Thursday, October 11, 2007

Thoughts for the Day - 14th October 2007 (Sunday)



All men are made of the same divine essence. Service to man will help your Divinity to blossom, for it will gladden your heart and make you feel that life has been worthwhile. Service to man is service to God, for He is in everyman, nay, every living being, stone and stump. Dedicate your talents to God; let every act be a flower free from creeping worms of envy and egoism, and full of the fragrance of love and sacrifice.

Setiap orang terlahir dari esensi divine yang sama. Pelayanan kepada sesama manusia akan membantu bermekarnya Divinity-mu, sebab tindakan pelayanan itu akan menggembirakan hatimu dan akan membuatmu merasa bahwa kehidupanmu telah menjadi bermanfaat. Pelayanan kepada sesama manusia adalah merupakan pelayanan kepada Tuhan, sebab Beliau eksis di dalam diri setiap orang dan bahkan di dalam diri setiap mahluk, bebatuan dan pepohonan. Dedikasikanlah keahlianmu kepada-Nya; biarkanlah setiap tindakanmu menjadi sekuntum bunga yang layak untuk dipersembahkan serta terbebas dari hama-hama dalam bentuk keiri-hatian dan egoisme, dan dipenuhi oleh aroma semerbak cinta-kasih dan pengorbanan.

-BABA

Thoughts for the Day - 13th October 2007 (Saturday)




Many spiritual aspirants are under a misconception today. If you ask them why they are doing various forms of Sadhana (spiritual practices), they reply that they are doing them in order to merge with God. Do not think that you are human and that you have to reach the state of the Divine. Know that you have descended from God, as a human being, and that eventually you will go back to your source. Do not regard God as someone separate and distinct from you, God is very much within you.

Banyak aspiran spiritual yang memiliki pengertian yang salah dewasa ini. Jikalau engkau bertanya kepadanya tentang mengapa mereka melakukan berbagai jenis sadhana (praktek spiritual), maka mereka akan menjawab bahwa tindakan yang dilakukannya adalah agar supaya ia dapat bersatu (merge) dengan Tuhan. Janganlah engkau beranggapan bahwa dirimu hanyalah seorang manusia (biasa) dan bahwa engkau harus berupaya keras untuk bisa mencapai status ke-Tuhan-an. Ketahuilah bahwa engkau berasal dari Tuhan dan sekarang menjadi manusia; dimana kelak pada suatu hari, engkau akan kembali bersatu dengan sumber-asalmu. Janganlah menganggap Tuhan sebagai entitas yang terpisah dan jauh darimu, sebab Tuhan sebenarnya ada di dalam dirimu sendiri.

-BABA

Thoughts for the Day - 12th October 2007 (Friday)

Goddesses Durga, Lakshmi, and Saraswathi dwell in the human heart. They represent the three kinds of potencies in man: Ichchaa Shakthi (will power), Kriya Shakthi (power of purposeful action), and Jnana Shakthi (power of discernment). What should one do during these ten days of the sacred Navarathri festival? Convert your Ichchaa Shakthi into a yearning for God. Convert your Kriya Shakthi into a force for performing Divine actions. Convert your Jnana Shakthi into the Divine Itself.

Dewi Durga, Lakshmi dan Saraswathi bersemayam di dalam hati manusia. Mereka merepresentasikan tiga jenis potensi (kekuatan) di dalam diri setiap orang, yaitu: Ichchaa Shakthi (kekuatan kehendak/will power), Kriya Shakthi (kekuatan untuk melakukan tindakan yang berguna), dan Jnana Shakthi (kekuatan untuk membedakan antara yang baik dan salah). Apa yang harus engkau lakukan dalam sepuluh hari perayaan Navarathri? Alihkanlah Ichchaa Shakti-mu ke dalam bentuk kerinduan kepada Tuhan. Kemudian arahkanlah Kriya Shakthi menjadi daya dorong untuk melaksanakan tugas-tugas Divine, dan selanjutnya konversikanlah Jnana Shakti menjadi Divine.

-BABA

Wednesday, October 10, 2007

Thoughts for the Day - 11th October 2007 (Thursday)

Dharma (righteousness) purifies the mind and leads you to God. It creates a taste for the Name and Form of God. When you love the Name and Form of God, you will naturally respect and obey the command of God. Have the Name on the tongue and Form in the eye; and the demon of unending desire will fly away from your mind, leaving joy and contentment within. This kind of constant contemplation on the indwelling God will promote love for all beings. You will then see good in others and you will strive to do good to others.

Dharma (kebajikan/perbuatan bajik) akan memurnikan batinmu serta menuntunmu kepada Tuhan. Ia akan mendorongmu untuk merasakan manisnya nama serta indahnya wujud Tuhan. Apabila engkau mencintai nama dan wujud-Nya, maka secara naluriah engkau akan menghormati dan menuruti perintah Tuhan. Oleh sebab itu, peliharalah selalu nama Tuhan di lidahmu dan rupa-Nya di matamu; maka dengan demikian, keinginan yang tiada berkesudahan akan terbang meninggalkan batinmu, sehingga hanya menyisakan kebahagiaan dan kepuasaan batin. Inilah jenis kontemplasi yang perlu dilakukan secara terus-menerus guna membangkitkan cinta-kasih kepada semua mahluk. Dengan begitu, engkau hanya akan melihat kebaikan di dalam diri orang lain dan akan selalu berupaya untuk berbuat baik kepadanya.

-BABA

Tuesday, October 9, 2007

Thoughts for the Day - 10th October 2007 (Wednesday)

The devotee regards both, persons of high character and persons of low character as actors in the Divine play. When he insults or injures anyone, he is, in fact, inflicting insult and injury on the God he adores. He cannot reap the harvest of grace or the bliss of the Atma if he sows spiritual ardour in a heart full of the weeds of greed and hate. The basic moral prescription for the devotee who aspires to be near and dear to the Avatar (Divine Incarnation) is: Worship God and offer love to Him in every living being.

Para bhakta memperlakukan setiap orang – baik yang memiliki karakter mulia maupun bobrok – sebagai aktor dalam permainan (sandiwara) Divine. Apabila ia menghina atau melukai siapapun, maka itu sama saja dengan penghinaan dan tindakan melukai Tuhan yang dipujanya. Apabila ia menabur benih semangat spiritual di hati yang dipenuhi oleh hama keserakahan dan kebencian, maka mustahil baginya utnuk dapat memanen rahmat atau bliss dari Atma. Persyaratan moral yang utama bagi seorang bhakta yang beraspirasi untuk berdekatan (secara fisik dan hati) dengan seorang Avatar (inkarnasi Ilahi) adalah melalui: Ibadah kepada Tuhan dan mempersembahkan cinta-kasih kepada-Nya melalui setiap mahluk hidup.

-BABA

Monday, October 8, 2007

Thoughts for the Day - 9th October 2007 (Tuesday)


Like a student leaving college once the degree is awarded, human beings attain liberation once the Truth is realised. They can leave behind them their college with all the study that it entails. But the degree must be earned. Why are you averse to making the effort which is involved? Instead, you run after one teacher or another, hoping to avail yourself of his victory. If he has achieved, of what value will that be to you?

Seperti layaknya para mahasiswa yang meninggalkan kampusnya setelah berhasil meraih gelar kesarjanaannya; maka demikian pula, manusia akan mencapai pembebasan setelah ia berhasil merealisasikan kebenaran. Setelah gelar berhasil dicapai, maka para mahasiswa sudah boleh meninggalkan dunia akademik dengan segala persyaratan studinya. Persyaratan utamanya adalah bahwa masing-masing mahasiswa harus lulus ujian kesarjanaan... Mengapa engkau menolak melakukan upaya-upaya yang memang diharuskan (yaitu studi)? Alih-alih belajar dengan sungguh-sungguh, engkau malahan berpindah-pindah dari satu guru ke guru lainnya, berharap untuk memetik manfaat dari kehebatan masing-masing guru tersebut. Jikalau guru-gurumu berhasil meraih kesuksesan dalam studinya masing-masing, lalu apa manfaatnya bagi dirimu?

-BABA

Saturday, October 6, 2007

Thoughts for the Day - 8th October 2007 (Monday)



God's grace is the greatest wealth. To consider the amassing of money, gold or other material objects as the ultimate goal is not right. The goal of life instead, should be the acquisition of the divine wealth of God's grace. Try to win His grace by reforming your habits, reducing your desires and refining your nature. One step makes the next one easier; that is the unique quality of the spiritual path. With each step, your strength and confidence increases and you feel the Lord's grace all the more.

Karunia Tuhan merupakan kekayaan yang paling bernilai. Sungguh salah bila ada yang menganggap bahwa tujuan kehidupan ini hanyalah sekedar untuk mengumpulkan uang, emas ataupun benda-benda materi lainnya. Sebaliknya, maksud & tujuan utama kehidupan ini adalah untuk mendapatkan kekayaan divine dalam bentuk rahmat/karunia Tuhan. Berusahalah untuk mendapatkan rahmat Tuhan dengan cara memperbaiki kebiasaan-kebiasaan (jelek)mu, mengurangi nafsu keinginan serta semakin memantapkan ucapan, perbuatan dan pikiranmu. Satu langkah pemula akan membuat langkah berikutnya menjadi lebih gampang, inilah keunikan kualitas jalan spiritual. Dengan setiap langkah, kekuatan dan keyakinanmu akan semakin bertambah, sehingga engkau akan semakin merasakan karunia-Nya yang semakin bertambah pula.

-BABA