Embodiments of the Divine Atma! Wetness is the natural trait of water. Hardness is the attribute of stone. Sweetness is natural to sugar. Heat is the quality of fire. These are the Dharma (natural behaviour) of substances. For the individual, vancha (desire) is natural. Because man is sustained by desire, it is considered a dharma (natural trait) of man. Dharayati iti Dharmah (Dharma is that which sustains). Man is sustained by desire. Man’s primary duty is to offer all his desires to God. This means that the practice of dharma calls for the offering of all worldly desires to God and developing inward vision. Sarvadharman parityajya mamekam sharanam vraja— Renouncing all dharmas, take refuge in Me alone, says Krishna in the Gita. This implies that man must make it his primary aim to offer to God all external sensory, physical desires and cultivate spiritual thoughts centred on the eternal. To develop such a spiritual outlook and to inspire it in others, one must possess chitta suddhi (purity of heart).
- Divine Discourse, Oct 7, 1993
Spiritual wisdom can dawn only when there is purity of heart.
Perwujudan dari Atma ilahi! Basah adalah sifat alami dari air. Keras adalah sifat dari batu. Manis adalah sifat alami dari gula. Panas adalah kualitas dari api. Semua sifat alami ini adalah Dharma (hakikat perilaku alami) dari benda. Sedangkan bagi manusia, vancha (keinginan) adalah bersifat alami. Karena manusia ditopang oleh keinginan, maka dari itu dianggap sebagai dharma (sifat alami) bagi manusia. Dharayati iti Dharmah (Dharma adalah yang bersifat menopang). Manusia ditopang oleh keinginan maka dari itu kewajiban utama dari manusia adalah mempersembahkan semua keinginannya pada Tuhan. Hal ini berarti bahwa praktek dharma menuntut manusia untuk mempersembahkan semua keinginan duniawinya pada Tuhan dan memupuk pandangan ke dalam diri. Sarvadharman parityajya mamekam sharanam vraja – tinggalkan semua dharma, dan berlindunglah hanya pada-Ku, kata Sri Krishna di dalam Bhagavad Gita. Ini mengandung makna bahwa manusia harus menjadikan tujuan utamanya adalah mempersembahkan pada Tuhan semua indria yang mengarah keluar diri, keinginan fisik dan memupuk pemikiran spiritual yang terpusat pada yang bersifat abadi. Untuk memupuk pandangan spiritual yang seperti itu dan menginspirasi orang lain maka seseorang harus memiliki kemurnian hati (chitta suddhi).
- Divine Discourse, Oct 7, 1993
Kebijaksanaan spiritual hanya dapat muncul ketika ada kemurnian di dalam hati.
No comments:
Post a Comment