Showing posts with label peace. Show all posts
Showing posts with label peace. Show all posts

Monday, July 14, 2008

Thoughts for the Day - 15th July 2008 (Tuesday)


The proof of rain is in the wetness of the ground. Likewise, the proof of true devotion is in the peace of mind that the aspirant has been able to attain - the peace that protects him against the onslaught of failures and disappointments, the stillness of mind which is not agitated by loss and dishonour or perturbed by anger, jealousy and other lower passions. Know that you are the embodiment of that peace. Whoever has the determination, discrimination, steadfastness and the earnestness to reach the goal will reach it.

Bukti bahwa telah turunnya hujan bisa dilihat dari lantai yang basah. Demikian pula, bukti dari ada/tidaknya bhakti yang sejati dapat terlihat dari ketenangan batin yang dimiliki oleh sang aspiran, yaitu ketenangan yang akan melindunginya di saat-saat mengalami kegagalan maupun kekecewaan, ketenangan batin yang tidak terpengaruh oleh untung maupun rugi, kemarahan, kecemburuan maupun dorongan-dorongan negatif lainnya. Ketahuilah bahwa dirimu adalah perwujudan kedamaian. Siapapun juga yang memiliki kebulatan tekad, kemampuan diskriminatif, kemantapan hati serta dorongan kuat untuk mencapai tujuan, maka ia pasti akan berhasil.

-BABA

Tuesday, March 4, 2008

Thoughts for the Day - 5th March 2008 (Wednesday)



You cannot find peace outside. It is within your heart, so search within. The heart is always filled with peace, love and bliss. It is the basis of all the sacred qualities, such as compassion, love, tolerance etc. All that emanates from your heart is sacred. It is attachment to the body that is the cause of all the evil qualities, such as desire, anger, greed, pride, and jealousy. People undertake many spiritual practices in an attempt to sanctify their lives but, without purity of heart, these will be of no avail. First, purify your heart. Do not give any scope for wicked feelings such as desire, anger and greed. In the spiritual path, these three are the worst enemies.

Engkau tidak akan bisa menemukan kedamaian di luar (dari dirimu). Ia ada di dalam hatimu, oleh sebab itu, carilah di dalam dirimu sendiri. Di dalam hati (nurani) kita terdapat kedamaian, cinta-kasih dan bliss (kebahagiaan). Hati nurani kita merupakan sumber dari semua kualitas-kualitas murni seperti: welas-asih, cinta-kasih, toleransi dan sebagainya. Segala sesuatu yang bersumber dari hatimu pastilah suci. Kemelekatan terhadap badan jasmani merupakan sumber penyebab kualitas-kualitas negatif seperti: keinginan/nafsu, kemarahan, keserakahan, kesombongan dan keiri-hatian. Orang-orang melaksanakan banyak praktek-praktek spiritual dengan tujuan untuk mensucikan kehidupannya, namun ketahuilah bahwa bila engkau tak memiliki hati yang murni, maka semua upaya-upayamu tersebut tak akan ada manfaatnya! Oleh sebab itu, sebagai langkah awal, sucikan hatimu terlebih dahulu! Janganlah menyimpan perasaan-perasaan jahat seperti keinginan, kemarahan dan keserakahan. Di dalam jalan spiritual, kualitas negatif seperti itu merupakan musuh yang paling berbahaya!

-BABA

Friday, December 14, 2007

Thoughts for the Day - 15th December 2007 (Saturday)




Worldly life is full of sorrow and suffering. Lord Krishna said in the Bhagavad Gita - "Anityam asukham loke imam prapya bhajasvamaam" meaning the world is ephemeral and full of misery; contemplate on Me constantly. Having taken human birth, you must find fulfilment in life. You must pursue a noble path. Do not get inflated by praise; be above praise and blame. Foster peace. Where is peace? It is not available in the market ready for sale! Peace is to be found within you. In the world outside, you find only 'pieces'.

Kehidupan duniawi penuh dengan kesedihan dan penderitaan. Batara Krishna telah mendeklarasikan dalam kitab Bhagavad Gita “Anityam asukham loke imam prapya bhajasvamaam”, artinya: dunia ini bersifat maya dan penuh dengan penderitaan, oleh sebab itu, lakukanlah kontemplasi kepada-Ku secara konstan. Oleh karena engkau sudah terlahir sebagai manusia, maka engkau harus mencapai tujuan tertinggi dari kehidupan ini. Engkau harus mengikuti jalan yang luhur dan mulia. Janganlah engkau menjadi lupa-daratan ketika dipuji; buatlah dirimu agar tidak terpengaruh oleh pujian maupun celaan. Peliharalah kedamaian. Dimanakah kedamaian itu terdapat? Ia bukanlah suatu komoditi yang dijual bebas di pasar! Kedamaian hanya bisa dijumpai di dalam dirimu sendiri. Yang terdapat di luar hanyalah ‘pieces’ (ketidak-akuran, ketidak-tentraman, dan lain-lain).

-BABA