Tuesday, February 24, 2026

Thought for the Day - 24th February 2026 (Tuesday)



Mergence in the Cosmic Consciousness (Brahman), of which each one is an expression, is not a novel achievement gained by effort. It is only the awareness of an existing fact, in a flash. One is Brahman already, inherently, inseparably so. Salt, which is an expression of the nature of the ocean, might be noticed in many lands, on many occasions, in many forms and many compounds. But it retains its truth, which is cognisable in its taste. Originating from the sea, salt lends the quality of the sea to every article with which it is associated, whether it be milk, syrup or clear tasteless water. So too, though the individualised spark of consciousness has woven a cocoon around itself and assumed a form and a name, it—that is to say, man—can never give up its essential Atmic nature. As the ocean announces that the salt crystal is its own, itself, in the same way the Lord announces in the Gita: Mamaivamsho jeevaloke jeeva bhutah Sanatanah— “A unit of Mine, which is eternal, has become life, in this world of Life.” No wonder the Veda addresses living beings as “Children of the Immortal One” and “Inheritors of Immortal Bliss”. 


- Divine Discourse, Oct 21, 1982

The body, mind, and senses are your instruments. You are the Master. 


Penyatuan ke dalam kesadaran Kosmik (Brahman), yang mana setiap orang adalah ekspresi dari Brahman, bukanlah suatu pencapaian baru yang diperoleh melalui usaha. Penyatuan ini hanyalah kesadaran akan fakta yang telah ada, yang tersadari dalam sekejap. Sesungguhnya, setiap orang adalah Brahman secara hakiki dan tak terpisahkan. Garam yang merupakan ekpresi dari sifat alami lautan, dapat ditemukan di berbagai tempat, dalam berbagai keadaan, dalam berbagai bentuk dan berbagai campuran. Namun kebenaran dari sifat alami garam tetap sama dan dapat dikenali melalui rasanya. Berasal dari laut, garam memberikan kualitas dari laut pada setiap bagian yang terhubung dengannya, entah itu adalah susu, sirup atau air tawar yang jernih. Begitu juga, walaupun percikan kesadaran individu telah membungkus dirinya dalam bentuk kepompong wujud dan nama, manusia tidak akan pernah bisa melepaskan sifat Atmiknya yang mendasar. Sebagaimana lautan menyatakan bahwa kristal garam adalah milknya sendiri, sama halnya dengan Tuhan menyatakan dalam Bhagavad Gita: Mamaivamsho jeevaloke jeeva bhutah Sanatanah - “Bagian-Ku yang abadi telah menjadi makhluk hidup di dunia ini.” Tidak mengherankan bila Veda menyatakan makhluk hidup sebagai “Anak-anak keabadian” dan “Pewaris kebahagiaan abadi”. 


- Divine Discourse, Oct 21, 1982

Tubuh, pikiran dan Indera adalah saranamu. Engkau adalah sang majikan.

No comments: