Tuesday, February 22, 2011

Thought for the Day - 20th February 2011 (Sunday)

Control the senses, which run helter-skelter; then, the origins of the disease will be destroyed. Let the mind keep a watch over its gymnastics; dam up the mad flood of thoughts and plans and schemes; then there will be no room for worries and anxieties in the mind. To diminish the wanderings of your thoughts, repeat the name of the Lord; that will keep out your sorrows and troubles. Without the effacement of the mind, spiritual wisdom (Jnana) cannot dawn. A person attains fullness only when he or she succeeds in this.

Kendalikanlah indra yang bergerak dalam keadaan kacau-balau, maka asal-usul penyakit akan dihancurkan. Biarkan pikiran tetap mengawasi gerakan tersebut; membendung banjir pikiran dari keinginan-keinginan dan rencana-rencana yang buruk; sehingga tidak akan ada ruang untuk kekhawatiran dan kecemasan dalam pikiran. Untuk mengurangi pengembaraan pikiranmu, ucapkanlah nama Tuhan berulang-ulang; ini akan membuatmu keluar dari penderitaan dan kesulitan. Kebijaksanaan spiritual (Jnana) tidak mungkin dapat dicapai, tanpa menghilangkan hal-hal yang buruk dari pikiran. Seseorang mencapai kesempurnaan hanya ketika dia berhasil dalam hal ini.

-BABA

Thought for the Day - 21st February 2011 (Monday)

You should all strive for unity. There is no unity in the youth today. First and foremost, the youth should come forward to help each other. You must consider all as your brothers and sisters. All are children of God. Therefore, you must live in unity without giving room to any differences. The end of education is character. If your character is good, then you can achieve anything in life. You may think you have won gold medals, acquired high degrees and achieved name and fame. But if you lack character, these degrees are merely pieces of paper. It is most essential to safeguard your character. Only a person of good character is a truly learned one.

Engkau semuanya harus berjuang untuk kesatuan. Saat ini, tidak ada kesatuan dalam pemuda. Yang pertama dan terpenting, pemuda harus tampil ke depan untuk saling membantu. Engkau harus menganggap semuanya sebagai saudaramu. Semuanya adalah anak-anak Tuhan. Oleh karenanya, engkau harus hidup dalam kesatuan tanpa memberikan ruang bagi perbedaan. Akhir dari pendidikan adalah karakter. Jika karaktermu baik, maka engkau dapat meraih apapun dalam hidup. Engkau mungkin berpikir engkau telah memenangkan medali emas, memperoleh gelar yang tinggi dan mendapatkan nama baik dan ketenaran. Tetapi jika engkau tidak mempunyai karakter, gelar tersebut hanyalah selembar kertas. Hal ini paling penting untuk menjaga karaktermu. Hanya orang-orang yang berkarakter baik, benar-benar seorang terpelajar.

-BABA

Saturday, February 19, 2011

Thought for the Day - 19th February 2011 (Saturday)

The wave-like movement of proceeding and receding, of merging and emerging has been happening since time immemorial; it will happen till Time ends; it is eternal in its feature—this is the belief of Bharathiyas. A human being is not just this gross body; in it, there is a subtle component called mind; inside it, as its prompter and spring, there is an even more subtle principle called the Jivatma (individualized soul). This Jivatma has neither beginning nor end; it has no birth, it knows no death. This is the basis of the Bharathiya faith.

Ombak bagaikan gerakan maju-mundur, lebur dan muncul sejak zaman dahulu dan akan tetap ada hingga berakhirnya Waktu; ia abadi – inilah kepercayaan Bharathiya (India). Manusia bukan sekedar badan kasar (fisik) ini; di dalamnya ada komponen yang lebih halus yang disebut pikiran; di dalamnya sebagai sumbernya ada yang lebih halus yang disebut Jivatma (jiwa individu). Jivatma ini tidak ada awal dan akhir; tidak mengalami kelahiran dan kematian. Inilah dasar dari kepercayaan Bharathiya.

-BABA

Friday, February 18, 2011

Thought for the Day - 18th February 2011 (Friday)

You must give up the craving for material comfort and the attachment to sense objects. You must discard the false fears, the absurd desires, the sorrow, the worries, and the artificial pleasures that now fill your mind. That is to say, you must discriminate and train yourself to realize that everything is illusory. Everyone needs this self-education. The pathetic condition today of many people is due to its absence. Meditation is the remedy for this state of mind. Meditation gives concentration and success in all tasks. Through meditation alone, great personages and sages (Rishis) have controlled their mental activities, directed them towards the pure (Sathwic) path, established themselves at all times in contemplation of the Lord, and finally succeeded in achieving union with God.

Engkau harus melepaskan keinginan pada kenyamanan material dan keterikatan pada objek-objek indera. Engkau harus membuang ketakutan palsu, keinginan yang tidak masuk akal, kesedihan, kekhawatiran, dan kenikmatan buatan yang sekarang mengisi pikiranmu. Artinya, engkau harus membedakan dan melatih dirimu untuk menyadari bahwa semuanya itu adalah ilusi. Setiap orang membutuhkan pendidikan-diri ini. Kondisi menyedihkan saat ini adalah karena banyak orang yang tidak memiliki hal ini. Meditasi adalah obat untuk keadaan pikiran seperti ini. Meditasi memberikan konsentrasi dan keberhasilan dalam semua tugas. Hanya melalui meditasi, orang yang terkemuka dan orang yang bijak (Resi) telah menguasai aktifitas mental mereka, mengarahkan mereka menuju jalan murni (Sathwic), yang setiap waktu dilakukan dengan perenungan Tuhan, dan akhirnya berhasil menyatu dengan Tuhan.

-BABA

Thursday, February 17, 2011

Thought for the Day - 17th February 2011 (Thursday)

Do not develop opposition or differences amongst yourselves. Controversies give rise to many troubles. Even if somebody makes you angry, do not fight with him or her. Understand that, by fighting with others, you actually harm yourself. Control your thoughts. Along with education, acquire Educare. It will give you everything you need - health, happiness, peace and prosperity. Everything will become good, if you make your heart pure. From today onwards, yearn and take to the right path. You must strive for unity in all matters.

Jangan mengembangkan oposisi atau perbedaan antara dirimu. Kontroversi menimbulkan banyak masalah. Bahkan jika seseorang membuatmu marah, janganlah bertengkar dengan mereka. Pahamilah bahwa ketika engkau bertengkar dengan orang lain, engkau sesungguhnya menyakiti dirimu sendiri. Kendalikanlah pikiranmu. Seiring dengan pendidikan (education), dapatkanlah Educare. Ini akan memberikan semua yang engkau butuhkan - kesehatan, kebahagiaan, kedamaian, dan kemakmuran. Semuanya akan menjadi baik, jika engkau membuat hatimu murni. Dari hari ini dan seterusnya, ambillah jalan yang benar ini. Engkau harus berjuang untuk kesatuan dalam segala hal.
-BABA

Wednesday, February 16, 2011

Thought for the Day - 16th February 2011 (Wednesday)

Many people go on pilgrimage in search of God. They foolishly think that they can find God at such places. God is not present somewhere else. In fact, you are yourself God. God is present in all. God is only one and He is present wherever you look for Him. He is in you, with you, above you, below you. God is beyond birth and death and dwells in every being in the form of the Divine Self. He is present in all human beings, be it a child or an old man. The same God is present in insects, birds and beasts. He is also present in whomsoever you meet. Remember that.

Banyak orang pergi berziarah mencari Tuhan. Mereka dengan bodoh berpikir bahwa mereka dapat menemukan Tuhan di tempat seperti itu. Tuhan tidak hadir di suatu tempat. Sesungguhnya, engkau sendiri adalah Tuhan. Tuhan ada dalam semuanya. Tuhan hanya satu dan Beliau ada dimanapun engkau mencari-Nya. Beliau di dalam dirimu, denganmu, di atasmu, di bawahmu. Tuhan melampaui kelahiran dan kematian dan mendiami setiap makhluk dalam wujud Tuhan sendiri. Beliau ada dalam semua manusia, baik itu anak kecil atau orang tua. Tuhan yang sama ada pada serangga, burung, dan binatang. Beliau juga ada pada siapapun yang engkau temui. Ingatlah hal ini.

-BABA

Thought for the Day - 15th February 2011 (Tuesday)

There are two types of people: one set on accusing themselves as sinners and the other flattering themselves as great. Both types are being worried by their own mental aberrations! What they both need is mental satisfaction, and this can be obtained by meditation. Through meditation, understanding will increase and wisdom will grow. To reach this stage, you should develop interest in and a taste for meditation — that is to say, you must have a yearning that admits of no other step and that will not tolerate any obstacle. Yearning must have the strength to inspire endeavour. In fact, yearning is but dormant endeavour; endeavour is yearning in action. When yearning is weak, endeavour declines; when one is strong, the other is also active.

Ada dua tipe orang: yang pertama, menempatkan diri mereka sebagai orang yang berdosa dan tipe yang kedua memuji diri mereka sebagai orang yang mulia. Kedua tipe ini merasa cemas oleh penyimpangan mental mereka sendiri! Apa yang sebenarnya dibutuhkan oleh kedua tipe ini adalah kepuasan mental, dan ini dapat diperoleh dengan meditasi. Melalui meditasi, pemahaman akan meningkat dan kebijaksanaan akan tumbuh. Untuk mencapai tahapan ini, engkau harus mengembangkan minat dan merasakan meditasi – seperti dikatakan, engkau harus memiliki keinginan bahwa tidak ada langkah yang lain dan tidak akan mentoleransi hambatan apapun. Keinginan harus memiliki kekuatan untuk menginspirasi suatu usaha. Sesungguhna, keinginan hanyalah usaha yang tidak aktif; usaha adalah keinginan dalam tindakan. Ketika keinginan lemah, usaha menurun, ketika salah satunya kuat, yang lain juga aktif.

-BABA