Wednesday, September 11, 2013

Thought for the Day - 11th September 2013 (Wednesday)


One cannot give adult food to a baby – you have to adjust the food to the needs and the digestive abilities of the child and gradually let the tastes develop with age. So too, you cannot reach the peak, in just one jump! It takes persistent effort and gradual progress to get to the top, is it not? Realize that it is a very hard job to negate the evidence of the senses. You can and must overcome the tendencies that have grown within you from hundreds of births. The truth that the world is an illusion and is a manifestation of the Divine is clear to a few, who have reached their destination. If you are an aspirant, until that realization hits you, you must persist in your path, patiently, with hope and sincere effort.

Seseorang tidak dapat memberikan makanan orang dewasa untuk bayi - engkau harus menyesuaikan makanan dengan kebutuhan dan kemampuan pencernaan anak dan secara bertahap membiarkan selera/cita rasa berkembang sesuai dengan usianya. Demikian juga, engkau tidak bisa mencapai puncak, hanya dengan satu lompatan! Bukankah dibutuhkan upaya yang gigih dan kemajuan yang bertahap untuk sampai ke puncak? Engkau hendaknya menyadari adalah merupakan suatu pekerjaan yang sangat sulit untuk meniadakan kecenderungan indrawi (duniawi). Engkau dapat dan harus mengatasi kecenderungan yang tumbuh dalam dirimu dari ratusan kelahiran. Bagi mereka yang telah mencapai tujuan, kebenaran bahwa dunia adalah ilusi dan merupakan manifestasi dari Tuhan adalah jelas. Jika engkau adalah seorang pencari spiritual, engkau harus bertahan di jalanmu, sabar, dengan harapan dan upaya yang tulus, sampai engkau menemukan kesadaranmu.
-BABA

Tuesday, September 10, 2013

Thought for the Day - 10th September 2013 (Tuesday)


The Dual or Non-dual approach to Divinity (Dwaitha or Adwaitha) are not distinct; they are stages of mental transformation. The fruit is the same; the sun and soil make it ripen through the intermediate stages of raw, tender and mature fruit. The day you realise that the Lord’s address is as specified in the Gita: “Ishwarah sarva bhutanam, hriddese, Arjuna Thishthati (O Arjuna, the Lord is in the heart of every being), that day you would have truly attained Him! To realize the Lord in every being, you must cultivate love and drive out the bats of hate, envy and malice that infest the dark caverns of your heart. Let the light of Love illumine your thoughts, your words, your activities, your movements and your judgements. When you are transmuted into love in this manner, the Lord, who is Love-Incarnate, will reveal Himself to you.

Pendekatan Divinity, dualisme atau non-dualisme  (Dwaitha atau Adwaitha) tidak berbeda; keduanya merupakan tahapan transformasi mental. Dapat diibaratkan seperti buah, matahari dan tanah membuatnya matang melalui berbagai tahapan yaitu mentah, setengah matang, dan akhirnya  matang. Saat engkau menyadari bahwa amanat Tuhan sebagaimana tercantum dalam Gita: "Ishwarah sarva bhutanam, hriddese, Arjuna Thishthati (O Arjuna, Tuhan berada dalam hati setiap makhluk), saat itu engkau akan benar-benar mencapai Beliau! Untuk menyadari keberadaan Tuhan dalam setiap makhluk, engkau harus mengembangkan cinta-kasih dan mengusir kelelawar kebencian, iri hati, dan kedengkian yang menempati gua-gua gelap dalam hatimu. Biarlah cahaya Cinta-kasih menerangi  pikiran, perkataan, perbuatan, pergerakan, serta penilaian-mu. Ketika engkau diubah menjadi cinta-kasih dengan cara ini, Tuhan, yang merupakan penjelmaan Cinta-kasih, akan menampakkan Diri-Nya dihadapanmu.
-BABA

Monday, September 9, 2013

Thought for the Day - 8th & 9th September 2013

Date: Sunday, September 08, 2013


You ask for Grace, which is rare and is available at a high cost. However, you pay only trash and are disappointed that you are unable to secure it! Isn’t it sheer avarice! You claim that you have been visiting Puttaparthi (or other sacred places) and have served there, longer than 18 years or so and expect huge chunks of Grace. But it is not the years that matter – what matters is the depth to which the roots of Karma (past actions) have grown from your previous births. It takes a long time and systematic effort to clear the field of all those growths - that effort is the sadhana, of good actions and worship (Karma and Upasana).

Engkau meminta Berkat Tuhan, yang langka dan tersedia dengan biaya yang tinggi. Walaupun demikian, engkau membayar tidak lain dengan barang yang tidak berharga dan kecewa bahwa engkau tidak bisa mendapatkan itu! Itu benar-benar merupakan suatu ketamakan! Engkau menyatakan bahwa engkau telah mengunjungi Puttaparthi (atau tempat-tempat suci lainnya) dan telah melakukan pelayanan di sana, lebih dari 18 tahun atau lebih dan mengharapkan Berkat yang besar. Namun bukan tahun-tahunnya yang penting - yang penting adalah kedalaman dari akar Karma (perbuatan di masa lalu) yang telah berkembang dari kelahiran sebelumnya. Dibutuhkan waktu yang lama dan upaya sistematis untuk membersihkan itu dari semua pertumbuhannya - upaya-upaya itu adalah sadhana, dari perbuatan baik dan ibadah (Karma dan Upasana).
-BABA

Date: Monday, September 09, 2013


Vinayaka is the Lord who removes all obstacles. The elephant is noted for its acute intelligence. Ganesha's elephant head symbolises sharpness of intellect and the highest power of discrimination. In a forest, when an elephant moves through the jungle, it clears all the obstacles, and leads the way for others to follow. Likewise, worship Ganesha at the start of any activity. His Grace is sufficient to clear all the obstacles in your path and grant success in your undertakings. The small mouse is a clever and lively creature. Symbolically it implies that we should be wise, agile and diligent in our actions. Vinayaka is a deity of infinite potency, who encompasses the entire universe within Himself. Accord Him a place of honour and secure His Grace. Then your journey of life will be made smoother and happier.

Vinayaka adalah Tuhan yang dapat menyingkirkan semua hambatan. Gajah ini terkenal karena kecerdasannya yang tajam. Kepala Ganesha yang berbentuk gajah melambangkan ketajaman akal dan kemampuan  diskriminasi tertinggi. Di hutan, ketika gajah berjalan melalui hutan, ia membersihkan semua rintangan, dan memimpin jalan bagi yang lain untuk mengikutinya. Demikian juga, pujalah Ganesha pertama kali pada setiap aktivitas yang dilakukan. Berkat-Nya cukup untuk menghapus semua hambatan di jalanmu dan memberikan kesuksesan padamu. Tikus kecil adalah makhluk yang cerdas dan lincah. Secara simbolis itu berarti bahwa kita harus bijak, lincah, dan tekun dalam tindakan kita. Vinayaka adalah Dewa yang memiliki kemampuan yang tak terbatas, yang meliputi seluruh alam semesta dalam diri-Nya. Berikanlah Beliau tempat yang terhormat dan dapatkanlah berkat-Nya. Maka perjalanan hidupmu akan dibuat lebih lancar dan lebih berbahagia.
-BABA

Saturday, September 7, 2013

Thought for the Day - 7th September 2013 (Saturday)

The Sun is up in the sky during the day. It is the passing clouds that hide it from your vision sometimes, is it not? Similarly, the sensory world is the cloud that hides the Divine (Atma), ever shining in the firmament of your heart. The same mind that gathers the clouds also has the capability to disperse them in an instant! The wind gathers the clouds from all quarters and renders the sky dark. Sometimes, in a few moments, the same wind can change the direction and send the clouds in a scurry to wherever they came from! Then, the Sun becomes visible. So your mind is all powerful. Train it to disperse the clouds, not to gather them. Every aspirant must accomplish this training of their minds by following rigorous and systematic discipline.

Matahari ada di langit atas pada siang hari. Bukankah, kadang-kadang awan menyembunyikannya dari pandanganmu? Demikian pula, kesenangan duniawi adalah awan yang menyembunyikan Ilahi (Atma), yang sesungguhnya bersinar di cakrawala hatimu. Pikiran yang sama yang mengumpulkan awan juga memiliki kemampuan untuk membuyarkan mereka dalam sekejap! Angin mengumpulkan awan dari semua penjuru dan membuat langit menjadi gelap. Kadang-kadang, dalam beberapa saat, angin yang sama dapat mengubah arah dan mengirim awan dengan cepat ke mana pun mereka berasal! Kemudian, Matahari menjadi terlihat. Jadi pikiranmu adalah semua kekuatanmu. Latihlah untuk membuyarkan awan, tidak mengumpulkan mereka. Setiap para pencari spiritual harus menyelesaikan latihan ini dalam pikiran mereka dengan mengikuti disiplin spiritual yang ketat dan sistematis .
-BABA

Friday, September 6, 2013

Thought for the Day - 6th September 2013 (Friday)


There are two very important statements in the Bhagavad Gita, which you must take to heart and profit from: Shraddhavan Labhate Jnanam (The one steady in faith gains wisdom and liberation) and Samshayaathma Vinashyathi (Doubt leads to perdition, spiritual ruin). Dwell on these axioms and practice the spiritual disciplines of repetition of the Lord’s name and meditation on His form. Gopis of Brindavan yearned for the Lord with purity in their hearts and attained union with Him. You too must fill your mind with His beautiful form and contemplate on the glory of the Lord. Then you can attain Divinity. This is the pursuit that is worthy, not the pursuit of fame, nor the friendship of the famous.

Ada dua pernyataan yang sangat penting dalam Bhagavad Gita, yangmana harus engkau bawa ke dalam hati dan mendapatkan manfaat darinya: Shraddhavan Labhate Jnanam (orang yang mantap dalam keyakinan akan mencapai kebijaksanaan dan pembebasan) dan Samshayaathma Vinashyathi (keraguan menyebabkan keruntuhan, kehancuran spiritual). Renungkanlah aksioma ini dan praktikkanlah disiplin spiritual dengan pengulangan nama Tuhan dan bermeditasi pada Wujud-Nya. Para gopi di Brindavan merindukan Tuhan dengan kemurnian hati mereka dan menyatu dengan-Nya. Engkau juga harus memenuhi pikiranmu dengan Wujud indah-Nya dan merenungkan kemuliaan Tuhan. Kemudian engkau dapat mencapai Divinity. Inilah pencarian yang berguna, tidak mengejar ketenaran, maupun persahabatan dengan yang termasyhur.
-BABA

Thursday, September 5, 2013

Thought for the Day - 5th September 2013 (Thursday)

Teaching is the process in which the teacher and the taught co-operate, a pleasant and useful experience for both. When teachers enter the classroom, children salute them; that is a lesson in humility, in respecting age and scholarship, and in gratitude for the service rendered. The teachers too, should decide to deserve the salutation through their sincere efforts and selfless service. Move the students through your love. Do not win the respect of the student through fear. Education is a slow process, like the unfolding of a flower, the fragrance becoming deeper and more perceptible as the flower silently blossoms, one petal at a time. The unfolding will be helped if the teacher is a fine example of discrimination, humility and clear-sightedness, rather than a person engaged in the task of mere repetitive teaching and coaching for examinations. Example, not precept, is the best teaching aid.


Pengajaran adalah proses di mana sang pengajar (guru) dan yang diajar (siswa) bekerja sama, memberikan pengalaman yang berguna dan menyenangkan bagi keduanya. Ketika guru masuk kelas, anak-anak memberikan salam hormat pada mereka; ini sebuah pelajaran kerendahan hati,  yaitu menghormati yang lebih tua dan memiliki ilmu pengetahuan, dan rasa syukur atas pelayanan yang diberikan. Para guru juga hendaknya memberikan salam dengan tulus dan memberikan pelayanan tanpa pamrih. Guru hendaknya menggerakkan hati para siswa melalui cinta-kasih. Janganlah mendapatkan rasa hormat siswa melalui rasa takut. Pendidikan adalah proses yang lambat, dapat diibaratkan seperti mengembangnya bunga; keharumannya menjadi lebih mendalam dan lebih jelas terlihat  karena bunga mekar secara perlahan kelopak demi kelopak satu demi satu. Perkembangannya akan dibantu jika guru adalah contoh yang baik dari diskriminasi, kerendahan hati, dan memiliki pandangan yang jernih, daripada seorang guru yang hanya menjalankan tugasnya dalam mengulang-ulang pengajaran dan hanya sekedar sebagai pembimbing dalam ujian.  Contoh, itulah pengajaran yang terbaik, bukan sekedar memberikan petunjuk.
-BABA

Wednesday, September 4, 2013

Thought for the Day - 4th September 2013 (Wednesday)

In the present times, it is impossible to find virtuous people or virtues holding sway over people’s minds. People have lost the fear of a fall and become worse than animals. During previous centuries, Rajput women immolated themselves rather than fall into the hands of wicked foes. When Hanuman offered to take Sita back to Rama, the virtue of Sita would not allow her to accept the offer. She said that it would best suit her husband's fame if he himself avenges the wrong and rescues her. Hanuman's taking her, would be a repetition of what Ravana did, for he too stole her secretly while Rama was away. She did not consider her immediate relief as more important than the implications of that step to her virtue and her husband's fair name. It all lies in the vision that you command, that you have equipped yourselves with.

Di masa sekarang ini, merupakan hal yang mustahil untuk menemukan orang yang berbudi luhur atau orang-orang yang pikirannya senantiasa dipengaruhi oleh kebajikan. Orang-orang telah kehilangan rasa takut akan kemerosotan dan menjadi lebih buruk dari hewan. Selama berabad-abad sebelumnya, wanita Rajput (Rajput adalah akronim dari Raja putra = putra raja; women Rajput = istri/permaisuri putra raja) lebih baik mengorbankan diri mereka sendiri daripada jatuh ke tangan musuh yang jahat. Ketika Hanuman diberikan tugas untuk membawa Sita kembali kepada Rama, Sita menyampaikan kepada Hanuman bahwa ia tidak mungkin dibawa oleh Hanuman. Sita mengatakan bahwa yang terbaik yang seharusnya dilakukan sesuai dengan ketenaran suaminya adalah jika ia sendiri (Sri Rama) yang membela dan menyelamatkannya. Hanuman mengatakan, akan lebih baik jika Ravana meniru hal ini, karena Ravana mencuri Dewi Sita secara diam-diam sementara Rama pergi. Dewi Sita tidak memikirkan agar ia bisa segera mendapatkan keselamatannya sendiri, ia menganggap yang lebih penting adalah implikasi dari langkah-langkah kebajikannya dan ketenaran nama baik suaminya. Semuanya terletak pada visi yang engkau miliki, yangmana telah dilengkapi dalam dirimu sendiri.

-BABA