Showing posts with label service. Show all posts
Showing posts with label service. Show all posts

Tuesday, September 23, 2008

Thoughts for the Day - 24th September 2008 (Wednesday)


During our lives we accept the help rendered to us by many thousands. We have to pay back this debt by helping as many people as we can. With genuine keenness or readiness to serve others, you can be happy in any group or community. Derive bliss through Seva (service) that is done without any desire to get something in return. When you get a chance to help someone, rejoice at your good fortune. The very eagerness to serve others will endow you with the power and skill necessary for the required service.

Sepanjang kehidupan ini, kita menerima begitu banyak bantuan yang diberikan kepada kita oleh banyak pihak. Untuk itu, kita juga harus membayar hutang budi ini dengan membantu orang lain sebanyak mungkin sesuai dengan kemampuan kita. Dengan keinginan yang tulus serta kesiapan untuk melayani, engkau akan merasa senang berada dalam kelompok ataupun komunitas masyarakat yang manapun juga. Carilah bliss (kebahagiaan) melalui praktek Seva (pelayanan) yang diberikan tanpa adanya keinginan untuk mencari imbalan. Ketika engkau mendapatkan kesempatan untuk menolong seseorang, maka bersyukurlah atas kesempatan yang diberikan kepadamu itu. Apabila engkau memiliki semangat melayani yang tinggi, maka dengan sendirinya semangat itu akan membekalimu kekuatan serta ketrampilan yang diperlukan dalam praktek pelayanan tersebut.
-BABA

Friday, June 6, 2008

Thought for the Day - 7th June 2008 (Saturday)


Service is God. Why has God endowed man with a body, a mind and an intellect? Feel and empathise with the suffering through your mind, plan using your intelligence and use the body to serve those are in need. Offer that act of service to God; worship Him with that flower. Put into daily practice the ideals that Sai has been propagating and make them known all over the world by standing forth as living examples of their greatness.

Pelayanan adalah Tuhan. Mengapa manusia dibekali dengan badan jasmani, mind (batin) dan intellect (buddhi/kemampuan untuk membedakan antara yang baik dan salah)? Tujuannya adalah agar kita bisa merasakan dan mengembangkan sikap empatik terhadap penderitaan (orang lain) melalui mind, merencanakan sesuatu dengan intelligence (buddhi) dan menggunakan badan jasmani kita untuk melayani mereka yang membutuhkan pertolongan. Persembahkanlah tindakan pelayananmu itu terhadap Tuhan; beribadahlah kepada-Nya dengan persembahan berupa perbuatan bajikmu itu. Praktekkanlah idealisme-idealisme yang diajarkan oleh Sai dalam kehidupanmu sehari-hari dan jadilah contoh suri teladan atas kemuliaan ajaran-ajaran-Nya.
-BABA

Friday, April 18, 2008

Thoughts for the Day - 19th April 2008 (Saturday)


Engage yourselves in selfless service. The reward for it will come of its own accord. Do not have any doubts on this score. Whatever you undertake, do it with all your heart and to your full satisfaction. That satisfaction is all the reward and recompense that you will need. It will confer great strength on you. This is the virtue that you have to cultivate. Acquire this true wealth. Without goodness, all other riches are of no avail.
Libatkanlah dirimu secara aktif di dalam tindakan pelayanan tanpa pamrih (seva). Engkau akan memetik hasilnya yang setimpal. Janganlah engkau meragukan tentang hal ini. Apapun juga tindakan yang akan engkau lakukan, maka lakukanlah dengan sepenuh hati dan sepuas hatimu. Kepuasan yang engkau peroleh merupakan anugerah tersendiri yang engkau butuhkan. Ia akan memberimu kekuatan dan inilah virtue (sikap luhur) yang harus engkau kembangkan. Inilah kekayaan yang sebenarnya, sebab tanpa adanya perilaku yang bajik, maka semua bentuk kekayaan lainnya menjadi tidak berguna sama sekali.
-BABA

Saturday, March 29, 2008

Thoughts for the Day - 31st March 2008 (Monday)


Seva (selfless service) brings out all that is great in man. It broadens the heart and widens one's vision. It fills one with joy. It promotes unity. It proclaims the truth of the spirit. It drives out all the evil qualities in man. It must be regarded as a great spiritual discipline. All relationships of husband and wife, mother and child, employer and the employee are based on mutual service. The world is progressing because of such mutual service. If the principle of service did not operate, the world would come to a halt. It is only when man is filled with the spirit of service that his divine nature is recalled. He then experiences the peace the passeth all understanding.

Seva (pelayanan tanpa pamrih) akan membangunkan kualitas-kualitas positif di dalam diri manusia. Ia akan semakin memperluas pandangan serta melapangkan hati. Ia akan menghasilkan keceriaan serta mempromosikan unity (persatuan). Seva memproklamirkan spirit (jiwa) dalam identitas sejatinya dan mengusir kualitas-kualitas negatif di dalam diri manusia. Hendaknya seva diperlakukan sebagai disiplin spiritual yang luar biasa. Setiap bentuk hubungan antar manusia, baik antara suami dan isteri, antara ibu dan anak, antara majikan dan karyawan - semua hubungan itu didasari oleh mutual service (pelayanan saling mutualistik - saling memberi manfaat). Dunia ini mengalami kemajuan sebagai akibat adanya mutual service tersebut. Jikalau saja prinsip tentang pelayanan ini tidak berfungsi sebagaimana mestinya, maka dunia ini akan berhenti total. Sifat Ilahiah di dalam diri manusia hanya akan terealisasi jikalau semangat pelayanan di dalam dirinya dibangkitkan. Pada saat itu, maka manusia akan mengalami kedamaian yang melampaui segala bentuk pemahaman.
-BABA

Thoughts for the Day - 28th March 2008 (Friday)


Seva (service) opens the eyes of man to the comprehensive unity of creation. The easiest and most fruitful expression of Dharma (righteousness) today consists in doing service as worship of the Divine around you. Dedicate all your skills, talents, wealth and scholarship to the living embodiments of Divinity around you. That is the Dharmashakthi (power of right activity) which can draw grace upon you.

Seva (aktivitas pelayanan) akan membuka mata manusia tentang betapa komprehensifnya aspek unity dari seluruh alam ciptaan. Salah-satu cara yang paling mudah dan bermanfaat dalam mengkespresikan Dharma (kebajikan) dewasa sekarang ini adalah terletak dalam wujud pelayanan sebagai salah-satu bentuk ibadah kepada Sang Ilahi yang ada di sekelilingmu. Dedikasikanlah semua ketrampilan, talenta, kesejahteraan serta kesarjanaanmu bagi pengejawantahan Divinity di sekelilingmu. Inilah yang dikenal sebagai Dharmashakthi (kekuatan dari aktivitas kebajikan) yang akan membawakan rahmat & berkah bagimu.
-BABA

Monday, February 4, 2008

Thoughts for the Day - 5th February 2008 (Tuesday)


Service to man is service of the Lord. That is the path of real Bhakti (devotion). For, what greater means can there be to please God than pleasing His children? The Purusha Sukta (a Vedic hymn) speaks of the Purusha or God as having a thousand heads, a thousand eyes and a thousand feet. That is to say, all are God. Though there are a thousand heads, there is no mention of a thousand hearts, there is only one heart. The same blood circulates through all the heads, eyes, feet and limbs. When you tend the limb, you tend the whole individual; when you serve man, you serve God.
Pelayanan kepada manusia adalah juga merupakan pelayanan kepada Tuhan. Inilah jalan Bhakti (devotion) yang sejati. Apakah terdapat cara lain yang lebih mulia untuk menyenangkan Tuhan selain daripada pelayanan terhadap anak-anak-Nya? Purusha Sukta (salah-satu bait dalam kitab Veda) bercerita tentang Purusha (Tuhan) sebagai sosok yang memiliki ribuan kepala, ribuan mata dan ribuan kaki. Dengan perkataan lain, segala sesuatu di alam semesta ini adalah milik-Nya. Namun walaupun Beliau dilukiskan sebagai memiliki ribuan kepala, nanum kita tidak pernah menemukan uraian (dalam kitab Veda) dimana Tuhan digambarkan sebagai sosok yang mempunyai ribuan hati. Artinya, hanya ada satu hati! Darah yang sama bersirkulasi melalui semua kepala, mata, kaki dan organ-organ tubuh lainnya. Apabila engkau mencederai salah-satu organ itu, maka itu berarti engkau sudah mencederai individu tersebut secara keseluruhan; dan sebaliknya, apabila engkau melayani manusia, maka itu berarti engkau sudah melayani Tuhan.

-BABA

Thursday, November 15, 2007

Thoughts for the Day - 16th November 2007 (Friday)



There is no greater Sadhana (spiritual exercise) than service. Service is the principle means for acquiring divine grace. Without being a devoted follower, you cannot become a worthy leader. If you are not willing to do work, you cannot attain divinity. Each one has to realize this truth. Service to society is the highest good. It is Truth, Right Conduct, Peace, Love and Non-violence that give happiness. These are the five principles that sustain life. Under no circumstances should these principles be departed from or given up. Render service to society with these principles in your mind, and with broad-minded dedication to the well-being of all.

Tiada Sadhana (latihan spiritual) yang lebih mulai daripada service (pelayanan). Seva atau pelayanan merupakan moda utama untuk memperoleh divine grace (Rahmat Ilahi). Tanpa terlebih dahulu menjadi pengikut yang setia, maka engkau tidak bisa menjadi seorang pemimpin yang baik. Jikalau engkau tidak bersedia bekerja, maka engkau tidak akan bisa mencapai divinity. Setiap orang perlu merealisasikan kebenaran ini. Service kepada society (masyarakat) merupakan kebajikan tertinggi. Kebahagiaan hanya bisa dicapai melalui kebenaran, kebajikan, kedamaian, cinta-kasih dan tanpa-kekerasan. Inilah kelima prinsip utama yang menyokong kehidupan ini. Dalam keadaan bagaimanapun juga, janganlah melepaskan prinsip-prinsip tersebut. Berikanlah pelayanan kepada masyarakat dengan senantiasa berpegang teguh pada prinsip-prinsip itu, dan dengan hati serta batin yang lapang, dedikasikanlah (hasil-hasil perbuatan bajikmu) demi untuk kesejahteraan semua mahluk.

-BABA

Monday, October 15, 2007

Thoughts for the Day - 16th October 2007 (Tuesday)

Service in all its forms is primarily a spiritual discipline. Without the inspiration given by that attitude, the urge to serve is bound to ebb and grow dry, or it may meander into pride and pomp. Just reflect for a moment: Are you serving God? Or, is God serving through you? When you offer milk to a hungry child, or a blanket to a shivering person on the pavement, you are but placing a gift of God in a repository of the Divine Principle. God serves and He allows you to claim that you have served! Without His will, not even a blade of grass can quiver. Fill every moment with gratitude to the Giver and Recipient of all gifts.

Tindakan pelayanan merupakan disiplin spiritual yang utama. Bila semangat pelayanan tidak disertai dengan pemahaman yang sebagaimana mestinya, maka dorongan (untuk melayani) akan menjadi surut dan kering, atau ia mungkin malahan akan menjadi semacam bentuk kesombongan dan show-off. Cobalah untuk melakukan perenungan sejenak. Apakah betul engkau melayani Tuhan? Ataukah justru Tuhan yang melakukan pelayanan melalui dirimu? Apabila engkau memberikan susu kepada anak yang sedang kelaparan, atau selimut kepada tuna-tuna wisma yang sedang kedinginan, engkau sebenarnya sedang memberikan hadiah Tuhan kepada pengejawantahan prinsip-prinsip Divine. Tuhan melayani dan Beliau mengizinkan dirimu untuk mengklaim bahwa seolah-olah engkau-lah yang memberikan pelayanan! Tanpa kehendak-Nya, bahkan tak sehelai rumputpun yang bisa bergoyang. Isilah setiap momen kehidupanmu dengan ungkapan syukur kepada Sang Pemberi dan Penerima segala persembahan ini.

-BABA

Thursday, October 11, 2007

Thoughts for the Day - 14th October 2007 (Sunday)



All men are made of the same divine essence. Service to man will help your Divinity to blossom, for it will gladden your heart and make you feel that life has been worthwhile. Service to man is service to God, for He is in everyman, nay, every living being, stone and stump. Dedicate your talents to God; let every act be a flower free from creeping worms of envy and egoism, and full of the fragrance of love and sacrifice.

Setiap orang terlahir dari esensi divine yang sama. Pelayanan kepada sesama manusia akan membantu bermekarnya Divinity-mu, sebab tindakan pelayanan itu akan menggembirakan hatimu dan akan membuatmu merasa bahwa kehidupanmu telah menjadi bermanfaat. Pelayanan kepada sesama manusia adalah merupakan pelayanan kepada Tuhan, sebab Beliau eksis di dalam diri setiap orang dan bahkan di dalam diri setiap mahluk, bebatuan dan pepohonan. Dedikasikanlah keahlianmu kepada-Nya; biarkanlah setiap tindakanmu menjadi sekuntum bunga yang layak untuk dipersembahkan serta terbebas dari hama-hama dalam bentuk keiri-hatian dan egoisme, dan dipenuhi oleh aroma semerbak cinta-kasih dan pengorbanan.

-BABA