Showing posts with label New Year. Show all posts
Showing posts with label New Year. Show all posts

Saturday, April 12, 2008

Thoughts for the Day - 13th April 2008 (Tamil New Year)


Today is a sacred day which has to be spent in sacred thoughts and deeds and not in cheap debilitating sensual pleasures and pastimes. Of course, people in their ignorance resort to these hollow hilarities, urged by their innate and inescapable urge for Ananda (supreme bliss). The Ananda within seeks Ananda pure and undefiled. It can be secured only through the satisfaction of higher and more sublime desires like realizing the Ultimate. Each festival has been designed by the sages as a step in the progress of man towards this goal. Nevertheless, we are casting many a New Year Day behind us, unmindful of its significance. Year after year is wasted in misdirected effort at attaining Ananda, and in the consequent misery and despair.

Hari ini adalah hari suci yang seharusnya dimanfaatkan untuk pemikiran-pemikiran yang luhur serta melakukan tindakan kebajikan. Janganlah engkau menyia-nyiakannya dengan terlarut dalam pemuasan kesenangan indriawi serta hal-hal lainnya yang tak berguna. Diakibatkan oleh karena kebodohan batinnya, banyak orang yang menjalani kesenangan yang serba semu dalam upayanya untuk mencari Ananda (kebahagiaan tertinggi). Jenis Ananda yang hendaknya kita cari adalah Ananda yang murni dan tanpa cela, dan itu hanya akan bisa diperoleh melalui pemuasan terhadap keinginan yang luhur seperti keinginan untuk merealisasikan Sang Atma. Setiap festival/perayaan hari-hari besar telah dirancang sedemikian rupa oleh para rishi sebagai salah satu langkah bagi manusia untuk mencapai tujuan akhirnya. Namun walaupun begitu, engkau telah melewatkan begitu banyak tahun baru sebelumnya dan ternyata engkau tidak/belum menyadari pengertiannya yang sebenarnya. Tahun demi tahun telah disia-siakan dalam upaya yang tidak terarah untuk mencapai Ananda, dan sebagai konsekuensinya penderitaan dan kesusahan masih tetap menghantuimu.
-BABA

Sunday, April 6, 2008

Thoughts for the Day - 7th April 2008 (Monday)


Manava (man) is the very embodiment of divinity. ‘Ma’—not, ‘Nava’—new, i.e., man is not new. He is Purathana (ancient) and Sanathana (eternal). Man has been in existence for countless number of years. Every second of life is new. Thus, there is no particular sanctity about the beginning or ending of a year. The time or date is not the cause of your happiness or misery. Your own Karma (actions) in the past is the cause of both your happiness and misery. As is the seed, so are the plant and fruit; they cannot be different. Do not waste your mental energy in speculations of this or that happening.

Manava (manusia) adalah perwujudan divinity. 'Ma' artinya 'tidak' dan 'Nava' artinya 'baru', jadi Manava mempunyai arti bahwa manusia bukanlah sesuatu yang baru. Manusia adalah Purathana (ancient/kuno) dan Sanathana (abadi). Manusia sudah eksis untuk selama waktu yang tak terhingga. Setiap momen/detik kehidupan adalah momen yang baru. Oleh sebab itu, sebenarnya tidak ada sesuatu yang spesial di awal maupun di akhir tahun. Waktu ataupun tanggal tertentu bukanlah faktor penyebab dari kebahagiaan maupun kesedihanmu. Yang bertanggung jawab adalah justru karena Karma (perbuatanmu di masa yang lampau). Sebagaimana halnya benih yang engkau tanamkan, maka demikian pula tanaman dan buah yang akan engkau peroleh; ketiga-tiganya tidak mungkin berbeda satu sama lainnya. Oleh sebab itu, janganlah engkau membuang-buang energi batinmu hanya untuk berspekulasi tentang hal-hal yang akan terjadi (di tahun yang baru ini).
-BABA