Friday, February 20, 2026

Thought for the Day - 20th February 2026 (Friday)




There are many sadhakas (spiritual aspirants) who enjoy perfect calmness and equanimity while sitting in meditation or while in the Puja room before the shrine. But once they rise and come out into the open, they behave like demons. The Gita says, Satatam yoginah—Be in Yoga, always. Be immersed in love, with no trace of pride or envy. This is the highest Sadhana. At the present day, all grades and groups of people all over the world resort to violence and hatred in order to satisfy their desires and demands, bringing about fear, anxiety, panic and revolution. The gains through such tactics are not much; the gains will be greater and more lasting if the path of love, tolerance and peace is followed. Love brings people together; hatred drives them apart. You cannot be happy when you cause misery to others. God showers grace when the nine steps of bhakti (devotion) are observed. Masters or rulers can be won over by the same means—sacrifice, love, devotion, and dedication in the path of duty. When success is achieved by means of unrest and violence, it has to be preserved and prolonged only by further unrest and violence. 


- Divine Discourse, Feb 20, 1974

When there is no desire to warp the mind, Love could be true and full. 


Ada banyak sadhaka (peminat spiritual) yang menikmati ketenangan dan keseimbangan batin ketika sedang duduk meditasi atau sedang berada di ruang puja depan altar. Namun sekali mereka bangkit dan keluar, mereka justru berperilaku seperti iblis. Bhagavad Gita mengatakan, Satatam yoginah -  selalulah dalam keadaan yoga yang berarti selalu tenggelam dalam kasih, tanpa adanya jejak kesombongan atau iri hati. Hal ini adalah latihan spiritual (sadhana) yang tertinggi. Namun pada saat sekarang, semua golongan dan kelompok manusia di seluruh dunia mengambil jalan kekerasan dan kebencian untuk memuaskan keinginan dan tuntutan mereka, sehingga menyebabkan timbulnya ketakutan, kecemasan, kepanikan dan pemberontakan. Keuntungan yang didapatkan dengan menggunakan cara seperti ini sangatlah kecil; keuntungan akan menjadi lebih besar dan lebih tahan lama jika jalan kasih, toleransi dan kedamaian diikuti. Kasih bersifat menyatukan manusia; sedangkan kebencian bersifat memisahkan manusia. Anda tidak bisa menjadi bahagia ketika anda menyebabkan penderitaan pada orang lain. Tuhan mencurahkan Rahmat-Nya ketika sembilan jalan bhakti diterapkan. Dan Tuhan dapat dicapai dengan sarana yang sama yaitu : pengorbanan, kasih, bhakti dan dedikasi di jalan kewajiban. Ketika kesuksesan dicapai dengan sarana kekacauan dan kekerasan, maka kesuksesan itu harus dipertahakan hanya dengan kekacauan dan kekerasan yang lebih besar lagi. 


- Divine Discourse, Feb 20, 1974

Ketika tidak ada keinginan yang membengkokkan pikiran, kasih dapat menjadi sejati dan penuh.

No comments: