Just ponder for a moment: how many millions of men have died so far? Have any of them taken from here anything to the realm into which they have disappeared? A man was dragged to court; he asked three comrades of his to come and bear witness to his innocence. One friend said, “I shall not move out of the house; let them who want my statement come here”; the second said, “I shall come up to the doors of the court; but, I dare not get in”; the third said, “Come on! I will be ever with you.” The first is the wealth one has accumulated; the second is his kith and kin who will come as far as the cemetery; the third is the name, the honour, he has earned. When a person dies, his property and things remain at home; they do not go with him into the beyond. His relatives cannot also go; only the good or the bad name he has earned will last. So, he has to live in such a way that posterity will remember him with gratitude and joy. To lead the good life, constant prompting from the Lord within is a great help. That inspiration can be got only by constantly reciting the Lord’s Name and calling on the inner springs of Divinity.
- Divine Discourse 1966
The lamp of the Name, when it is lit, will illumine the household and make it a home, instead of just a dwelling place.
Cobalah renungkan sejenak: berapa juta manusia yang telah meninggal sejauh ini? Apakah ada diantara mereka yang membawa sesuatu dari dunia ini menuju alam tempat mereka menghilang? Seorang laki-laki sedang dibawa ke pengadilan; ia meminta agar tiga temannya untuk dapat dihadirkan menjadi saksi atas ketidakbersalahannya. Satu temannya berkata, “saya tidak akan keluar rumah; jika mereka memerlukan pernyataanku biarkan mereka yang datang kesini”; temannya kedua berkata, “saya akan datang hanya di depan pintu pengadilan; namun saya tidak akan masuk ke dalam sidang”; temannya yang ketiga berkata, “ayo, saya akan selalu ada bersamamu.” Teman yang pertama adalah kekayaan yang seseorang telah kumpulkan; teman yang kedua adalah kerabat dan keluarga yang mengantar hanya sampai tempat pemakaman; teman yang ketiga adalah nama baik, rasa hormat yang telah ia dapatkan selama hidupnya. Ketika seseorang meninggal dunia, harta dan benda miliknya akan tetap ada di rumah dan tidak ikut bersamanya. Sedangkan para kerabatanya juga tidak bisa ikut menyertainya; hanya nama baik dan nama buruk yang telah ia dapatkan yang tetap bertahan. Jadi, ia harus hidup sedemian rupa sehingga generasi mendatang mengingatnya dengan rasa syukur dan kebahagiaan. Untuk menjalani hidup yang baik, dorongan terus menerus dari Tuhan yang bersemayam di dalam diri adalah sangatlah membantu. Inspirasi itu hanya bisa diperoleh dengan melantunkan nama suci Tuhan dan mengunjungi sumber keilahian di dalam diri.
- Divine Discourse 1966
Lentera nama suci Tuhan ketika dinyalakan, akan menerangi rumah tangga dan menjadikannya sebuah rumah, dan tidak hanya sebatas tempat tinggal.
No comments:
Post a Comment