Friday, May 16, 2008

Thought for the Day - 16th May 2008 (Friday)


In the spiritual sphere, the responsibility for success or failure is entirely one's own. You have no right to shift it on to others. The fire will rage only as long as it is fed with fuel. Hence, do not add fuel to the fire of the senses. Detach the mind from the evanescent and attach it to the eternal. Plant the seedling of Bhakti (devotion) by the practice of Namasmarana (remembering the Lord's name). That seed will grow into a mighty tree with the branches of virtue, service, sacrifice, love, equanimity, fortitude, and courage.

Dalam dunia spiritual, kita sendiri yang bertanggung-jawab atas sukses atau tidaknya kemajuan kita masing-masing. Tiada seorangpun yang berhak untuk melimpahkan tanggung-jawab itu kepada orang lain. Bara api hanya akan terus menyala apabila kita terus memberikan bahan-bakar kepadanya. Oleh sebab itu, janganlah menambah bahan-bakar terhadap api nafsu indriawi. Jauhkanlah batin/pikiranmu dari hal-hal yang bersifat sementara dan berpeganglah kepada sesuatu yang abadi. Tanamkanlah benih-benih Bhakti (devotion) melalui praktek Namasmarana, maka benih itu kelak akan tumbuh-besar menjadi pohon yang kuat dengan ranting-rantingnya dalam bentuk sifat luhur, pelayanan, pengorbanan, cinta-kasih, keseimbangan batin, ketabahan dan keberanian.
-BABA

Wednesday, May 14, 2008

Thoughts for the Day - 15th May 2008 (Thursday)


Education does not consist in the accumulation of information and facts from a multitude of books. Reading of books can only enrich you in the information that you may gather but can never give or promote good qualities. Good education is a process by which character is improved and by which one will be able to use one's intelligence and sharpen one's mind so as to distinguish right from wrong. It is only when the contents of education are closely linked with ideals of sacrifice, forbearance, truth, and love that the youth will get the benefit of education. Students will never get any benefit out of education if it is devoid of these noble principles.

Pendidikan bukanlah diartikan sebagai tindakan mengakumulasikan informasi maupun fakta-fakta dari segudang buku-buku. Membaca buku hanya bisa memperkaya wawasanmu dalam hal informasi saja, namun ia tak akan bisa memberikan maupun menghasilkan kualitas (diri) yang baik. Pendidikan yang baik adalah suatu proses dimana karaktermu diperbaiki dan melaluinya, engkau akan bisa memanfaatkan kepintaranmu serta mempertajam batinmu dalam hal membedakan antara yang benar dan salah. Para youth hanya bisa memetik manfaat positif dari pendidikan apabila proses belajar-mengajarnya dikaitkan secara erat dengan idealisme-idealisme seperti: pengorbanan, kesabaran, kebenaran dan cinta-kasih. Tanpa prinsip-prinsip luhur itu, maka pendidikan tak akan membuahkan manfaat sama sekali.
-BABA

Tuesday, May 13, 2008

Thought for the Day - 14th May 2008 (Wednesday)


You should not let any weakness in you dissuade you from the right path. If in a big tank there is a small hole, all the water will flow out. In the same manner, even if you have a small sensory desire in you, then all that you have learnt will be of no avail. Attraction for the world distracts you from the reality. You should guard yourselves by desisting error and resisting evil. Good work and selfless love will help you to tread the path of wisdom.

Janganlah engkau membiarkan kelemahan yang sekecil apapun untuk menyeretmu keluar dari jalan yang benar. Apabila di dalam sebuah tangki yang besar terdapat lubang yang kecil, maka semua air yang ada di dalam tangki itu akan bocor. Demikian pula, walaupun engkau hanya mempunyai keinginan sensual yang kecil sekalipun, maka segala sesuatu yang telah engkau pelajari menjadi tak berguna. Ketertarikan terhadap hal-hal duniawi akan menganggu konsentrasimu terhadap pencapaian realitas. Untuk itu, engkau harus menjaga dirimu terhadap kesalahan-kesalahan seperti ini dan menjauhi kejahatan. Kebajikan dan cinta-kasih tanpa pamrih akan menolongmu dalam menjalani jalan kebijaksanaan.
-BABA

Monday, May 12, 2008

Thought for the Day - 13th May 2008 (Tuesday)


God is the Antharyaami (Indweller), and so, when He is sought in the outer world He cannot be caught. Love Him with no other thought; feel that without Him nothing is worth anything; feel that He is all. Then you become His and He becomes yours. There is no nearer kinship than that. You have come from God; you are a spark of His Glory; you are a wave of that Ocean of bliss; you will get peace only when you again merge in Him. Like a child who has lost his way, you can have joy only when you rejoin your mother.

Tuhan dijuluki sebagai Antharyaami (penghuni hati nurani), dan oleh sebab itu, bila ada yang mencari-Nya di dunia eksternal, maka sudah pasti Beliau tidak akan berhasil ditemukan di sana. Cintailah Tuhan tanpa syarat; rasakanlah bahwa apabila tanpa diri-Nya, maka segala sesuatunya serasa hambar; bahwa Beliau adalah segala-galanya. Dengan demikian, maka engkau akan menjadi milikNya dan Ia akan menjadi milikmu. Tiada tali kekerabatan yang lebih kental daripada ini. Engkau datang dari Tuhan; engkau adalah bagian dari percikan keilahian-Nya; engkau adalah gelombang samudera bliss; engkau hanya akan memperoleh kedamaian jikalau engkau kembali bersatu dengan-Nya. Seperti seorang anak yang tersesat dalam perjalanannya, engkau hanya akan menemukan kebahagiaan apabila engkau bersatu kembali di pangkuan ibumu.
-BABA

Sunday, May 11, 2008

Thought for the Day - 12th May 2008 (Monday)


The first stage is karma-jijnaasa---the execution of karma (action) on proper lines, with proper mental attitude; then comes dharma-jijnaasa--the observance of moral codes for the upkeep of society and the discharge of one's duties and obligations; last comes Brahma-jijnaasa - resulting in the appreciation of Naamasmarana (repetition of the Lord's Name) as the primary sadhana.

Tahap pertama adalah karma-jijnaasa - pelaksanaan karma (tindakan) di jalan yang benar serta dengan sikap mental yang sesuai; berikutnya adalah dharma-jijnaasa - kepatuhan terhadap kode-etik moral masyarakat serta pelaksanaan tugas/tanggung-jawab; dan terakhir adalah Brahma-jijnaasa - apresiasi terhadap praktek Naamasmarana (pengkidungan nama-nama Tuhan) sebagai sadhana utama.
-BABA

Friday, May 9, 2008

Thoughts for the Day - 10th May 2008 (Saturday)


The Vedas are for all mankind; they have prayers for peace, subjugating the anger of the elements and of human communities; they invoke the forces of nature to be calm and beneficent; so, the paaraayanam (recitation) of the Vedas promotes world peace and human welfare.

Kitab suci Veda adalah untuk semua umat manusia; di dalamnya terkandung doa-doa untuk kedamaian, meredakan kemarahan yang ditimbulkan oleh elemen-elemen/unsur-unsur serta oleh komunitas kemanusiaan; di dalamnya juga terdapat ayat-ayat untuk membangkitkan tenaga alam agar menjadi tenang dan damai; oleh sebab itu, paaraayanam (pengkidungan) kitab suci Veda akan mendukung kedamaian dunia serta kesejahteraan umat manusia.
-BABA

Thursday, May 8, 2008

Thought for the Day - 9th May 2008 (Friday)


The lotus in the heart of man pines for the Sun, the splendour of the Lord. But to attain it is hard. Withdrawal of all affection towards the world alone can win it. God is the nearest and dearest entity, but ignorance hides Him from the eye. The love that God bears man is unequalled; yet, He appears to man as a distant, formidable, unapproachable phenomenon. The stars appear as dots of light, for they are at a great distance from us. So too God appears insignificant or ineffective to many, because they are keeping themselves too far from Him. If some people say there is no God, it only means they are at too great a distance to be aware of Him.

Lotus di dalam hati manusia sangatlah mendambakan cahaya mentari, kecemerlangan Sang Ilahi. Namun untuk mencapainya cukup sulit. Satu-satunya jalan untuk memperoleh-Nya adalah dengan cara meninggalkan kemelekatan terhadap hal-hal yang bersifat duniawi. Tuhan merupakan entitas yang paling dekat dan akrab dengan kita, namun dikarenakan oleh kebodohan (batin), maka kita menjadi buta terhadap eksistensi-Nya. Cinta-kasih Tuhan tiada duanya; namun untuk sebagian orang, Beliau terlihat sebagai fenomena yang jauh dan tak dapat didekati. Gugusan bintang-bintang mungkin hanya terlihat sebagai titik-titik cahaya di angkasa, sebab mereka memang terletak cukup jauh dari kita. Demikianlah, bagi sebagian orang, Tuhan terlihat tidak signifikan dan tidak efektif, oleh sebab orang-orang tersebut memang menjaga jarak dari-Nya. Apabila terdapat sebagian orang yang mengatakan Tuhan itu tidak eksis, maka itu artinya mereka memang berada pada posisi yang terlalu jauh untuk menyadari kehadiran-Nya.
-BABA