Saturday, June 5, 2010

Thought for the Day - 5th June 2010 (Saturday)


Mountain peaks are charming from a distance. When approached, they confront us with terrifying jungles. So too, the Samsara (objective world) appears charming when you have not delved into its meaning and value. When discrimination is employed to explore its value, the truth is revealed that the ‘jungles’ of family or the world cannot give genuine happiness. You should learn Atma Vidya, the Knowledge of the Self, and become aware of your reality. By learning it and living it, you can quench your thirst and help to quench the thirst of all mankind.

Puncak Gunung terlihat menawan dari kejauhan. Ketika didekati, kita akan berhadapan dengan hutan yang lebat. Demikian juga, Samsara (objek duniawi) muncul menarik ketika engkau belum menyelidiki arti dan nilainya. Ketika kemampuan membedakan digunakan untuk mencari nilai dan artinya, kebenaran terungkap bahwa 'hutan' keluarga atau dunia tidak dapat memberikan kebahagiaan sejati. Engkau seharusnya mempelajari Atma Vidya, Pengetahuan Atma, dan menyadari realitas yang sebenarnya. Dengan mempelajarinya, engkau dapat memuaskan dahagamu dan membantu untuk memuaskan dahaga seluruh umat manusia.

-BABA

Friday, June 4, 2010

Thought for the Day - 4th June 2010 (Friday)


People state, "Service to Man is Service to God." No doubt the service of humanity is holy, but unless it is merged in the bigger ideal, people will not benefit from it, no matter how huge the magnitude of the service is. You must have faith in the essential divinity of every person and have the Lord in your mind. If you also adhere to the path of Truth and Right Conduct, then it will be considered as Service of the Lord. Mere repetition of the slogan is useless if the service is done without faith in the Divinity of all, and with an eye on the name and fame and fruits of one's action.

Orang-orang menyatakan, "Melayani manusia adalah melayani Tuhan." Tidak diragukan lagi, bahwa melayani orang lain adalah suci, tetapi tanpa menggabungkannya dengan tujuan yang lebih besar, orang-orang tidak akan mendapatkan manfaat dari pelayanan, sebesar apapun pelayanan itu. Engkau harus memiliki keyakinan pada sifat-sifat ketuhanan dari setiap orang dan merasakan Tuhan dalam pikiranmu. Jika engkau juga mengikuti jalan kebenaran dan kebajikan, maka hal itu akan dianggap sebagai Melayani Tuhan. Mengulang-ulang sloka tidak akan berguna jika pelayanan tersebut dilakukan tanpa keyakinan pada ketuhanan dalam semuanya dan dengan perhatian pada nama dan kemasyuran serta mengharapkan hasil dari tindakan yang dilakukan.

-BABA

Thursday, June 3, 2010

Thought for the Day - 3rd June 2010 (Thursday)


You must pray until the world is established in happiness. Only when the Lord arrives, the religion of Truth, Peace, Compassion, Wisdom and Love will grow and prosper. The roadway laid out by holy souls has to be repaired now and then, either by those who travel through it or those who claim authority over it. It is for the sake of such repairs that the Lord sends occasionally some authorised individuals, sages, and divine personages. Through the Sadbodha or good teachings of these, the path opened by the Godmen of the past is again made clear and smooth.

Engkau harus berdoa sampai dunia ini mendapatkan kebahagiaan. Hanya ketika Tuhan telah datang, agama kebenaran, kedamaian, kasih sayang, kebijaksanaan, dan cinta-kasih akan berkembang dan berhasil dengan baik. Jalan yang telah diberikan oleh orang-orang suci ini harus diperbaiki saat ini dan juga di kemudian hari, baik oleh mereka yang melakukan perjalanan melalui jalan ini atau bagi mereka yang menyatakan memiliki otoritas. Tuhan kadang-kadang mengirim beberapa individu yang berwenang, orang-orang bijaksana, dan pendeta, demi memperbaiki hal tersebut. Melalui Sadbodha atau ajaran-ajaran yang baik ini, jalan ini telah dibuka oleh Godmen (penjelmaan Tuhan) di masa lalu yang kemudian dibuat menjadi lebih jelas.

-BABA

Wednesday, June 2, 2010

Thought for the Day - 2nd June 2010 (Wednesday)


Truly speaking, prayers of great, holy people act as an invitation for the advent of the Lord. In the external world, when the subjects need any convenience or help, they approach the rulers and inform them of their needs. So also, in the spiritual kingdom, when there is no possibility of achieving and acquiring devotion, charity, peace and truth, the good and great souls who desire to achieve them, pray to the Lord within themselves. Then, in response to their prayers, the Lord Himself comes into the world and showers His grace on everyone. This is known to all who have read the stories of the Lord.

Berbicara yang benar, berdoa, orang-orang suci mengundang kehadiran Tuhan. Dalam dunia luar, ketika subyek membutuhkan kenyamanan atau memerlukan bantuan, mereka mendekati para penguasa dan menginformasikan mereka tentang kebutuhan mereka. Demikian juga, dalam kerajaan spiritual, ketika tidak ada kemungkinan untuk mencapai dan memperoleh pengabdian, kemurahan hati, kedamaian, dan kebenaran, orang-orang baik dan berjiwa besar yang ingin mencapai hal tersebut, berdoa kepada Tuhan dalam diri mereka sendiri. Kemudian, jawaban atas doa-doa mereka, Tuhan sendiri datang ke dunia dan memberikan rahmat-Nya pada setiap orang. Hal ini telah diketahui oleh semua orang yang telah membaca cerita-cerita tentang Tuhan.

-BABA

Tuesday, June 1, 2010

Thought for the Day - 1st June 2010 (Tuesday)


Evil qualities such as hatred, envy, greed and ostentation should be uprooted. These traits are vitiating not only common people but even ascetics, monks and heads of institutions. Among these, envy and greed have gone unchecked. What the world needs today is not a new order, a new educational system, a new society or a new religion. Holiness must take root and grow in the minds and hearts of youth and children everywhere: this is the need of the hour. The good and godly must endeavour to promote this as the greatest Sadhana (spiritual practice) that everyone must undertake.

Sifat-sifat buruk seperti kebencian, iri hati, keserakahan, dan kesombongan harus ditumbangkan. Sifat-sifat tersebut tidak hanya melemahkan orang awam tetapi bahkan juga bagi pertapa, biarawan, dan pimpinan. Di antara sifat-sifat ini, iri hati dan keserakahan harus dicegah. Apa kebutuhan dunia saat ini bukanlah pemerintahan yang baru, sebuah sistem pendidikan yang baru, masyarakat yang baru ataupun agama yang baru. Kesucian harus berakar dan tumbuh dalam pikiran dan hati anak-anak dan para pemuda dimanapun mereka berada: ini adalah kebutuhan saat ini. Orang yang baik dan yang beriman harus berusaha untuk mengembangkan sifat-sifat ini sebagai Sadhana (praktek spiritual) terbesar bahwa setiap orang harus melakukannya.

-BABA

Thought for the Day - 31st May 2010 (Monday)


One's selfish needs have to be sacrificed. There must be constant efforts to do good to others. Your desire should be to establish the welfare of the world. With all these feelings at heart, you must meditate on the Lord. This is the right path. If great men and those in authority are thus engaged in the service of humanity and in promoting the welfare of the world, the thieves of passion, hatred, pride, jealousy, envy and conceit will not invade the minds of common people; the values such as Right Conduct, Mercy, Truth, Love, Knowledge and Wisdom will be safe from harm. The six internal foes called the Arishadvarga can be uprooted only by the teachings of great souls, love of God, knowledge of the Lord and the company of the holy and the great.

Kebutuhan pribadi seseorang harus dikorbankan. Harus ada usaha yang terus menerus untuk berbuat baik kepada orang lain. Engkau seharusnya mempunyai keinginan untuk mensejahterakan dunia. Engkau harus bermeditasi pada Tuhan, dengan sepenuh hati. Ini adalah jalan yang benar. Jika orang-orang besar dan orang-orang yang memiliki otoritas terlibat dalam pelayanan kemanusiaan dan turut serta dalam memajukan kesejahteraan dunia, maka keinginan untuk mencuri, kebencian, kesombongan, cemburu, iri hati dan perasaan angkuh tidak akan menyerang pikiran orang-orang biasa; sehingga nilai-nilai seperti kebajikan, kemurahan hati, kebenaran, cinta-kasih, pengetahuan dan kebijaksanaan akan aman dari bahaya. Keenam musuh internal yang disebut Arishadvarga dapat ditumbangkan hanya dengan ajaran-ajaran suci, cinta-kasih Tuhan, pengetahuan tentang Tuhan dan pergaulan dengan orang-orang suci dan agung.

-BABA