Thursday, September 20, 2012

Thought for the Day - 20th September 2012 (Thursday)

It is always preferable to approach God for the fulfilment of your wants, rather than cringe before others, who themselves are but tools in the hands of God. In his own silent way, God will transform the mind and turn it towards spiritual practices and successful spiritual pilgrimage. He cannot allow his children to lose their way and suffer in the jungle. When you approach God and seek his help and guidance, you have taken the first step to save yourself. You are then led to accept His will as your own. Thus, you achieve peace. God draws you to Him to re-form and re-shape you. God is a kind of smith, who repairs broken, leaky, and damaged ‘human-ware’. He is adept at fixing broken hearts, fragile minds, warped intellects, feeble resolutions and fading faith. Come to Him with hands that salute in prayer, hands that are eager to serve. Then, He fills them with loads of Grace.

Adalah lebih baik untuk mendekati Tuhan untuk mengabulkan keinginanmu, dibandingkan dengan merendahkan diri dihadapan orang lain, yang hanyalah merupakan alat di tangan Tuhan. Dengan caranya sendiri, diam-diam Tuhan akan mengubah pikiran dan mengalihkannya pada praktek-praktek spiritual dan perjalanan spiritual yang berhasil. Beliau tidak dapat membiarkan anak-anak-Nya kehilangan jalan dan menderita di tengah hutan. Ketika engkau mendekati Tuhan dan meminta bantuan dan bimbingan-Nya, engkau telah mengambil langkah pertama untuk menyelamatkan dirimu. Engkau kemudian menerima kehendak-Nya. Dengan demikian, engkau akan mencapai kedamaian. Tuhan menarikmu pada-Nya untuk membentukmu kembali. Tuhan dapat diibaratkan sebagai penempa, menempa ‘manusia’ memperbaiki yang pecah, bocor, dan rusak. Beliau sangat terampil/mahir untuk memperbaiki patah hati, pikiran yang rapuh, intelek yang menyimpang, resolusi yang lemah, dan keyakinan yang tidak mantap. Datanglah pada-Nya dengan sikap tangan berdoa dan tangan-tangan yang siap untuk melayani. Selanjutnya, Beliau akan memberikan berkat-Nya.
-BABA

Wednesday, September 19, 2012

Thought for the Day - 19th September 2012 (Wednesday)



Lord Vinayaka is the leader of all, He has no leaders or master. Whenever a new task is undertaken, it is customary to invoke Lord Vinayaka’s blessings for the successful completion of the task. When you pray to Him and seek His blessings, all your efforts will meet with success. Lord Vinayaka’s elephant-head denotes that He can be compared to an elephant in intelligence, which always thinks twice before setting its foot forward. Lord Vinayaka is full of wisdom. The name Ganapati denotes that He is full of vijnana (higher wisdom), sujnana (discriminatory wisdom), and prajnana (constant integrated awareness). People today forget the underlying meaning in the name Ganapati and engage themselves in mere rituals. You may not perform any rituals, but never give up worshipping Lord Vinayaka. 

Lord Vinayaka adalah pemimpin dari semuanya, Beliau tidak memiliki pemimpin atau master. Setiap kali tugas baru dilakukan, hendaknya menjadi kebiasaan untuk memohon berkat Lord Vinayaka agar berhasil menyelesaikan tugas tersebut. Ketika engkau berdoa pada-Nya dan meminta berkat-Nya, semua usaha yang engkau lakukan akan berhasil. Lord Vinayaka yang berkepala gajah menunjukkan bahwa Beliau dapat disamakan dengan gajah di bidang kecerdasan, yang selalu berpikir dua kali sebelum melangkahkan kakinya ke depan. Lord Vinayaka penuh dengan kebijaksanaan. Nama Ganapati menunjukkan bahwa Beliau memiliki vijnana (kebijaksanaan tertinggi), sujnana (kebijaksanaan diskriminatif/kemampuan untuk membedakan), dan prajnana (kesadaran terpadu yang konstan). Orang-orang saat ini melupakan makna yang mendasar dalam nama Ganapati dan hanya melibatkan diri dalam ritual belaka. Engkau mungkin tidak melakukan ritual apapun, tetapi jangan pernah meninggalkan memuja Lord Vinayaka.
-BABA

Tuesday, September 18, 2012

Thought for the Day - 18th September 2012 (Tuesday)


The word Dhanam (wealth) means any valued possession, an object of affection. It does not merely mean riches and precious metals. The most valued possession of human beings is Self-Knowledge. Arjuna earned this, and hence was called ‘Dhananjaya’. Anyone can earn riches or money – even crooks, dacoits and pirates amass money. True wealth, worthy of deposits in the Divine Bank, is earned only by those who struggle to be virtuous, detached, humble and holy. Do not underestimate the value of this deposit. Your meritorious noble deeds, your purity, the selfless love that you manifest with your fellow beings – bring to God these precious commodities and He will readily accept them as deposits to your credit.

Kata Dhanam (kekayaan) berarti harta kekayaan/barang-barang berharga, objek keterikatan duniawi. Ini tidak hanya berarti barang-barang berharga dan logam mulia. Harta paling berharga dari manusia adalah Pengetahuan atma. Arjuna memperoleh pengetahuan ini, dan karenanya ia disebut 'Dhananjaya'. Siapapun bisa mendapatkan kekayaan atau uang - bahkan penjahat, perampok, dan bajak laut, semuanya mengumpulkan uang. Kekayaan yang sejati, selayaknya di simpan di Bank Ilahi, hanya bisa diperoleh bagi orang-orang yang berjuang pada jalan kebajikan, tanpa-kemelekatan (pada objek-objek duniawi), rendah hati, dan suci. Engkau hendaknya tidak meremehkan nilai dari simpanan ini. Perbuatan baik dan mulia, kemurnian-mu, cinta-kasih yang tidak mementingkan diri sendiri yang engkau manifestasikan pada sesama –bawalah semua komoditas berharga ini pada Tuhan dan Beliau akan siap menerimanya sebagai deposito untuk kredit/piutang-mu.
-BABA

Monday, September 17, 2012

Thought for the Day - 17th September 2012 (Monday)


When a man is suffering from the effects of cobra-bite, they give him chillies to chew; the idea is that the ailing person will not feel the spicy taste, if the poison is still in his system. So too, when the poison of worldly sensualism is there, worship, japam (contemplation), and dhyanam (meditation) - all of this will taste drab and dismal. Above all, insist on the senses obeying you when you command them to desist from dragging you. Or else you are like a car without a brake. With the senses under control, your intelligence will become clear to reflect the Glory of God that pervades the Universe. That is the teaching of the scriptures. Steady faith alone can help you earn victory. Hold on till the realization is rewarded to you.

Ketika seseorang menderita efek gigitan-cobra, mereka memberinya cabe agar orang tersebut mengunyah-nya, idenya adalah bahwa orang yang sakit tersebut tidak akan merasakan rasa pedas, jika racun tersebut masih berada dalam sistem tubuhnya. Demikian juga, ketika racun sensualisme duniawi masih ada, ibadah, japam (kontemplasi), dan dhyanam (meditasi) - semua ini akan terasa tidak menarik dan tidak menyenangkan. Di atas semuanya, engkau hendaknya berusaha agar indera mematuhi-mu (patuh pada perintahmu) ketika engkau memerintahkan-nya untuk menghentikan menyeret-mu pada objek-objek duniawi. Atau kalau tidak, engkau dapat diibaratkan seperti sebuah mobil yang tidak memiliki rem. Dengan indera yang senantiasa berada di bawah kendali/kontrol, batin-mu akan menjadi jelas untuk mencerminkan kemuliaan Tuhan yang meliputi seluruh alam semesta. Itulah ajaran yang tertulis dalam kitab-kitab suci. Hanya keyakinan yang mantap yang dapat membantumu memperoleh kemenangan, oleh karena itu engkau hendaknya memiliki keyakinan yang mantap, sampai engkau mendapatkan kesadaran/realisasi.
-BABA

Sunday, September 16, 2012

Thought for the Day - 16th September 2012 (Sunday)


Be firm to not discard the one Name and Form you have selected carefully; even if someone speaks ill about them. Hold fast to your chosen deity and save yourselves. At the same time, do not cavil at others’ chosen deities. Undermining the faith of another or disturbing your own - both are wrong. Faith is a plant of slow growth. Its roots go deep into the heart. Silence is the best spiritual practice to guard faith. Hence I insist that you adopt this as the first and most important step in your spiritual journey. The Lord’s feet, eyes and face is compared to the Lotus, because He is like the Lotus - unaffected by the environment it is in. You too, must be smiling at all times, imparting joy to all around you and making their burden lighter.

Tetaplah teguh untuk tidak mengesampingkan Nama dan Wujud Tuhan yang telah engkau pilih, bahkan jika seseorang berbicara buruk tentang-Nya. Engkau hendaknya berpegang teguh pada dewa yang engkau pilih. Pada saat yang sama, janganlah mencela dewa lain yang dipilih oleh orang lain. Mengganggu keyakinan orang lain atau keyakinanmu sendiri - keduanya adalah salah. Keyakinan adalah tanaman yang tumbuh dengan lambat. Akarnya jauh menuju ke jantung. Silence/kesunyian adalah praktek spiritual terbaik untuk mempertahankan keyakinan. Oleh karena itu, Aku meminta engkau untuk melakukan hal ini sebagai langkah pertama dan paling penting dalam perjalanan spiritual-mu. Kaki Tuhan, mata dan wajah-Nya dapat disamakan dengan Lotus, karena Beliau seperti Lotus - tidak terpengaruh oleh lingkungannya. Demikian juga engkau, hendaknya senantiasa tersenyum setiap saat, memberikan sukacita pada semuanya di sekitarmu dan meringankan beban mereka.
-BABA

Saturday, September 15, 2012

Thought for the Day - 14th & 15th September 2012


Date: Friday, September 14, 2012

In spite of warnings, admonitions, advice and appeals that one should not submerge themselves in the trivial and the transitory, people are still drawn towards misery by defects in their understanding. Hatred, greed, factions and fights are prevalent because God is discarded as superfluous or as superstition. The scriptures are the records of the thoughts and experiences of pure and unprejudiced love-filled seekers of truth. You will do well, if you trust them. They clearly explain the following tenets: Love alone prevails, Detachment is your true wealth, Unity alone is the truth and God alone should be your goal in life. Just as when light from the oil-based lamp gets dull, its wick is adjusted or fuel is added, it is about time the nobler and higher impulses of all human beings are invigorated. That alone will save you from calamity. You must desire for your liberation from the bonds you have woven around yourself.

Meskipun ada peringatan, teguran, nasihat, dan seruan bahwa seseorang hendaknya tidak menenggelamkan diri mereka dalam sesuatu yang tidak berharga dan bersifat sementara, orang-orang masih mengalami penderitaan disebabkan oleh kurangnya pemahaman mereka. Kebencian, keserakahan, perselisihan, dan perkelahian menjadi biasa/lazim dilakukan karena Tuhan ditempatkan pada posisi yang tidak tepat. Kitab-kitab suci adalah catatan pemikiran dan pengalaman yang murni dan penuh dengan kebenaran. Engkau akan bisa menggunakannya dengan baik, jika engkau mempercayai-nya. Dalam kitab-kitab suci dengan jelas menjelaskan prinsip-prinsip berikut: hanya Cinta-kasih yang berlaku, Ketidakmelekatan adalah kekayaan sejati-mu, Kesatuan adalah kebenaran, dan hanya Tuhan yang menjadi tujuan-mu dalam hidup. Sama halnya ketika cahaya dari lampu minyak menjadi memudar, maka sumbu yang diatur atau bahan bakar yang ditambahkan. Engkau hendaknya hanya menginginkan pembebasan/bebas dari ikatan duniawi. Inilah yang akan menyelamatkan-mu dari bencana.
-BABA

Date: Saturday, September 15, 2012

When you are in need of money, you can borrow capital from banks, that is, if you mortgage land, jewels or property you have earned or inherited from parents or ancestors. The Divine Banker also lets you to draw upon the deposits made through noble acts from previous births. That is why, at times, you find some people, who are wicked and cruel, mean and miserly, appear to lead happy lives, free from pain and grief. These are drawn upon from deposits made in the past and they are entitled to that happiness. Overdrafts or loans help you tide over temporary crisis and will be available only in proportion to the value of mortgages or deposits. In the Divine Bank, you can be fully protected from distress and grief when you earn the Grace of God (Anugraha). Engage in noble deeds, good thoughts, good feelings, and good company and be in constant contemplation of the Divine, God’s Grace will be showered on you.

Ketika engkau membutuhkan uang, engkau dapat meminjam modal dari bank, yaitu, jika engkau hipotek/menggadaikan tanah, perhiasan, atau properti yang engkau miliki atau yang telah diwariskan dari orang tua atau nenek moyang-mu. Banker Ilahi juga memungkinkan-mu untuk memanfaatkan deposito yang engkau miliki yang berasal dari perbuatan-perbuatan mulia yang berasal dari kelahiran sebelumnya. Itulah sebabnya, saat ini, engkau menemi orang-orang, ada yang jahat dan kejam, hina dan kikir, ataupun yang tampaknya menjalani kehidupan yang berbahagia, bebas dari rasa sakit dan kesedihan. Ini ditarik dari deposito yang dibuat di masa lalu dan mereka berhak mendapatkan kebahagiaan itu. Hutang atau pinjaman membantu-mu atas krisis sementara dan hanya akan tersedia dalam proporsi nilai hipotik atau deposito-mu. Di Bank Ilahi, engkau dapat sepenuhnya dilindungi dari marabahaya dan kesedihan ketika engkau mendapatkan karunia Tuhan (Anugraha). Dengan melakukan perbuatan yang mulia, senantiasa berpikir yang baik, memiliki perasaan yang baik, dan memiliki pergaulan yang baik serta selalu merennungkan Tuhan dengan tiada henti, maka Tuhan akan mencurahkan berkat-Nya .
-BABA