Saturday, October 31, 2009

Thought for the Day - 31st October 2009 (Saturday)


When hardships overwhelm you, know that it is the consequence of your own past deeds. Do not blame the Lord and develop a grouse against Him. Do not pay heed to trouble or take it as such. Rather engage yourself in the service of others and perform meritorious deeds. Continue relying on the name of the Lord for support. That is the sign of wisdom.

Ketika engkau mengalami penderitaan, ketahuilah bahwa hal tersebut sebagai akibat dari perbuatanmu di masa lalu. Jangan menyalahkan Tuhan dan mengeluh kepada-Nya. Jangan memikirkan masalah atau mengindahkannya. Lebih baik libatkan dirimu dalam pelayanan pada orang lain dan lakukan perbuatan yang bermanfaat. Teruslah bergantung pada Nama Tuhan sebagai sandaran. Itu adalah tanda kebijaksanaan.

-BABA

Friday, October 30, 2009

Thought for the Day - 30th October 2009 (Friday)


The Sadhaka (spiritual aspirant) must be vigilant not to lose his temper on trivial and petty matters, for that will retard his progress. Anger must be sublimated by systematic effort. One must resist the impulse to enter into discussions and arguments, for this breeds a spirit of rivalry and leads one towards feelings of anger and vengeance. Anger is at the root of all wrong behaviour. Hence, cultivate love towards all beings and thus keep undesirable habits and tendencies at bay.

Sadhaka (pencari spiritual) harus waspada untuk menghindari kehilangan kesabaran dan munculnya sifat-sifat buruk lainnya, karena akan menghambat kemajuan spiritualnya. Sifat marah harus dikendalikan dengan usaha yang keras. Para bhakta harus menghindari masuk ke dalam diskusi dan argument yang berlebihan, sehingga akan menjauhkan kita dari kemarahan dan sifat picik lainnya. Kemarahan merupakan sumber dari kebiasaan buruk lainnya. Oleh karena itu, kembangkanlah cinta kasih kepada sesama dan buanglah jauh-jauh semua sifat-sifat buruk.

-BABA

Thursday, October 29, 2009

Thought for the Day - 29th October 2009 (Thursday)


A sincere seeker and devotee can have no interest in the worldly pleasures and passions. These inferior desires have to be renounced, for they lie at the root of all misery. What exactly is Moksha or liberation? It is the Shanti (unruffled peace) obtained through the Sadhana (spiritual endeavour) of Chittha Shuddhi or cleansing of the heart. It is the negation of the impressions one gets through the senses.

Pencari Tuhan dan bhakta sejati tidak akan tertarik pada kesenangan dan keinginan duniawi. Keinginan ini harus kita tinggalkan, karena inilah akar permasalahan dari semua penderitaan. Apakah sebenarnya makna dari Moksa atau pembebasan? Moksa adalah kedamaian (Shanti) yang diperoleh lewat Sadhana dengan Chittha Shuddhi atau memurnikan hati. Pemurnian ini hanya didapatkan dengan pengekangan indera.

-BABA

Wednesday, October 28, 2009

Thought for the Day - 28th October 2009 (Wednesday)


You have to develop human values. Without this, you are human merely in form. Man is filled with qualities such as anger, desire, greed, jealousy, etc. These are animal qualities. Anger is the nature of a dog. Wavering mind is the quality of a monkey. You are neither a dog nor a monkey. When you are in a fit of anger, remind yourself that you are not a dog and your anger will diminish. Many animal qualities are rampant in human beings today. What we need to cultivate are the human qualities of compassion, truth, forbearance, empathy, etc.

Engkau harus mengembangkan nilai-nilai kemanusiaan. Tanpa nilai-nilai kemanusiaan ini, engkau hanyalah sekedar berwujud manusia. Manusia dipenuhi dengan kualitas seperti kemarahan, keinginan, ketamakan, iri hati, dll. Ini semua adalah kualitas binatang. Kemarahan adalah sifat alami dari anjing. Pikiran yang ragu-ragu adalah sifat dari kera. Engkau bukanlah anjing, maupun kera. Ketika engkau sedang marah, ingatkan dirimu sendiri bahwa engkau bukanlah anjing maka kemarahanmu akan berkurang. Saat ini, banyak sifat-sifat binatang merajalela pada manusia. Apa yang kita perlukan untuk menumbuhkan sifat-sifat manusia adalah belas kasihan, kebenaran, kesabaran, empati, dll.

-BABA

Tuesday, October 27, 2009

Thought for the Day - 27th October 2009 (Tuesday)


The present state of affairs is due to men losing faith in themselves and in the Shastras (Vedic scriptures). Even those who claim to have faith do not conduct themselves according to the Shastras. Consequently, virtues and goodness have declined in the world, and wickedness has gained the upper hand. If the current scenario is to be transformed and the world is to enjoy peace and security, everyone must cultivate faith in the Shastras and practise the injunctions enjoined therein.

Keadaan yang kacau seperti sekarang ini disebabkan oleh orang-orang kehilangan kepercayaan pada diri mereka sendiri dan pada Shastras (Kitab Suci Weda). Bahkan mereka yang mengaku percaya pada Weda tidak mempraktekkan ajaran-ajarannya. Akibatnya, kebajikan dan kebaikan menurun di dunia ini, dan kejahatan merajalela. Jika keadaan sekarang dapat dirubah, maka dunia akan menjadi damai dan aman. Setiap orang harus menumbuhkan kepercayaan pada Kitab Suci Weda dan mempraktekkan ajaran-ajaran yang ada di dalamnya.

-BABA

Monday, October 26, 2009

Thought for the Day - 26th October 2009 (Sunday)


Every act done with the consciousness of the body is bound to be egoistic. Selfless service can never be accomplished while being immersed in body consciousness. Consciousness of Deva (God) instead of Deha (body) will bring forth the splendour of Prema (Divine Love) from within the heart. With this idea as the inspiration and guide, man can achieve much good. We must cultivate the attitude that everything is as per God's will, that all is His Leela (Divine sport).

Setiap tindakan yang dilaksanakan dengan kesadaran badan akan cenderung bersifat mementingkan diri sendiri (egois). Saat tindakan tersebut dibenamkan dalam kesadaran badan, pelayanan tanpa pamrih tidak akan dapat dicapai. Kesadaran Deva (Tuhan) bukannya Deha (badan) akan membawa kecemerlangan Prema (Kasih Tuhan) dari dalam hati. Dengan gagasan ini sebagai inspirasi dan panduan, manusia dapat mencapai banyak kebaikan. Kita harus menumbuhkan sikap bahwa segala sesuatu adalah sesuai kehendak Tuhan, bahwa semua adalah Leela-Nya (permainan Tuhan).

-BABA

Sunday, October 25, 2009

Thought for the Day - 25th October 2009


Wherever there is a vacuum in any heart, love flows into it and is glad that it can fill the emptiness. It is never held back; it is offered in abundance without guile or deceit. It does not wear the cloak of falsehood, flattery or fear. The tendrils of love aspire to cling only to the garments of God. It senses that God resides in all His splendour in every heart. To discover that seat of God is real devotion.

Dimanapun ada kehampaan dalam hati, kasih mengalir ke dalamnya dan dengan senang hati mengisi kekosongan tersebut. Hal ini tidak pernah terhalangi, diberikan berlimpah tanpa kebohongan atau tipu daya. Tidak mengenakan jubah kepalsuan, pujian atau ketakutan. Sulur kasih ingin berpegang hanya pada jubah Tuhan. Dia merasakan bahwa Tuhan dengan segala kemuliaan-Nya berada dalam setiap hati. Untuk menemukan kediaman Tuhan tersebut adalah bhakti yang sesungguhnya.

-BABA