Tuesday, October 7, 2008

Thoughts for the Day - 8th October 2008 (Wednesday)


What all Sadhakas (spiritual aspirants) have to do is this: first, Viveka is to be developed, that is to say, the capacity to distinguish between the eternal and the transitory, and to decide which is worthy. Second, a sincere attempt has to be made to experience what is chosen as worthy and true. Third, that effort should not be given up, whatever be the obstacles that come in the way. These three constitute genuine Tapas (penance). From this Tapas alone, real Shanti (peace) and Ananda (joy) is born.


Yang pertama kali perlu dilakukan oleh para sadhaka (aspiran spiritual) adalah sebagai berikut: pertama, engkau harus memupuk Viveka, yaitu kemampuan untuk membedakan antara yang abadi dan yang bersifat temporer, atau dengan perkataan lain, yaitu kemampuan untuk menentukan mana yang bermanfaat dan mana yang tidak. Kedua, engkau harus melakukan upaya yang tulus untuk mengimplementasikan hal-hal yang sudah diputuskan oleh Viveka. Dan yang ketiga adalah bahwa upaya yang dilakukan tersebut haruslah mantap dan tidak terpengaruh oleh hambatan maupun rintangan yang ada. Ketiga aspek ini merupakan unsur utama dari Tapas (praktek tapa brata). Dari praktek tersebut, engkau akan memiliki Shanti (kedamaian) dan Ananda (kebahagiaan).

-BABA


Monday, October 6, 2008

Thoughts for the Day - 7th October 2008 (Tuesday)


All religions have taught what is good, and everyone should lead a righteous life based on this knowledge. If the minds are pure, how can any religion be bad? All the religions are different paths leading to one and the same destination. All devotees should experience this truth and live up to it in their daily lives. They should lead righteous lives and thereby experience enduring bliss. Only then will their spiritual effort be fruitful. Listen to the words of the wise, purify your thoughts and concentrate your mind on God. God can be installed only in a pure heart. The aim of all Sadhana (spiritual practices) should be to purify the heart.


Semua ajaran agama mengajarkan hal-hal yang baik dan tugas setiap orang adalah menjalani kehidupan yang bajik berdasarkan pengetahuan itu. Jikalau batinmu suci dan murni, bagaimanalah mungkin ada agama yang jahat? Agama-agama yang ada hanya berbeda dalam rute perjalanan yang ditempuh masing-masing, namun tujuannya sama dan satu adanya. Semua bhakta haruslah menyadari kebenaran ini dan menjalaninya dalam kehidupannya sehari-hari. Jalanilah kehidupan yang bajik dan berbahagialah. Dengan demikian, semua upaya spiritualmu akan membuahkan manfaat. Dengarkanlah nasehat-nasehat dari mereka yang bijak serta murnikanlah pikiranmu serta konsentrasikanlah batinmu terhadap Tuhan. Beliau hanya bisa bermukim di dalam hati yang murni. Tujuan dari segala bentuk sadhana adalah untuk memurnikan hatimu.

-BABA


Sunday, October 5, 2008

Thoughts for the Day - 6th October 2008 (Monday)


Every single unselfish act which prepares the ground for the merging of the soul with the Higher Soul, which broadens the vision towards the Brahman (Divinity) immanent everywhere, is a Dharmic (righteous) act. Each such act is a tiny stream rushing towards the sea of Brahmajnana, the supreme knowledge of the Self. Whatever is done in an attitude of dedication and surrender is a Dharmic act which leads to Self-realisation.


Setiap bentuk tindakan yang dilakukan secara tanpa pamrih sebagai persiapan untuk bersatunya jiwa (individu) dengan Higher Soul (Paramatma/Tuhan), dapat dikategorikan sebagai perbuatan Dharmic. Demikian pula halnya dengan tindakan/perbuatan yang semakin memperluas wawasan (cara pandang) bahwa Brahman (Divinity) ada dimana-mana. Setiap bentuk tindakan tersebut bagaikan aliran sungai kecil yang bergegas menuju ke samudera Brahmajnana (pengetahuan tertinggi tentang Self/Atma). Segala bentuk perbuatan yang dilakukan dengan semangat dedikasi dan pasrah-diri merupakan perbuatan Dharmic yang akan menuntun kepada Self-realisation (pencerahan diri).

-BABA


Saturday, October 4, 2008

Thoughts for the Day - 5th October 2008 (Sunday)


In all worldly activities, you should be careful not to wound propriety, or the canons of good conduct. You should not play false to the promptings of the Inner Voice. You should be prepared at all times to respect the dictates of your conscience. You should watch your steps to see whether you are in some one else's way. You must be ever vigilant to discover the unifying Truth behind all the scintillating variety.


Dalam kegiatan sehari-hari, engkau harus berhati-hati agar tidak melanggar norma-norma kesopanan. Disamping itu, engkau juga perlu waspada agar tidak mengingkari suara hatimu dan sebaliknya harus senantiasa tanggap terhadap panggilan-Nya. Perhatikanlah setiap langkahmu guna memastikan bahwa engkau tidak menghalangi jalan orang lain. Engkau harus selalu berupaya untuk menemukan kebenaran hakiki yang ada di belakang segala kegemerlapan dunia ini.

-BABA


Friday, October 3, 2008

Thoughts for the Day - 4th October 2008 (Saturday)


Date: Saturday, October 04, 2008

THOUGHT FOR THE DAY

Live in the constant contemplation of your kinship with others and with the Universe. Do good to others, treat all nature kindly, speak soft and sweet words, become like a child devoid of envy, hate and greed. When your love crosses the boundaries of your family and community, and expands to those beyond, you have taken the first step to cross the threshold of Maya (delusion).


Hiduplah dalam semangat persaudaraan dengan setiap orang dan dengan seisi alam semesta. Berbuat kebajikan, perlakukan alam sekitar dengan baik, berbicara secara sopan dan santun, jadilah seperti seorang anak yang tak memiliki sikap iri-hati, benci maupun serakah. Ketika cinta-kasihmu sudah menjangkau batasan-batasan di luar dari keluarga dan komunitasmu, maka itu berarti engkau sudah mengambil langkah pertama dalam mengatasi jeratan Maya (delusi).

-BABA

Thursday, October 2, 2008

Thoughts for the Day - 3rd October 2008 (Friday)


Date: Friday, October 03, 2008

THOUGHT FOR THE DAY

The best way to get rid of weakness is to strike it at its very root - the mistaken belief that you are the body, that you have a name and a form, these senses, this intelligence and this mind. These are all the luggage you carry. Don't you say, "my mind", "my hand", just as you say, "my book", "my umbrella"? Who is this 'I' that calls all these "mine"? That is the real 'you'. It was there when you were born, when you were sleeping forgetful of all else, forgetful even of your body with all its equipment, internal and external. That 'I' cannot be harmed; it does not change, it knows no death or birth. Learn the discipline that makes you aware of this truth and you will be ever free and bold. That is real Vidya (knowledge), the Atma Vidya (knowledge of the Self).


Cara yang terbaik untuk menyingkirkan kelemahan (diri) adalah dengan cara mengatasinya mulai dari akar penyebabnya, yaitu kepercayaan yang keliru bahwa seolah-olah dirimu adalah badan jasman ini, bahwa engkau memiliki nama dan rupa, dan 'tipuan-tipuan' lain yang ditimbulkan oleh panca inderamu, kecerdasan (intelligence) serta mind (batin). Semuanya itu adalah bagikan koper/barang bawaan yang engkau jinjing (dalam perjalanan hidup ini). Bukankah engkau mengatakan, “ini adalah pikiranku”, “ini tanganku”, persis seperti halnya ketika engkau mengatakan bahwa “ini adalah buku milikku”, “payung-ku”? Lalu, siapakah “Aku” yang menyebutkan bahwa semuanya itu adalah “milikku”? Nah, itulah 'dirimu' yang sebenarnya. Ia sudah ada di sana sejak engkau terlahirkan, bahkan ketika engkau sedang tertidur dan melupakan segala-galanya (termasuk lupa terhadap badan jasmanimu beserta dengan perangkat-perangkatnya). Sang “aku” tersebut tidak bisa dicederai; ia tak mengalami perubahan, ia tak mengenal kematian maupun kelahiran. Pelajarilah disiplin yang akan membuatmu menjadi sadar atas kebenaran ini, maka kelak engkau akan terbebaskan. Inilah Vidya (pengetahuan) yang sebenarnya, atau yang dikenal juga sebagai Atma Vidya (pengetahuan tentang jati diri sejati/Self).

-BABA



Wednesday, October 1, 2008

Thoughts for the Day - 2nd October 2008 (Thursday)


THOUGHT FOR THE DAY

One's selfish needs have to be sacrificed. There must be constant effort to do good to others. One's desire should be to establish the welfare of the world. With such feelings in one's heart, one must meditate on the Lord. This is the right path.


Keinginan-keinginan pribadimu perlu dikorbankan. Engkau juga perlu melakukan upaya-upaya secara terus-menerus untuk berbuat baik terhadap orang lain. Keinginanmu haruslah demi untuk membangun kesejahteraan bagi seluruh dunia. Dengan perasaan seperti itu di dalam hatimu, bermeditasilah terhadap-Nya. (Sebab) inilah jalan yang benar.

-BABA