Sunday, May 9, 2010

Thought for the Day - 9th May 2010 (Sunday)


Look at the crane - it walks about pretty fast in water. But, during that walk, it cannot catch any fish. It must, for that purpose, become slow and quiet and stand motionless. So also, if one proceeds with greed, anger and other evil qualities, one cannot secure the fish of truth, love and peace. You must chant the Name of the Lord. Then, you will surely overcome the natural traits of greed and anger. Hold on to the Lord as the Universal Goal and make Him the destination of your life's journey. Practice control of speech and constant contemplation of the Lord. Then you will be able to subdue your mind that makes you restless, and gradually you will be filled with all the good qualities!

Lihatlah derek itu – ia bergerak begitu cepat dalam air. Namun, selama perjalanannya, ia tidak dapat menangkap ikan apapun. Tentu saja, untuk mencapai tujuan tersebut, derek itu seharusnya bergerak dengan lambat dan tenang kemudian diam tak bergerak. Begitu juga, jika seseorang melangkah dengan keserakahan, kemarahan, dan sifat-sifat buruk yang lainnya, seseorang tidak dapat mengamankan ikan kebenaran, cinta-kasih, dan kedamaian. Engkau harus mengucapkan nama Tuhan. Selanjutnya, engkau pasti akan dapat mengatasi sifat alami dari keserakahan dan kemarahan. Berpeganglah pada Tuhan sebagai Tujuan Universal dan membuat-Nya sebagai tujuan perjalanan hidupmu. Praktekkanlah mengendalikan bicara dan terus-menerus merenungkan Tuhan. Setelah itu engkau akan dapat menaklukkan pikiranmu yang membuatmu gelisah, dan secara bertahap engkau akan dipenuhi dengan semua kualitas-kualitas yang baik.

-BABA

Saturday, May 8, 2010

Thought for the Day - 8th May 2010 (Saturday)


The taste of food cannot be appreciated if the person is ill or if the mind is immersed in something else. Similarly, even if you are engaged in spiritual practices, you will not experience joy if your heart is filled with evil qualities. You can taste sweetness so long as there is sugar on the tongue. However, if there is even a tinge of bitterness on the tongue, your whole mouth tastes bitter. Therefore, those who aspire to attain the Holy Presence of the Lord must cultivate good habits, discipline and noble qualities. The usual accustomed ways of life will not lead you to God automatically. You must perform Sadhana (spiritual practices) to modify it suitably.

Cita rasa makanan tidak dapat dinikmati jika seseorang sedang sakit atau jika pikiran ditenggelamkan dalam sesuatu yang lain. Demikian pula, bahkan jika engkau terlibat dalam praktek spiritual, engkau tidak akan mengalami kebahagiaan jika hatimu dipenuhi dengan sifat-sifat yang buruk. Engkau dapat merasakan rasa manis selama ada gula di lidah. Akan tetapi, jika ada rasa pahit di lidah, seluruh mulutmu akan terasa pahit. Oleh karena itu, mereka yang mengharapkan untuk mencapai Kehadirat Tuhan, harus menanamkan kebiasaan yang baik, disiplin, dan sifat-sifat yang mulia. Sesuatu yang biasa kita lakukan dalam kehidupan ini, secara otomatis tidak akan mengarahkanmu pada Tuhan. Engkau harus melakukan Sadhana (praktek spiritual) untuk mengubahnya menjadi sesuai.

-BABA

Thought for the Day - 7th May 2010 (Friday)


When one is involved in the world, only wordly thoughts will arise during one’s last moments. To those who yearn wholeheartedly for the Lord, the Lord will present Himself. One may love his/her kith and kin, respect them and keep them in good humour so long as one moves about in the world. But, while still being in the world, one must offer unstinted love and loyalty all through the life to the Lord alone, none else.

Ketika seseorang disibukkan di dunia ini, hanya pikiran duniawilah yang akan muncul pada saat-saat terakhir hidupnya. Bagi mereka yang rindu sepenuh hati pada Tuhan, Tuhan akan segera hadir. Seseorang mungkin mengasihi handai tauland dan sanak saudaranya, menghormati mereka dan memperhatikan mereka dalam menyenangkan hati mereka selama mereka berada di dunia ini. Tetapi, sementara masih berada di dunia ini, seseorang harus memberikan cinta-kasih yang tak habis-habisnya dan loyalitas sepanjang hidup hanya untuk Tuhan, tidak untuk yang lainnya.

-BABA

Wednesday, May 5, 2010

Thought for the Day - 6th May 2010 (Thursday)


More fragrant than the sweet smelling flowers like jasmine and lily, softer than butter, more beautiful than the eye of the peacock, more pleasant than the moonlight is the love of a mother. Human life is a journey from 'I' to ‘We’. In this short journey, you have to detach yourself from the body and develop attachment towards the ‘Self’. For this, mother's grace is very essential.

Cinta-kasih seorang ibu lebih wangi dari bunga-bunga yang indah seperti melati dan lili, lebih lembut dari mentega, lebih indah dari mata burung merak, serta lebih menyenangkan dari sinar bulan. Kehidupan manusia adalah sebuah perjalanan dari “I (aku)” menuju “We (kami)”. Dalam perjalanan singkat ini, engkau harus melepaskan dirimu dari badan fisikmu dan mengembangkan keterikatan pada “Self (Atma)”. Untuk ini, rahmat ibu sangatlah penting.

-BABA

Thought for the Day - 5th May 2010 (Wednesday)


You must understand the value of mother's love and her concern for you. You must give your mother the topmost priority. Sometimes, modern youth do not care for their mothers. They think they are highly educated and that their mothers do not know anything. It is a great mistake to think so. Never look down upon your mother. Mothers also should not compel their children to accede to each and every wish of theirs. Through love and sincerity, she should put her children on the proper path. Every mother should aspire that her children should be good; they need not be great.

Engkau harus memahami bahwa cinta-kasih seorang ibu dan perhatiannya hanyalah untukmu. Engkau harus memberikan ibumu prioritas yang utama. Kadang-kadang, pemuda modern tidak perduli dengan ibu mereka. Mereka berpikir mereka berpendidikan tinggi dan ibu mereka tidak tahu apa-apa. Ini adalah kesalahan besar. Jangan pernah memandang rendah ibumu. Ibu juga seharusnya tidak memaksakan anak-anak mereka untuk mengikuti setiap keinginan mereka. Melalui cinta-kasih dan ketulusan, ibu seharusnya menempatkan anak-anaknya pada jalur yang benar. Setiap ibu seharusnya berkeinginan bahwa anak-anaknya haruslah baik; mereka tidak perlu hebat.

-BABA

Tuesday, May 4, 2010

Thought for the Day - 4th May 2010 (Tuesday)


Your nature is revealed by your acts, gestures, looks, speech, food habits, dress and the manner in which you conduct yourself. Therefore, you must pay attention to ensure that your speech, movements, thoughts and behavior are all correct and filled with love and nobility, devoid of wildness and waywardness. You have to develop the humility to believe that you have much good to learn from others. Your enthusiasm, aspiration, resolution, capacity to work, knowledge and wisdom have to be directed towards the welfare of all and not utilized solely for your selfish ends. You should be broad-minded and cultivate all-embracing love.

Sifatmu terlihat dari tindakan-tindakan, gerak tubuh, penampilan, gaya berbicara, kebiasaan makan, pakaian, dan sikap bagaimana engkau memperlakukan dirimu sendiri. Oleh karena itu, engkau harus memastikan bahwa ucapanmu, gerak-gerikmu, pikiranmu, dan tingkah lakumu semuanya benar dan dipenuhi dengan cinta-kasih dan kemuliaan, sama sekali tanpa sifat liar dan ketidakpatuhan. Engkau harus mengembangkan kerendahan hati untuk percaya bahwa engkau mempunyai banyak sifat-sifat baik untuk dipelajari dari orang lain. Antusiasmu, aspirasimu, resolusimu, kemampuan untuk bekerja, pengetahuan dan kebijaksanaan harus diarahkan untuk kesejahteraan semuanya dan tidak digunakan hanya untuk tujuan-tujuan yang mementingkan diri sendiri. Engkau seharusnya memiliki wawasan luas dan mengembangkan cinta-kasih yang merangkul semuanya.

-BABA

Monday, May 3, 2010

Thought for the Day - 3rd May 2010 (Monday)


A farmer clears and levels the land, removes the stones and thorns, ploughs and prepares the field, manures and nourishes the soil, waters and applies fertilizers on it. Then he sows the seeds and transplants the saplings. This is followed by the process of weeding and spraying of pesticides. Finally, after a long wait, he reaps the harvest. Once the crop is harvested, he then winnows it, threshes it and finally stacks the produce. All these various processes are for the sake of feeding the stomach. So too, one must feel that hunger, thirst, joy and sorrow, grief and loss, suffering and anger, food and appetite are but impulses that impel us towards attaining the Presence of the Lord. If you have this attitude, no sin will ever tarnish your actions. Over time, these impulses too will vanish, without a trace.

Seorang petani membersihkan dan meratakan lahannya, menghilangkan bebatuan dan semak berduri, membajak dan menyiapkan lahan, memeliharanya, mengairi serta memberikan pupuk diatasnya. Setelah itu, petani tersebut menabur benih dan menghasilkan tanaman muda. Proses ini kemudian dilanjutkan dengan penyiangan dan penyemprotan pestisida. Akhirnya setelah menunggu sekian lama, ia menuai panen. Setelah tanaman dipanen, ia kemudian menampinya, memukul-mukulkannya (mengiriknya), dan akhirnya mendapatkan tumpukan hasil. Semua proses yang dilakukan ini demi memberi makanan pada perut. Demikian juga, seseorang harus merasakan bahwa lapar, haus, suka dan duka, kesedihan dan kehilangan, penderitaan dan kemarahan, makanan dan nafsu makan bukanlah merupakan desakan yang mendorong kita untuk mencapai Kehadirat Tuhan. Jika engkau memiliki sikap seperti ini, dosa tidak akan menodai tindakanmu. Seiring dengan berjalannya waktu, dorongan ini akan lenyap, tanpa meninggalkan jejak.

-BABA