Sunday, May 16, 2010

Thought for the Day - 16th May 2010 (Sunday)


The real Tapas or asceticism in life is to observe disciplines and restrictions as prescribed. The mind is the foremost of the three inner instruments in human beings. We must protect the mind so that attachment, passion and excitement do not enter in to it. These extremes are natural to the mind. The waves that rise in fury in the mind are lust, anger, greed, attachment, pride and envy. These six are your inner foes. Lust and anger bring on the remaining four. To release ourselves from these inner foes and to proceed on our spiritual path, we must observe spiritual practices.

Pertapa sejati adalah mereka yang dalam hidupnya mematuhi aturan-aturan (disiplin) dan melakukan pembatasan keinginan seperti yang telah ditentukan. Pikiran adalah yang terpenting dari ketiga instrumen batin pada manusia. Kita harus melindungi pikiran agar kemelekatan, nafsu, serta kegembiraan yang berlebihan tidak masuk ke dalamnya. Ini adalah sifat yang alami dari pikiran. Gelombang dahsyat dalam pikiran adalah nafsu, amarah, keserakahan, keterikatan, kesombongan, dan iri hati; ini adalah enam musuh dalam diri kita. Nafsu dan amarah merupakan penyebab dari timbulnya keempat hal yang lainnya. Untuk melepaskan diri kita dari musuh-musuh yang ada dalam diri kita dan untuk menuju ke jalan spiritual, kita harus menjalankan praktek spiritual.

-BABA

Saturday, May 15, 2010

Thought for the Day - 15th May 2010 (Saturday)


Just as cream is present in the milk, fire in the fuel, so also is the attainment of Divine a sure result for those who perform spiritual practices. Even if the attainment of Liberation is not directly realized as a consequence of taking the Lord's Name, the following fruits are clearly evident: (i) the company of the great (ii) truth (iii) contentment and (iv) control of the senses. Through whichever of these gates one may enter, whether one is a householder or a recluse or a member of any other class, one can certainly reach the Lord. This is certain!

Sama seperti krim yang ada dalam susu, api dalam bahan bakar, begitupun pencapaian Ilahi pasti merupakan hasil bagi mereka yang melakukan praktek-praktek spiritual. Bahkan jika pencapaian Pembebasan tidak langsung disadari sebagai konsekuensi dari menggunakan Nama Tuhan, hasil berikut ini jelas terlihat: (i) pergaulan dengan orang-orang yang agung (ii) kebenaran (iii) kepuasan dan (iv) pengendalian indera . Melalui yang mana saja gerbang ini dapat memasuki seseorang, apakah ia adalah kepala rumah tangga atau pertapa atau anggota dari golongan yang lainnya, seseorang pasti bisa mencapai Tuhan. Ini pasti!

-BABA

Friday, May 14, 2010

Thought for the Day - 14th May 2010 (Friday)


There are many destructive forces in the world. But, luckily along with them, there are also constructive forces. As students of Vidya (True Knowledge) you should not turn yourself into worshippers of bombs and machines. You must transform yourself into active persons, worshipping the Divine. Authority and power are powerful intoxicants. They will pollute one until he/she is completely destroyed. They breed misfortune. But, genuine knowledge will confer on you fullness and fortune.

Terdapat banyak kekuatan yang merusak di dunia ini. Tetapi, untungnya bersamaan dengan hal tersebut, ada juga kekuatan yang berguna. Sebagai siswa dari Vidya (pengetahuan sejati), engkau seharusnya tidak mengarahkan dirimu menjadi pemuja bom dan mesin. Engkau harus mengubah dirimu menjadi orang yang aktif, memuja Tuhan. Kewenangan dan kekuasaan adalah minuman keras yang sangat memabukkan, yang akan mencemari seseorang sampai dia benar-benar hancur, yang selanjutnya dapat menyebabkan kemalangan. Tetapi, pengetahuan sejati akan menganugerahkanmu kesempurnaan dan keberuntungan.

-BABA

Wednesday, May 12, 2010

Thought for the Day - 13th May 2010 (Thursday)


In this world, there is no penance higher than fortitude, no happiness greater than contentment and no blessing holier than mercy and no weapon more effective than patience. Devotees should consider the body as a field, the good deeds as seeds and cultivate the Name of the Lord. Take the help of the Heart as the farmer in order to get the harvest - which is the Lord Himself. Like cream in the milk, fire in the fuel, the Lord is in everything. Have full faith in this.

Di dunia ini, tidak ada penebusan dosa yang lebih tinggi dari ketabahan, tidak ada kebahagiaan yang lebih besar dari kepuasan dan tidak ada blessing (berkat) yang lebih suci dari kemurahan hati serta tidak ada senjata yang lebih efektif daripada kesabaran. Devotees (Bhakta) seharusnya menganggap tubuh ini sebagai sebuah ladang, perbuatan baik sebagai bibitnya dan tanamkanlah Nama Tuhan. Gunakanlah bantuan dari Hati sebagai petani untuk mendapatkan hasil panen - yang adalah Tuhan sendiri. Seperti krim dalam susu, api dalam bahan bakar, demikianlah Tuhan ada dalam segala hal. Milikilah keyakinan ini.

-BABA

Thought for the Day - 12th May 2010 (Wednesday)


In the garden of your heart, you must plant and foster the rose of Divinity, the jasmine of humility and the lily of generosity. In your medicine chest, you must keep in readiness, the tablets of discrimination, drops of self-control and three key powders of faith, devotion and patience. Through the use of these drugs, you can escape the serious illness called Ajnana (ignorance).

Di taman hatimu, engkau harus menanam dan memupuk mawar Ketuhanan, melati kerendahan hati serta bunga lily kemurahan hati. Dalam lemari obatmu, engkau harus menyiapkan, tablet diskriminasi, setetes pengendalian diri dan tiga bubuk utama dari keyakinan, pengabdian, dan kesabaran. Melalui penggunaan obat-obatan ini, engkau dapat membebaskan diri dari penyakit serius yang disebut Ajnana (kebodohan).

-BABA

Monday, May 10, 2010

Thought for the Day - 11th May 2010 (Tuesday)


Good character is the precious jewel of human life. Human birth itself is the consequence of countless good deeds and it should not be frittered away. This chance must be utilized to the fullest extent. With deep yearning and steadfast discipline, you must endeavor to experience Divinity and redeem yourself.

Karakter yang baik merupakan permata yang berharga dari kehidupan manusia. Kelahiran manusia itu sendiri adalah konsekuensi dari perbuatan baik yang tak terhitung jumlahnya dan tidak ada potongan-potongan yang tertinggal. Kesempatan ini harus dimanfaatkan sepenuhnya. Dengan kerinduan yang mendalam dan disiplin yang teguh, engkau harus berusaha untuk mengalami Keilahian dan membebaskan dirimu sendiri.

-BABA

Thought for the Day - 10th May 2010 (Monday)


Eating food is a holy ritual, a Yajna. It should not be performed during moments of anxiety or emotional upheavals. Food should be considered as medicine for the illness of hunger and as the sustenance for life. Treat each trouble you encounter as a fortunate opportunity to develop your strength of mind and toughen you spiritually.

Makan adalah suatu ritual suci, sebuah Yajna. Makan seharusnya tidak dilakukan pada saat kecemasan atau pada saat emosi bergejolak. Makanan seharusnya dianggap sebagai obat pada saat kelaparan dan sebagai makanan untuk kehidupan. Anggaplah setiap masalah yang engkau hadapi sebagai kesempatan beruntung untuk mengembangkan kekuatan pikiran dan menguatkan spiritualmu.

-BABA