Showing posts with label Atma. Show all posts
Showing posts with label Atma. Show all posts

Tuesday, September 9, 2008

Thoughts for the Day - 10th September 2008 (Wednesday)


Tat Twam Asi: Thou are that. This is the highest and holiest teaching. You are the indestructible Atma. It is for the sake of the Atma that you have the physical body and so in the attempt to realise God here and now, you must be prepared to sacrifice the body at any moment. The body is only an instrument, an implement given by God. Let it serve its rightful purpose.

Tat Twam Asi: Thou are that (Engkau adalah Tuhan). Ungkapan ini merupakan ajaran yang tertinggi dan suci. Engkau pada hakekatnya adalah Atma yang tak mengalami kelapukan oleh ruang dan waktu. Badan jasmani ini diberikan kepadamu dengan maksud/tujuan agar engkau menyadari bahwa dirimu sebenarnya adalah Atma (Tuhan), oleh sebab itu engkau seharusnya bersiap diri bilamana suatu hari harus mengorbankan badan jasmanimu sekalipun. Badan fisik ini hanyalah sebuah instrumen atau sarana yang diberikan oleh Tuhan. Oleh sebab itu, pergunakanlah sebagaimana mestinya.
-BABA

Monday, March 17, 2008

Thoughts for the Day - 24th March 2008 (Monday)


If you cannot pray for the welfare of the community around you in whom God lives, how will it be possible for you to worship an invisible God? The first thing you have to do is strive for the welfare of the community around you. If the individual is deluded into believing that he is serving others, then woe be unto him, for there is no 'other' at all. All are One; one man's sorrow is everyone's sorrow. The fundamental flaw is the ignorance of man. If only he were wise, he would have known that all individuals are waves on the Ocean of the Self.


Jikalau engkau tidak dapat mendoakan kesejahteraan bagi komunitas yang ada di sekelilingmu yang mana merupakan tempat bersemayamnya Tuhan; maka bagaimanalah mungkin engkau bisa menghormati Tuhan yang tak terlihat olehmu itu? Hal pertama yang harus engkau lakukan justru adalah berjuang demi kesejahteraan komunitas di sekitarmu. Jikalau terdapat seseorang individu yang berpikiran bahwa ia sedang melayani orang lain, maka pandangan seperti itu sungguh amat menyedihkan, sebab sebenarnya tiada 'orang lain' sama sekali! Semuanya adalah satu; kesedihan seseorang adalah kesedihan setiap orang. Biang-keroknya adalah karena kebodohan batin manusia! Jikalau saja ia bersikap bijak, maka ia akan mengetahui bahwa setiap individu adalah riak-riak gelombang dari satu samudera yang sama (yaitu yang dinamakan 'Self/Atma').
-BABA