Wednesday, July 18, 2012

Thought for the Day - 18th July 2012 (Wednesday)


In a beautiful flower garland, the quickest to strike the eyes are the flowers, while the thread upon which they are strung has to be inferred, it is not so patent. But without the connecting thread, they all fall off. So too, without that bond in Divine, you will fall off as entities unrelated to the rest of your fellow beings. Never forget that every one of you are beings with a Divine spark within. The Divine Current flows through and activates each of you. Learn to direct your mind, so that it helps you to recognize the Divinity in and around you. Be sure to wield this instrument of the mind, rather than yield to it. Understand the technique of its working as well as its potentialities.

Dalam sebuah garland (karangan bunga) yang indah, yang paling mudah dan tercepat yang terlihat oleh mata adalah bunga, sedangkan benang/tali yang mengikatnya tidak akan terlihat. Tetapi tanpa benang/tali penghubung tersebut, semuanya akan jatuh. Demikian juga, tanpa ikatan pada Ilahi, engkau akan jatuh sebagai entitas yang tidak terkait dengan semuanya. Jangan pernah melupakan bahwa setiap orang adalah percikat Tuhan. Arus Ilahi melalui semuanya dan mengaktifkan engkau semuanya. Belajarlah untuk mengarahkan pikiranmu, sehingga membantumu untuk mengenali Divinity yang ada di dalam dirimu dan di sekitarmu. Pastikan untuk menggunakan instrument ini dalam pikiran. Pahamilah bagaimana cara ini bekerja dengan baik untuk memanfaatkan segala potensi yang dimiliki.
-BABA

Tuesday, July 17, 2012

Thought for the Day - 17th July 2012 (Tuesday)


When young men and women go out to countries overseas, their aged parents are worried about their reactions to the attractions of the strange culture. The father or mother write to their children, pleading with them not to give up the family habits of worship, prayer, food and drink. The children may have tears in their eyes with fond remembrance of their parents, but that is all. They then yield to the temptations and slide away. The spirit with which the letter is written is not honoured in action. So too, many worship the sacred books that have noble thoughts present in them. They shower flowers and offer prayers, but when it comes to practising even a bit of what is written in them, it seems an impossible task for most! You must live in love, and practice it, every single day without fail.

Ketika remaja putra dan remaja putri pergi ke luar negeri, orang tua tua mereka khawatir tentang reaksi mereka pada budaya asing. Ayah atau ibu mereka menulis surat untuk anak-anak mereka, memohon kepada mereka untuk tidak meninggalkan kebiasaan keluarga dalam hal beribadah, berdoa, serta makanan dan minuman. Anak-anak mungkin memiliki air mata di mata mereka dengan mengingat kasih sayang orang tua mereka, tetapi tidak semuanya demikian. Mereka kemudian menyerah pada godaan dan jatuh tergelincir. Spirit yang ditulis oleh orang tua mereka dalam surat tersebut sudah tidak diindahkan dalam tindakan. Demikian juga, banyak orang yang membaca dan menyucikan kitab suci, dimana didalamnya terdapat pemikiran-pemikiran yang mulia. Mereka mempersembahkan bunga dan berdoa, tetapi ketika tiba pada giliran untuk mempraktikkannya bahkan sedikit dari apa yang tertulis di dalam kitab suci, ini  nampaknya tugas yang mustahil bagi sebagian besar orang! Engkau seharusnya hidup dalam cinta-kasih, dan mempraktikkannya setiap hari.
-BABA

Monday, July 16, 2012

Thought for the Day - 16th July 2012 (Monday)


Spiritual discipline is based on the faith in the unity of all beings on the basis of the all-pervasive immanent indwelling Aatma. You may see a thousands individuals but fundamentally, they are all One – for they are but many waves on the face of a single underlying ocean. Food procured by the cooperative effort of all the limbs of the body is converted by the stomach and other organs again by cooperative effort into strength which is shared by all the limbs and organs. Not one part of the body is neglected in this process. So too, know that you are all the limbs of that One Cosmic Lord, who is far more expansive than the Universe. The Universe is just a small fraction of His splendour. All of you, are in Him and the God in you is the same in every other being.

Disiplin spiritual berdasarkan pada keyakinan dalam kesatuan semua makhluk yang bersumber dari Atma. Engkau mungkin melihat ribuan orang tetapi pada dasarnya, mereka semua Satu - mereka tidak lain dapat diibaratkan sebagai gelombang di permukaan samudera yang sama. Makanan bisa menjadi sumber tenaga yang bisa dinikmati oleh semua anggota dan organ tubuh, karena adanya kerja sama antara semua anggota dan organ tubuh untuk mencerna makanan tersebut. Tidak ada satu organ-pun dapat mengabaikan proses ini. Demikian juga, ketahuilah bahwa engkau sesungguhnya adalah semua anggota badan dari Yang Tunggal, Tuhan, yang jauh lebih luas daripada alam semesta. Alam semesta ini hanya sebagian kecil dari kemuliaan-Nya. Kalian semua, ada di dalam-Nya dan Tuhan yang bersemayam dalam dirimu adalah sama dalam setiap makhluk lainnya.
-BABA

Sunday, July 15, 2012

Thought for the Day - 15th July 2012 (Sunday)


Most of you hear me say many things over and over again, year after year. But few take even the very first step in the spiritual path. You even take notes of my speeches, for purpose of reading them repeatedly. But, without practice, all of this is a sheer waste! You may talk in a flamboyant high-sounding style. Know that you are judged not by your tongue, but by your activity and attitude. There is no place for hypocrisy and double dealing in spirituality. Confidently, you must walk along the straight and narrow path, making Truth and Love as your constant guides and companions.

Sebagian besar dari engkau telah mendengar Aku mengatakan banyak hal secara berulang-ulang kali, tahun demi tahun. Tetapi hanya sedikit yang mengambil bahkan langkah pertama dalam jalan spiritual. Engkau bahkan membuat catatan dari Wacana-wacana yang Aku sampaikan, dengan tujuan untuk membacanya berulang kali. Namun, tanpa praktik yang nyata, semua ini sia-sia belaka! Engkau mungkin berbicara dengan gaya flamboyan (pembawaan yang menarik, penuh dengan bunga bahasa). Ketahuilah bahwa engkau dinilai tidak dari lidah-mu, bukan dari apa yang engkau ucapkan, tetapi dari aktivitas yang engkau lakukan serta dari sikapmu. Tidak ada tempat bagi kemunafikan dalam spiritualitas. Engkau hendaknya memiliki rasa percaya diri, engkau harus berjalan di sepanjang jalan yang lurus dan terbatas, sehingga hanya Kebenaran dan Cinta-kasih sebagai panduan dan sahabat-mu.
-BABA

Thought for the Day - 12th - 14th July 2012


Date: Thursday, July 12, 2012
THOUGHT FOR THE DAY
Some materialists (Charvakas) argue that a bird in hand is worth two in the bush. They say that the pleasure you have now should not be given up in the hope of something promised, if and when the pleasure you have is given up. But the happiness of renunciation can be enjoyed here and now, and is much more sustaining and inspiring than the happiness derived from grabbing and attachment. In addition, in being the master of your senses rather than being its slave, there is a certain joy. Discover the fountain of joy present within you. It is a never failing, ever full, ever cool fountain, for it arises from God.

Kelompok orang materialis (Charvakas) berpendapat bahwa seekor burung (yang sudah berhasil di tangkap) yang berada di genggaman tangan adalah jauh lebih berharga dibandingkan dua ekor burung yang sedang ada di semak-belukar. (Dengan analogi ini) mereka mengatakan bahwa kenikmatan/kesenangan yang sudah kita peroleh sekarang tidaklah boleh dilepaskan begitu saja sebagai barter untuk sesuatu yang dijanjikan. Namun, (ketahuilah bahwa) kebahagiaan yang bakal engkau peroleh dari tindakan melepaskan diri (dari keterikatan) justru bisa dinikmati saat ini juga, dan kesenangan itu bahkan jauh lebih bertahan lama dan memberi inspirasi dibandingkan kenikmatan yang engkau peroleh dengan cara terikat dan melekat (kepada dunia materi). Di samping itu, apabila engkau sanggup untuk menjadi ‘tuan’ atas panca-inderamu (dan bukan menjadi ‘budak’-nya), maka itu merupakan kesenangan tersendiri pula. Temukanlah ‘mata-air’ kebahagiaan yang ada di dalam dirimu. Kebahagiaan itu tidak akan luntur, senantiasa penuh dan bagaikan pancaran air yang menyejukkan, sebab ia bersumber dari Tuhan sendiri.
-BABA

Date: Friday, July 13, 2012
THOUGHT FOR THE DAY
You fill your days with unremitting labour, immersed in perpetual anxiety and worry, you are busy beyond description, with no time to silently contemplate God’s handiwork. You are troubled by strange inexplicable misgivings and run helter-skelter after hollow comforts, blinded by hate and greed. Caught in this toil and turmoil, you sometimes lose the knowledge of the anchor that will save you - disciplining of the mind. Start this spiritual discipline as early as possible in life, do not postpone it any further. For, no one knows when the span of life will be brought to a close. Reflect on it. Knock and the doors of Grace will open. Open the door, the Sun’s rays waiting outside your door will flow silently in and flood your room with love and light.

Engkau mengisi hari-harimu dengan bekerja tiada henti, terus-menerus tenggelam dalam perasaan cemas dan khawatir, engkau sibuk tak terkira, bahkan tiada waktu untuk merenungkan karya Tuhan. Engkau diliputi oleh perasaan was-was dan bergerak kesana-kemari (pontang-panting) dipenuhi dengan kenyamanan palsu, dibutakan oleh kebencian dan keserakahan. Terperangkap pada kekacauan tersebut, engkau kehilangan pengetahuan akan dimana tempat berlabuh yang akan menyelamatkanmu, oleh karena itu, engkau hendaknya  mendisiplinkan pikiranmu. Mulailah disiplin spiritual ini sedini mungkin, jangan menundanya lagi. Sebab, tidak ada seorangpun yang mengetahui kapan rentang kehidupan ini akan ditutup. Ketuklah dan pintu berkat Tuhan akan terbuka. Bukalah pintu sehingga sinar matahari yang telah menunggu di luar pintu akan masuk perlahan dan membanjiri kamarmu dengan cinta-kasih dan cahaya.
-BABA

Date: Saturday, July 14, 2012
THOUGHT FOR THE DAY
What in reality is this body? It is but the Atma (soul) encased in five Koshas or sheaths – Annamaya (sheath composed of food), Pranamaya (sheath composed of vitality), Manomaya (one composed of thought), Vijnanamaya (sheath of intelligence), and Aanandamaya (sheath of bliss). By understanding this truth and contemplating over it, one attains discrimination to recede from these sheaths to the inner, more real core. Thus, step by step, a spiritual aspirant abandons one sheath after another and is able to dissolve away all of them, to achieve the knowledge of his unity with Brahmam (Divinity).

Apa sesungguhnya badan jasmani ini? Badan ini tidak lain adalah Atma (jiwa) yang terbungkus dalam lima Koshas - Annamaya (lapisan yang menyelubungi atma yang tersusun dari makanan), Pranamaya (lapisan yang menyelubungi atma yang tersusun dari vitalitas), Manomaya (pikiran yang masih menyelubungi atma), Vijnanamaya (selubung kecerdasan), dan Aanandamaya (selubung kebahagiaan). Dengan memahami kebenaran ini dan merenungkannya, seseorang bisa mencapai diskriminasi untuk kembali dari lapisan penyusun ini menuju ke bagian inti yang sesungguhnya. Dengan demikian, secara bertahap, seorang pencari spiritual meninggalkan satu demi satu lapisan yang menyelubungi atma tersebut dan mampu melarutkan semuanya, untuk mencapai kesatuan dengan Brahmam (Divinity).
-BABA