Monday, November 30, 2009

Thought for the Day - 30th November 2009 (Monday)


Delusion causes evil feelings to arise in your heart and mind. One may be evil-minded, yet with the blessings of elders and in the company of noble souls, one can easily get rid of evil tendencies and develop virtues. People undertake various spiritual practices to attain divinity. Thyaja Durjana Samsargam; Bhaja Sadhu Samagamam; Kuru Punyam Ahorathram; Smara Nityam Anityatham (Shun bad company; seek good company, perform righteous deeds always and discriminate between the permanent and the ephemeral).

Khayalan menyebabkan perasaan buruk muncul dari pikiran dan hatimu. Seseorang mungkin akan berpikiran buruk, namun dengan berkat dari orang tua dan pergaulan dengan orang-orang yang berjiwa mulia, seseorang dapat dengan mudah menghilangkan kecenderungan buruk dan mengembangkan kebajikan. Orang-orang melaksanakan berbagai macam praktek spiritual untuk mencapai keilahian (ketuhanan). Thyaja Durjana Samsargam; Bhaja Sadhu Samagamam; Kuru Punyam Ahorthram; Smara Nityam Anityatham (hindari pergaulan yang buruk; carilah pergaulan yang baik, selalu lakukan perbuatan yang baik dan bedakan antara yang kekal dan sementara).

-BABA

Sunday, November 29, 2009

Thought for the Day - 29th November 2009 (Sunday)


What for is man born in this world? Is it merely to roam around and indulge in the pleasures of the world? Understand that worldly pleasures are not permanent. All that happens to you in future will be in accordance with your conduct today. Everything is reaction, reflection and resound. The good deeds that you perform today will yield good results in the time to come. If you do bad deeds today, you cannot expect to be rewarded with good results in future. The results of your past bad deeds will always keep haunting you.

Untuk apa manusia dilahirkan di dunia ini? Apakah semata-mata untuk menjelajah dan menurutkan kesenangan duniawi? Pahamilah bahwa kesenangan duniawi bersifat sementara. Semua kejadian yang engkau alami di masa yang akan datang sesuai dengan tindakan yang engkau lakukan saat ini. Segalanya merupakan gema, reaksi, dan cerminan. Perbuatan baik yang engkau lakukan hari ini akan mendatangkan hasil yang baik di masa yang akan datang. Jika saat ini engkau melakukan perbuatan buruk, janganlah engkau berharap untuk dihargai dengan hasil yang baik di masa yang akan datang. Hasil perbuatan burukmu di masa yang lalu, akan selalu membayangimu.

-BABA

Saturday, November 28, 2009

Thought for the Day - 28th November 2009 (Saturday)


The clouds of Maya (delusion) cannot darken the inner consciousness of the following four categories of noble persons: (1) those who revel in the glory and mystery of God; (2) those who know and make known that God is the master of Maya and the wielder of the forces that destroy delusion; (3) those who are engaged in good deeds executed with faith and devotion; and (4) those who endeavour to maintain Sathya (Truth) and Dharma (Righteousness).

Awan Maya (khayalan) tidak dapat menggelapkan kesadaran batiniah dari empat kategori orang-orang mulia seperti berikut ini: (1) orang-orang yang mendapatkan kepuasan dalam keagungan dan misteri Tuhan; (2)orang-orang yang mengetahui dan memberitahukan bahwa Tuhan adalah penguasa Maya dan menggunakan kekuatannya untuk menghancurkan khayalan; (3) orang-orang yang terlibat dalam perbuatan baik yang dilaksanakan dengan penuh keyakinan dan bhakti; dan (4) orang-orang yang berusaha untuk mencapai Sathya (Kebenaran) dan Dharma (Kebajikan).

-BABA

Friday, November 27, 2009

Thought for the Day - 27th November 2009 (Friday)


When you are confronted with problems and difficulties you should not get upset, and become victims of depression which is a sign of weakness. In such a situation, you should bring tolerance and an attitude of forgiveness into play and should not get agitated giving rise to anger, hatred and revengeful attitude. You are embodiments of strength and not weakness. Therefore, in times of despair, you should be filled with the feeling of forbearance and be ready to forgive and forget. This quality of Kshama (forgiveness) is the greatest power for a human being. If one loses this quality, he becomes demonic.

Ketika engkau dihadapkan pada masalah dan kesulitan engkau seharusnya tidak kecewa, dan menjadi korban depresi yang merupakan tanda kelemahan. Dalam situasi seperti ini, engkau seharusnya mampu bersikap penuh toleransi dan bersedia memaafkan, dan bukannya menjadi gelisah yang kemudian akan memicu kemarahan, kebencian, dan sikap balas dendam. Engkau adalah perwujudan dari kekuatan dan bukan kelemahan. Oleh karena itu, pada saat putus asa, engkau seharusnya dipenuhi dengan perasaan sabar dan siap untuk memaafkan dan melupakan. Ini adalah kualitas dari Kshama (memaafkan) yang merupakan kekuatan terbesar bagi manusia. Jika seseorang kehilangan kualitas ini, ia akan menjadi jahat.

-BABA

Thursday, November 26, 2009

Thought for the Day - 26th November 2009 (Thursday)


Be always saturated with love. Do not use poisonous words against anyone, for words are more fatal than even arrows. Speak softly and sweetly. Sympathise with the suffering and the ignorant. Do your best to apply the salve of soothing words and render timely help. Do not damage anyone’s faith in virtue and Divinity. Encourage others to have that faith by demonstrating in your own life that virtue is its own reward and that Divinity is all-pervasive and all-powerful.

Selalu dipenuhi dengan cinta-kasih. Jangan menggunakan kata-kata beracun kepada siapapun, karena kata-kata lebih mematikan daripada anak panah. Berbicaralah yang manis dan lemah lembut. Bersimpatilah pada orang-orang yang tidak tahu dan yang menderita. Lakukan yang terbaik dengan menyampaikan kata-kata yang menenangkan dan memberikan bantuan tepat pada waktunya. Jangan merusak keyakinan seseorang dalam kebajikan dan ketuhanan. Doronglah orang lain untuk memiliki keyakinan tersebut dengan menunjukkan hidup dalam kebajikan adalah anugerah dan bahwa Tuhan meresapi segalanya dan penuh dengan segala kekuatan.

-BABA

Wednesday, November 25, 2009

Thought for the Day - 25th November 2009 (Wednesday)


What does Ahimsa (non-violence) signify? It is not merely refraining from causing harm to others. It also implies refraining from causing harm to oneself. In the matter of speech, one must examine whether one’s words cause pain to others. One must see that one’s vision is not tainted with evil intentions or thoughts. Nor should one listen to evil talk either. All these things cause harm to a person. Hence one should see to it that one gives no room for bad vision, bad hearing, bad speech, bad thoughts or bad actions. And how do you determine what is bad? By consulting your conscience. Whenever you act against the dictates of your conscience, bad results will follow.

Apa makna dari Ahimsa (tanpa kekerasan)? Ahimsa bukan hanya sekedar menahan diri untuk tidak menyakiti orang lain. Hal ini juga berarti menahan diri untuk tidak menyakiti diri sendiri. Dalam hal berbicara, seseorang harus memeriksa apakah kata-katanya menyebabkan rasa sakit pada orang lain. Seseorang harus melihat bahwa pandangannya tidak dicemari dengan niat buruk atau pikiran yang buruk. Juga tidak boleh untuk mendengarkan pembicaraan yang buruk. Semua hal tersebut dapat menyakiti seseorang. Oleh karena itu seseorang seharusnya memastikan untuk tidak memberikan ruang bagi cara pandang yang buruk, pendengaran yang buruk, perkataan yang buruk, pikiran yang buruk, atau tindakan yang buruk. Dan bagaimana engkau menentukan mana yang buruk? Dengan berkonsultasi dengan hati nuranimu. Setiap kali engkau bertindak melawan hati nuranimu, hasil yang buruklah yang akan mengikutimu.

-BABA

Tuesday, November 24, 2009

Thought for the Day - 24th November 2009 (Tuesday)


One should be constantly contemplating on the principle of Brahma Sathyam, Jagath Mithya (reality of God and impermanence of the world). One must avoid the company of bad people; and even too much friendship with the good. Attachment of this nature will drag one away from the path to God. Give up attachment to the momentary. Once you have achieved this Udaaseenata (attitude of being unaffected), you will have unshakeable Shanti (peace), self-control and purity of mind.


Seseorang seharusnya merenungkan prinsip Brahma Sathyam, Jagath Mithya (realitas Tuhan dan dunia yang fana) secara terus-menerus. Seseorang harus menghindari pergaulan dengan orang-orang yang buruk dan persahabatan yang terlalu erat walaupun dengan orang-orang yang baik. Keterikatan ini akan membuat orang jauh dari jalan Tuhan. Buanglah keterikatan sesaat. Ketika engkau telah mencapai Udaaseenata (sikap yang tak terpengaruhi), engkau akan mendapatkan Shanti (kedamaian), pengendalian pikiran dan kemurnian pikiran yang mantap.