Showing posts with label Ahamkara. Show all posts
Showing posts with label Ahamkara. Show all posts

Tuesday, October 28, 2008

Thoughts for the Day - 29th October 2008 (Wednesday)


The effulgence of Atma is obscured by Ahamkara (ego). Therefore when Ahamkara is destroyed, all troubles end, discontent vanishes and bliss is attained. One should constantly practise the great lesson that the body and the Atma are separate. Such Viveka or discrimination is necessary for all aspects of life, secular as well as spiritual. It is indispensable for realising the Truth, which is God Himself.

Kemuliaan Atma selama ini terhalangi oleh Ahamkara (sang ego). Oleh sebab itu, ketika Ahamkara berhasil diatasi/disingkirkan, maka segala bentuk persoalan dan ketidak-puasan juga akan sirna dan sebagai gantinya, tercapailah bliss. Engkau harus secara kontinu mempraktekkan serta menyadari bahwa badan fisik dan Atma adalah saling terpisah. Viveka atau kemampuan diskriminatif seperti demikian diperlukan dalam setiap aspek kehidupan ini, baik secara sekuler maupun spiritual serta juga dibutuhkan dalam mencapai realisasi atas kebenaran, yaitu Sang Divine sendiri.
-BABA

Thursday, June 19, 2008

Thoughts for the Day - 20th June 2008 (Friday)


Man should get rid of Ahamkara (the feeling that he is the doer). As long as the ego is dominant, the Atmic consciousness will not develop. The egoist cannot recognize the Atma. It is egoism that is at the root of all of man's troubles. It is delusion based on the misconception that the body is real and permanent. The truth is otherwise. One should recognize the evanescence of the body and the senses and control the desires prompted by the sense organs. Desires are insatiable. The pursuit of wealth, power and position can only end in misery. Instead, one should take refuge in God and dedicate all actions to the Divine.

Manusia harus sanggup untuk menyingkirkan Ahamkara (yaitu perasaan bahwa seolah-olah dialah yang menjadi pelaksana dari segala-galanya). Selama ego masih dominan, maka kesadaran Atmic tidak akan muncul. Seorang egois tidak bisa mengenali Atma. Egoisme merupakan akar dari segala persoalan yang dihadapi oleh manusia. Sungguh semuanya itu merupakan delusi yang didasari oleh pandangan salah yang menganggap bahwa badan jasmani ini sebagai sesuatu yang real dan permanen. Justru kebenaran hakiki adalah sebaliknya. Engkau harus menyadari betapa rentannya badan fisik dan panca inderamu serta lakukanlah upaya untuk mengendali keinginan-keinginan yang timbul oleh orang-organ indera itu. Keinginan tiada mengenal kesudahan. Upaya untuk mengejar kekayaan, kekuasaan dan jabatan hanya akan berakhir dalam penderitaan. Sebaliknya, berlindunglah kepada Tuhan dan dedikasikanlah semua tindakanmu kepada-Nya.
-BABA