service springing from the heart is essential for the country's progress.

Saat memberikan pelayanan pada orang lain, seharusnya pelayanan tidak dinodai dengan sikap untuk kepuasan diri sendiri. Pelayanan harus diberikan sebagai bagian penting dari proses kehidupan itu sendiri. Hal ini adalah inti sebenarnya dari pengetahuan sejati. Bagi sebuah rumah yang sedang dibangun, ini diibaratkan dengan batu bata dan adukan semen. Kegiatan pelayanan memerlukan Vidya (pendidikan sejati) yang dapat memperkuat tekad kita dalam memurnikan pikiran, perkataan, dan perbuatan kita. Vidya yang seperti itu dan pelayanan yang muncul dari hati adalah hal yang diperlukan untuk kemajuan negara.

-BABA

Thought for the Day - 25th April 2010


Your devotion to God has to be continuous, uninterrupted, like the flow of oil from one vessel to another. You may have observed that the young monkey relies on its own strength to protect itself. Wherever its mother might jump, it has to attach itself fast to the mother's belly and should not release its hold, even if pulled apart. So too, as a devotee you must stand the test at the hands of the Lord and hold on to the Lord's Name at all times and under all conditions, tirelessly, without the slightest trace of dislike or disgust, bearing ridicule, criticism of the world and overcoming the feelings of shame and defeat. Practice of devotion of this kind is called Markatakishora Marga. Prahlada, a great child devotee of the Lord, practiced this kind of devotion.


Bhakti (pengabdian)mu pada Tuhan harus terus menerus, tidak terputus, diibaratkan seperti aliran minyak dari satu bejana ke bejana yang lain. Engkau mungkin telah mengamati bahwa monyet muda mengandalkan kekuatannya sendiri untuk melindungi dirinya. Kemanapun ibunya melompat, secepatnya ia harus melekatkan dirinya ke perut ibunya dan tidak ingin lepas dari pegangannya, bahkan jika pegangannya terlepas. Demikian juga, sebagai seorang Bhakta, engkau harus berpegangan pada tangan Tuhan serta berpegang pada Nama Tuhan setiap saat dan dalam semua keadaan, tanpa kenal lelah, tanpa sedikit pun perasaan tidak suka, tidak mencemooh, tidak mengkritik dunia dan mengatasi perasaan malu dan kegagalan. Praktek bhakti yang seperti ini disebut Markatakishora Marga. Prahlada, seorang bhakta agung, melaksanakan bhakti seperti ini.

-BABA

Saturday, April 24, 2010

Thought for the Day - 24th April 2010 (Saturday)


Vidya (true knowledge) impels one to pour into the sacrificial fire one's narrow ego and foster in its place, universal Love, which is the foundation for the superstructure of spiritual victory. Unbounded Love purifies and sanctifies the mind. Let your thoughts centre around God, the feelings and emotions be holy, and activities be the expression of selfless service. Let the mind, the heart and the hand be thus saturated with goodness. True education must accomplish this task of sublimation. Service rendered to another, has to confer full joy in all ways. Vidya must emphasize that in the name of service, no harm, or pain or grief should be inflicted on another.

Vidya (pengetahuan sejati) mendorong seseorang untuk menuangkan egonya ke dalam api korban suci dan meletakkannya di tempatnya, cinta-kasih universal, yang merupakan fondasi bagi suprastruktur kemenangan spiritual. Cinta-kasih yang tak terbatas dapat memurnikan dan menyucikan pikiran. Biarkan pikiranmu terpusat pada Tuhan, perasaan dan emosi menjadi suci, serta perbuatan menjadi ekspresi pelayanan tanpa pamrih. Biarkan pikiran, hati dan tangan dipenuhi dengan kebaikan. Pendidikan yang sesungguhnya harus menyempurnakan tugas suci ini. Pelayanan yang diberikan kepada orang lain, harus memberi kebahagiaan penuh dalam segala hal. Vidya harus menekankan bahwa dalam pelayanan, tidak merugikan, tidak ada rasa sakit atau kesedihan yang ditimbulkannya.

-BABA

Friday, April 23, 2010

Thought for the Day - 23rd April 2010 (Friday)


If you want to be a devotee, you must surrender completely to the Lord. Mere reading of scriptures is of no avail. One can experience joy only as a result of action. To have devotion, there is no restriction on caste, creed or gender. For the Lord's mission, the kinship with Him is attained only on account of devotion. Of what use is it to have status, wealth and character without loving devotion to the Lord? Like the cloud that does not bear rain, but wanders in the sky, people without devotion are at the mercy of the winds, irrespective of their caste or wealth, power and fame they possess.

Jika engkau ingin menjadi seorang Bhakta, engkau harus memasrahkan dirimu sepenuhnya kepada Tuhan. Semata-mata hanya membaca kitab suci tidak akan ada manfaatnya. Seseorang dapat mengalami kebahagiaan diakibatkan oleh perbuatan yang dilakukannya. Dalam bhakti (pengabdian), tidak ada batasan kasta, keyakinan atau jenis kelamin. Untuk misi Tuhan, persahabatan dengan-Nya hanya dicapai dengan bhakti (pengabdian). Apa gunanya memiliki status, kekayaan dan karakter kalau kita tidak memiliki rasa bhakti (pengabdian) yang penuh kasih kepada Tuhan? Pengabdian (bhakti) tanpa memandang kasta atau kekayaan, kekuasaan dan kemasyhuran yang kita miliki. Orang-orang yang tidak memiliki rasa bhakti (pengabdian) diibaratkan seperti awan yang tidak membawa hujan, tetapi mengembara di langit, karena kemurahan hati dari angin.

-BABA

Thursday, April 22, 2010

Thought for the Day - 22nd April 2010 (Thursday)


Prompted by the urge to advance the progress of others, you must dedicate your wealth, skill, position and status for the wellbeing of all. Then, you will become truly great. You must fulfill unfailingly, the vow of selfless service. If you are conscious of your basic duties and obligations, and spend your days in carrying them out, you will be in supreme peace, wherever you are. Through your influence, your neighborhood too, will share that peace.

Dengan dorongan untuk memajukan tingkat spiritual orang lain, engkau harus mendedikasikan kekayaanmu, kemampuanmu, posisimu, dan statusmu untuk kesejahteraan semuanya. Selanjutnya, engkau akan menjadi benar-benar mulia. Engkau harus melakukan pelayanan tanpa pamrih secara terus-menerus. Jika engkau sadar akan tugas dan kewajiban dasar yang engkau emban, dan menggunakan waktumu dalam melaksanakan pelayanan pada mereka, engkau akan mencapai kedamaian tertinggi, di manapun engkau berada. Melalui pengaruhmu, lingkunganmu juga akan mendapatkan kedamaian.

-BABA

Wednesday, April 21, 2010

Thought for the Day - 21st April 2010 (Wednesday)


Anyone who is engaged in mediation, spiritual practices and is imbued with self-control and discipline is dear to the Lord. Such devotees will also epitomize faith, patience, comradeship, kindness, joy and have unalloyed love for God. They possess discrimination, humility, wisdom and renunciation, and are always aware of their inner Self. They are constantly immersed in the contemplation of Leelas (Divine play). Whoever dwells on Lord's Name at all times and under all conditions, and sheds tears of Love when the Lord's Name is heard from any lip, know them to be genuine devotees.


Siapapun yang disibukkan dalam meditasi, praktek spiritual dan memiliki pengendalian diri serta disiplin adalah kekasih Tuhan. Setiap bhakta mempunyai keyakinan, kesabaran, persahabatan, kebaikan, kebahagiaan dan telah memiliki cinta-kasih yang murni pada Tuhan. Mereka memiliki kemampuan membedakan, kerendahan hati, kebijaksanaan dan tidak mementingkan diri sendiri, serta selalu menyadari batin mereka sendiri. Mereka selalu tenggelam dalam perenungan Leelas (permainan Tuhan). Siapapun yang merenungkan Nama Tuhan setiap saat serta dalam berbagai keadaan, dan menitikkan air mata cinta-kasih ketika mereka mendengar Nama Tuhan dari mulut siapa saja, ketahuilah mereka adalah Bhakta sejati.

-BABA

Tuesday, April 20, 2010

Thought for the Day - 20th April 2010 (Tuesday)


Whoever assigns his wealth, strength, intellect and devotion towards the promotion of humankind is worthy of reverence. They are those who are born for a noble purpose. They observe the holy vow of service, unsullied by thoughts of self. This ideal of service and the urge to practice it forms the very heart of education. This is Pure Love in its chief manifestation. God loves those individuals who undertake activities for the benefit of other people, as His dear children. These are ideal brothers and sisters for their countrymen.

Siapa pun yang memberikan kekayaannya, kemampuannya, kecerdasannya, dan pengabdiannya terhadap kemajuan manusia patut dihormati. Mereka adalah orang-orang yang dilahirkan untuk tujuan mulia. Mereka mematuhi janji sucinya serta tidak dipengaruhi oleh pemikirannya sendiri. Inilah tujuan dari pelayanan dan mendorongnya untuk mempraktekkannya yang merupakan inti dari pendidikan yang sebenarnya. Ini adalah cinta-kasih yang murni dalam manifestasi utamanya. Tuhan mengasihi orang-orang yang melakukan aktivitas bagi kepentingan orang lain. Merekalah orang-orang yang ideal untuk bangsanya.

-BABA