Showing posts with label Bhakti. Show all posts
Showing posts with label Bhakti. Show all posts

Tuesday, December 9, 2008

Thoughts for the Day - 10th December 2008 (Wednesday)


In the discipline of Bhakti (devotion), one has to stand the test at the hands of the Lord. He has to hold on to the Lord's name at all times and under all conditions, without the slightest trace of dislike or disgust, bearing the ridicule and the criticism of the world and conquering the feelings of shame and defeat.

Dalam menjalankan disiplin Bhakti (devotion), engkau harus siap untuk menjalani cobaan dari-Nya. Engkau harus memegang teguh nama-Nya di setiap saat dan segala kondisi tanpa berkeluh-kesah. Engkau harus tahan terhadap segala bentuk kritikan maupun cemoohan. Hendaknya engkau sanggup mengalahkan perasaan malu maupun perasaan minder lainnya.
-BABA

Thursday, May 29, 2008

Thoughts for the Day - 30th May 2008 (Friday)


Bhakti (devotion) is defined as a means of discovering the Divine reality within each being. Four steps are laid down in the scriptures to help man succeed in this effort - discrimination between the permanent and the ephemeral; withdrawal from the process of catering to the senses; positive control of the feelings, thoughts and pursuits, and incessant yearning for liberation from all bonds. Bhakti is the urge which manifests as all these four endeavours. It directs man to have God ever in mind and to cultivate love for God within him.

Bhakti (devotion) didefinisikan sebagai salah-satu cara untuk menemukan realitas Divine di dalam diri setiap orang. Di dalam kitab suci tertera empat langkah untuk membantu manusia dalam mencapai kesuksesan dalam upaya tersebut, yaitu: diskriminasi antara yang permanen dan yang sementara; mengurangi atau menghentikan proses-proses yang terlalu memanjakan panca indera; kontrol positif atas bentuk-bentuk perasaan, pikiran dan tindakan, serta rasa rindu yang mendalam agar dapat terbebaskan dari setiap bentuk ikatan. Dengan perkataan lain, Bhakti adalah dorongan (batin) yang memanifestasikan keempat hal tersebut, ia bersifat mengarahkan manusia agar senantiasa memiliki Tuhan di dalam mata batinnya serta memupuk cinta-kasih Ilahiah di dalam dirinya.
-BABA

Wednesday, December 5, 2007

Thoughts for the Day - 6th December 2007 (Thursday)




Bhakti (Devotion to God) is like a king who has two attendants called wisdom and detachment. Bhakti must be built upon the foundation of wisdom; it must blossom in to detachment from the world. Prema (Love) gives rise to Daya (compassion), Vairagya (detachment) and induces Dama (self-control) and finally leads us along the path of Dharma (righteousness).

Bhakti (devotion kepada Tuhan) adalah ibarat seorang raja yang mempunyai dua orang pengawal bernama: kebijaksanaan dan ketidak-melekatan. Bhakti haruslah dibangun di atas landasan kebijaksanaan; ia harus tumbuh mekar menjadi ketidak-melekatan atas hal-hal yang bersifat duniawi. Prema (cinta-kasih) menghasilkan Daya (welas-asih), Vairagya (ketidak-melekatan) dan selanjutnya membuahkan Dama (pengendalian diri); sehingga pada akhirnya akan menuntun kita di sepanjang jalan Dharma (kebajikan).

-BABA