Sunday, July 13, 2008

Thoughts for the Day - 14th July 2008 (Monday)


THOUGHT FOR THE DAY

For the bird in mid-ocean, flying over the deep, blue waters, the only resting place is the mast of a ship sailing in those waters. In the same way, the Lord is the only refuge for the man who is tossed about in the stormy seas of this world. However far the bird may fly, it knows where it can find rest; that knowledge gives it confidence. The Name of the Lord is like that mast; remember it always, associate it with the Form and have that Form fixed in the mind's eye. It is a lamp shedding light in the recesses of your heart. Have the Name on the tongue and it will drive away the inner darkness as well as the outer.


Bagi kawanan burung yang terbang di atas lautan biru yang maha luas, satu-satunya tempat peristirahatannya adalah di buritan kapal yang sedang berlayar di samudera itu. Dengan analogi yang sama, Tuhan adalah satu-satunya tempat berlindung bagi manusia yang sedang terombang-ambing di tengah-tengah badai dunia ini. Seberapapun jauhnya burung itu terbang, ia tahu dimana tempat peristirahatannya; dan pengetahuan itu membuatnya penuh percaya diri. Nama Tuhan adalah ibarat buritan kapal; ingatlah selalu dan asosiasikanlah nama itu dengan wujud yang senantiasa engkau tancapkan di dalam mati batinmu. Nama & Rupa itu akan menjadi lentera yang menerangi relung hatimu. Peliharalah nama (Tuhan) di lidahmu dan ia akan mengusir kegelapan (batin) luar dan dalam.

-BABA

Saturday, July 12, 2008

Thoughts for the Day - 13th July 2008 (Sunday)



THOUGHT FOR THE DAY

Broaden your vision. Cultivate the spirit of love. Being endowed with the human form, you must strive to develop human values and not stray away from the path of righteousness. Fill your minds with sublime thoughts, and your hearts with divine feelings. Consider everyone as your brother and sister. Only then will you realize your unity with all creation. Redeem your lives by revering your parents, honouring your teachers and developing loving faith in God. Be aware of the divinity that is inherent in every being. Thereby, you will grow in self-esteem. Fill your life with joy. Be happy and make others happy. This will please God.


Perluaslah cakrawala pandanganmu. Kembangkan semangat cinta-kasih. Setelah dibekali dengan wujud sebagai manusia, maka engkau harus berjuang untuk mengembangkan nilai atau sifat kemanusiaan dan janganlah membiarkan dirimu melenceng dari jalan kebajikan. Isilah batinmu dengan pemikiran-pemikiran yang luhur serta bekalilah hatimu dengan perasaan-perasaan yang divine. Perlakukanlah setiap orang sebagai saudara-saudaramu. Dengan demikian, maka engkau akan menyadari aspek unity dari seluruh ciptaan-Nya. Sucikanlah kehidupanmu melalui penghormatan kepada orang-tua & guru dan kembangkan cinta-kasih serta keyakinan kepada Tuhan. Ingatlah bahwa divinity terdapat di dalam diri setiap mahluk. Bila semuanya itu engkau lakukan, maka engkau akan tumbuh & berkembang di dalam self-esteem (mempunyai harga diri). Isilah kehidupanmu dengan keceriaan, be happy dan buatlah agar orang lain juga happy. Semuanya itu pasti akan menyenangkan hati-Nya.

-BABA

Friday, July 11, 2008

Thoughts for the Day - 12th July 2008 (Saturday)


With faith in the omnipresence of the Divine, man should engage himself in good deeds, cherish good thoughts and dedicate his life to good practices. His words should be words of truth. The ornaments he should wear are the necklace of truthful speech, the earrings of listening to sacred lore and the bracelet of charity. Money is of the nature of manure. Piled up in one place, it pollutes the air. Spread it wide, scatter it over fields, it rewards you with a bumper harvest. So too, when money is spent for promoting good works, it yields contentment and happiness in plenty.

Dengan berbekal keyakinan atas omnipresencenya Sang Ilahi, maka manusia hendaknya melibatkan dirinya dalam perbuatan bajik, memelihara pemikiran yang positif serta mendedikasikan kehidupannya dengan mengikuti praktek-praktek (kehidupan) yang saleh. Ucapanmu haruslah merupakan ucapan yang sarat dengan kebenaran. Ornamen/perhiasan yang seharusnya engkau kenakan adalah berupa ucapan yang benar (sebagai kalung), mendengarkan kisah-kisah suci (sebagai anting-anting) dan sikap kedermawanan (sebagai gelang). Uang mempunyai ciri khas seperti halnya pupuk. Apabila pupuk itu ditumpuk begitu saja di satu tempat, maka ia akan menimbulkan polusi bagi udara di sekitarnya. Tetapi jikalau pupuk itu disebarkan di ladang, maka ia akan membantumu dalam menuai hasil panen yang berlimpah. Nah, demikianlah sifat uang, jikalau ia dimanfaatkan untuk mempromosikan kebajikan, maka ia akan menghasilkan kepuasan hati dan kebahagiaan yang berlimpah ruah.

-BABA

Thursday, July 10, 2008

Thoughts for the Day - 11th July 2008 (Friday)


You wear coloured glasses and see everything through those glasses. Correct your vision; the world will get corrected. Reform yourselves and the world will get reformed. You create the world of your choice. You see many, because you seek the many, not the One. Try to subsume the many in the One - first the family, then the community, the state, the nation and finally the world. Thus, progressively march on towards more and more inclusive loyalties and reach the stage of universality in thought, word and deed. This is the Sadhana (spiritual endeavour) of Love, for, Love is expansion. The individual has to be Universalised and expanded into Vishwaroopa (the cosmic form of the Divine).

Engkau mengenakan kaca-mata yang berwarna dan melihat segalanya melalui kaca-mata itu. Apabila engkau merubah pandanganmu (mengganti kaca-mata itu); maka dunia yang engkau lihat juga akan berubah. Oleh sebab itu, rubahlah dirimu sendiri terlebih dahulu, maka dunia ini juga akan mengalami perubahan. Engkau menciptakan dunia yang sesuai dengan pilihanmu sendiri. Engkau melihat begitu banyak kemajemukan disebabkan oleh karena cara pandangmu sendiri. Cobalah untuk melihat segalanya dalam satu kesatuan - pertama-tama dimulai dari lingkungan keluarga, kemudian komunitas, bangsa dan negara dan akhirnya seisi dunia ini. Secara perlahan-lahan bergeraklah maju untuk mencakupi semuanya hingga akhirnya mencapai universalitas dalam pikiran, ucapan dan perbuatan. Inilah sadhana cinta-kasih yang bersifat ekspansif. Seorang individu harus diuniversalisasi dan ditransformasikan menjadi Vishwaroopa (wujud kosmik Sang Ilahi).
-BABA

Wednesday, July 9, 2008

Thoughts for the Day - 10th July 2008 (Thursday)


The human body has been given to you for a grand purpose - that of realizing the Lord within. If you have a fully equipped car in good running condition would you stow it away in the garage? The car is primarily for going on a journey. Only then is it worthwhile to own it. So too with the body. Proceed, march on towards the goal. Learn how to use the faculties of the body, the senses, the intellect and the mind, for achieving that goal.

Badan jasmani ini telah diberikan kepadamu untuk digunakan dalam mencapai tujuan utama (kehidupan ini), yaitu untuk mencapai realisasi Keilahian yang ada di dalam dirimu. Apabila engkau telah mempersiapkan mobilmu dalam keadaan siap pakai, apakah mobil itu hanya akan disimpan saja dalam garasi? Fungsi utama mobil adalah untuk digunakan dalam perjalanan bukan? Sebab hanya dengan demikianlah, barulah kita pantas untuk memilikinya. Nah, demikian pula halnya dengan badan fisik kita ini. Majulah terus untuk mencapai tujuan hidup. Pelajarilah bagaimana caranya memanfaatkan 'perangkat-perangkat' yang dimiliki oleh badan ini, termasuk panca inderanya, intellectnya serta mind guna mencapai tujuan itu.
-BABA

Tuesday, July 8, 2008

Thoughts for the Day - 9th July 2008 (Wednesday)


What God loves most are the flowers that blossom on the tree of man's own life, fed and fostered by his own skill and sincerity. They are the flowers of virtues grown in the garden of his heart. Of these, the virtue of non-violence is most important. It involves much more than abstaining from harming living beings. One should desist from causing pain to any living being, not only in deed, but also in word and thought. One should not entertain any idea of hurting or humiliating another.

Yang paling disukai oleh Tuhan adalah bunga rampai yang bermekaran di dalam pohon kehidupan manusia, yang dipelihara serta dirawat melalui ketrampilan dan ketulusannya sendiri. Dari sekian banyak bunga-bunga keluhuran yang tumbuh di dalam kebun hatinya, maka yang paling penting adalah nilai luhur dalam bentuk non-violence (tanpa kekerasan). Yang dimaksud dengan non-violence bukan hanya sekedar tidak mencelakai/melukai mahluk lain (melalui tindakan fisik); melainkan ia juga termasuk menghindari perbuatan yang merugikan pihak lain melalui ucapan dan pikiran. Janganlah memiliki keinginan untuk melukai maupun mempermalukan siapapun juga.

-BABA

Monday, July 7, 2008

Thoughts for the Day - 8th July 2008 (Tuesday)


The nature of Divine love is different from that of human attachment. It is timeless and constant. Make it your sole ideal. It is inherent in you; all that needs to be done is to manifest it in the proper way. If there is sugar at the bottom of a tumbler of water, you can make the water sweet by stirring the sugar to dissolve it. Likewise, your heart is a tumbler at the bottom of which there is Divinity. Take the spoon of Buddhi (intellect), stir the heart by the process of Sadhana (spiritual effort). Then, the Divinity in the heart will permeate the entire body.

Sifat alami Divine love berbeda dengan love yang terkandung di dalam kemelekatan manusia. Divine love bersifat abadi dan konstan. Jadikanlah ia sebagai idealisme bagimu. Sebenarnya Divine love sudah ada di dalam dirimu; yang perlu engkau lakukan hanyalah melakukan daya-upaya untuk memanifestasikannya. Apabila di dasar sebuah gelas (air) telah terdapat gula, maka engkau bisa membuat air itu menjadi manis dengan jalan mengaduk-aduk gula tersebut agar tercampur rata bersama dengan airnya. Demikianlah, hatimu adalah bagaikan gelas tadi dimana di bagian dasar hatimu telah terdapat Divinity. Pergunakanlah sendok Buddhi (intellect) dan aduklah hatimu melalui proses yang dinamakan Sadhana (upaya spiritual). Dengan demikian, maka Divinity akan mengisi sekujur dirimu (lahir dan batin).

-BABA