Tuesday, July 26, 2011

Thought for the Day - 26th July 2011 (Tuesday)

Many people feel proud that they have been of service to others. They are eager to be praised as beneficent and munificent. This attitude reveals their Ajnana, ignorance. They must journey to a higher stage called Vijnana, when the heart is transformed by adherence to truth, non-violence, and compassion. Such a person can then understand himself, his kinship with the Cosmos, and with the Creator of the Cosmos. Then he lives and acts in accordance with that understanding, without ignorance, doubt or disharmony.

Banyak orang merasa bangga bahwa mereka telah melayani orang lain. Mereka ingin dipuji sebagai dermawan dan murah hati. Sikap ini mengungkapkan Ajnana mereka, ketidaktahuan mereka. Mereka harus mengadakan perjalanan ke tahap yang lebih tinggi yang disebut Vijnana, dimana hati akan diubah pada kesetiaan untuk menjalankan kebenaran, tanpa-kekerasan, dan kasih sayang. Orang yang seperti itu dapat memahami dirinya sendiri, hubungan kekerabatan dengan Cosmos (alam semesta), dan dengan Sang Pencipta. Lalu ia hidup dan bertindak sesuai dengan pemahaman, bebas dari ketidaktahuan, keraguan atau ketidakharmonisan.

-BABA

Monday, July 25, 2011

Thought for the Day - 25th July 2011 (Monday)

In order to fulfill the yearning of His devotee, God will appear in any form, at any place. But to see God, you must pray to Him with one-pointed concentration. This type of single-mindedness comes only out of Sathwa Guna (pure qualities), and that again is the product of meditation. Therefore, you must cultivate good qualities, and in order to develop these, you should desire Satsang (the company of the good). Seek the company of the noble; avoid evil company. Your true companions are those who talk and discourse about the Lord, about truth, about Seva (service) of others, and about love that considers all as equal.

Untuk memenuhi kerinduan bhakta-Nya, Tuhan akan muncul dalam Wujud apapun, di setiap tempat. Tetapi untuk melihat Tuhan, engkau harus berdoa kepada-Nya dengan satu konsentrasi, dimana hal ini hanya akan muncul dari Sathwa Guna (sifat yang murni), melalui meditasi. Oleh karena itu, engkau harus memupuk sifat yang baik, dan untuk mengembangkan ini, engkau seharusnya melakukan Satsang (pergaulan dengan orang-orang yang baik). Carilah pergaulan yang mulia, hindari pergaulan yang buruk. Sahabat sejatimu adalah mereka yang membicarakan dan membahas wacana-wacana Tuhan, mengatakan kebenaran, melakukan Seva (pelayanan) pada orang lain, dan mereka yang penuh cinta-kasih serta mereka yang menganggap semua makhluk adalah sama di hadapan Tuhan.

-BABA

Sunday, July 24, 2011

Thought for the Day - 24th July 2011 (Sunday)

Three types of activity reach God and earn His Grace: (1) those not prompted by personal desire, (2) those emanating from unselfish love and (3) prayer arising from pure hearts. They reach the Lord directly and He pays heed to them. The rest are the concern of the various deities who preside over their disposal. Therefore, prayers have to be unselfish, saturated with love, and free from the taint of attachment to the gift that the prayer would bring.

Tiga tindakan untuk mencapai Tuhan dan mendapatkan berkat-Nya adalah: (1) yang tidak di dorong oleh keinginan pribadi, (2) yang berasal dari cinta-kasih yang tidak mementingkan diri sendiri dan (3) doa yang timbul dari hati yang murni. Mereka dapat mencapai Tuhan secara langsung dan Beliau langsung mengindahkan doa mereka. Yang lainnya adalah perhatian terhadap berbagai dewa yang mereka miliki. Oleh karena itu, doa haruslah tidak mementingkan diri sendiri, dipenuhi dengan cinta-kasih, dan bebas dari keterikatan pada hasil dari doa.

-BABA

Saturday, July 23, 2011

Thought for the Day - 23rd July 2011 (Saturday)

Always discuss the good in others. Never think about the evil actions of others. If you can, keep trying to turn them to good ways and give them good advice. You should cultivate peace of mind, the charitableness and eagerness to promote the welfare of all that is necessary for the attitude. These can come only through repetition of the Divine Name and meditation. The wealth derived from repetition of the Lord’s Name and meditation is Sadguna (good qualities). Good qualities clean the exterior and also purify and ennoble the inner tendencies.

Selalulah membicarakan hal-hal yang baik tentang orang lain. Jangan pernah berpikir tentang perbuatan buruk yang dilakukan oleh orang lain. Jika engkau bisa, teruslah berusaha untuk mengubah mereka cara-cara yang baik dan memberikan mereka nasihat yang baik. Engkau harus mengembangkan kedamaian pikiran, sifat murah hati dan keinginan untuk meningkatkan kesejahteraan bagi semuanya karena sikap inilah yang diperlukan. Hal ini hanya dapat dicapai melalui pengulangan Nama Tuhan dan meditasi. Kekayaan yang diperoleh dari pengulangan Nama Tuhan dan meditasi adalah Sadguna (sifat yang baik). Sifat-sifat yang baik akan membersihkan bagian luar (lahiriah) dan juga memurnikan dan memuliakan batin.

-BABA

Friday, July 22, 2011

Thought for the Day - 22nd July 2011 (Friday)

The lives of individuals are determined by the activities that the individual adopted either in previous lives or in this. The consequences of acts done in the past lives that affect this life are called Praarabdha. The Karma that one is engaged in now which is bound to affect the future is called Aagaami. The aggregate Karma of the past that is slowly being worked out by the individual life after life is called Sanchitha. Just as an activity that one is engaged in can be referred to as Karma, being silent and quiescent is called Akarma! If you are not attached to the fruits of the action you perform, but are engaged in it as your duty, as your way of worship; then you can practice Akarma even when engaged in Karma. This is the highest Sadhana.

Kehidupan individu ditentukan oleh perbuatannya baik dalam kehidupan sebelumnya ataupun dalam kehiduan saat ini. Konsekuensi dari perbuatan yang dilakukan dalam kehidupan sebelumnya yang mempengaruhi kehidupan saat ini disebut Praarabdha karma. Karma yang berhubungan dengan kehidupan sekarang yang mempengaruhi kehidupan yang akan datang disebut dengan Aagaami karma. Kumpulan Karma pada kehidupan sebelumnya (masa lalu) yang perlahan-lahan dialami pada kehidupan saat ini disebut dengan Sanchitha karma. Karma adalah perbuatan/ tindakan yang kita lakukan, sementara tidak berbuat (diam) disebut dengan Akarma! Jika engkau tidak terikat pada buah dari perbuatan yang engkau lakukan, tetapi menganggapnya sebagai suatu kewajiban serta sebagai suatu pemujaan; selanjutnya engkau dapat mempraktekkan akarma bahkan ketika terlibat dalam Karma. Inilah Sadhana yang tertinggi.

-BABA

Thursday, July 21, 2011

Thought for the Day - 21st July 2011 (Thursday)

Exterior charm attracts the animal; internal charm, resulting from character, pleases the Lord. Do not be tempted by the low tastes of the world and the cheap regard that people bestow. Strive for the holy grace and love of the Lord. The affection that people shower is not constant, for it depends on their likes and dislikes. Those who are enamored of the external will tumble into disappointment and sorrow every now and then. But the love that the Lord bears to you depends on your good qualities alone. It also gives you permanent joy. Beauty consists in character, not in anything else. There is nothing more charming than that.

Daya tarik eksterior (lahiriah) merupakan sifat hewani, sementara daya tarik internal yang muncul dari karakter yang baik akan menyenangkan Tuhan. Janganlah tergoda dengan selera rendah duniawi dan menganggap rendah apa yang orang berikan. Berusahalah untuk mencapai berkat dan kasih Tuhan. Cinta-kasih yang diperlihatkan oleh orang-orang, tidaklah konstan, karena hal itu tergantung pada perasaan suka dan tidak suka. Mereka yang terpikat pada daya tarik eksternal (kebendaan) akan jatuh ke dalam kekecewaan dan kesedihan. Tetapi cinta-kasih yang diberikan Tuhan tergantung pada sifat-sifat baikmu sendiri. Inilah yang akan menganugerahkanmu kebahagiaan untuk selama-lamanya. Kecantikan yang sejati terletak pada karkater yang baik, bukan pada yang lainnya. Tidak ada yang lebih menarik daripada kecantikan sejati ini.

-BABA

Wednesday, July 20, 2011

Thought for the Day - 20th July 2011 (Wednesday)

The word Karma (action) is short and crisp. But the idea and ideals it conveys are of great significance to mankind. It is of two kinds: material and spiritual, Loukik (connected with this world) and Vaidik (drawn from the Vedas or scriptural injunctions). Karma that merely sustains life is material. The Vaidik elevates the human into the Divine and is based on the scriptures. Karma is not simply physical; it is also mental and verbal. Karma subsumes every activity of man—worldly, scriptural, the spiritual. All the three strands are, in truth, intertwined. The worldly actions entail merit or demerit. The scriptural actions are saturated with the experience of generations of good seekers. The spiritually focused will devote themselves to the cleansing of the heart so that the indwelling God may be reflected therein.

Perkataan itu singkat dan pendek. Tetapi gagasan dan cita-cita yang disampaikannya sangatlah penting bagi umat manusia. Hal ini terdiri dari dua jenis: material dan spiritual, Loukik (terhubung dengan dunia ini) dan Vaidik (diambil dari kitab suci Veda atau perintah dari Kitab Suci). Karma yang hanya menopang kehidupan adalah material. Vaidik mengangkat manusia ke tingkat Ilahi dan didasarkan pada Kitab suci. Karma tidak hanya fisik melainkan juga mental dan verbal. Karma juga termasuk setiap aktivitas manusia - duniawi, Kitab Suci, dan spiritual. Ketiganya tersebut, benar-benar terjalin satu sama lain. Tindakan duniawi menghendaki suatu kualitas apakah bernilai atau tidak bernilai sementara tindakan yang didasarkan pada Kitab suci dipenuhi dengan pengalaman generasi pencari kebaikan. Spiritual yang terfokus akan mengabdikan diri mereka sendiri untuk membersihkan hati mereka sehingga Tuhan yang selalu ada di dalam jiwa dapat tercermin di dalamnya.

-BABA