Showing posts with label Discrimination. Show all posts
Showing posts with label Discrimination. Show all posts

Sunday, August 24, 2008

Thoughts for the Day - 25th August 2008 (Monday)


Be thankful to the Lord that He gave you Time, as well as action to fill it with. He gave you food, as well as hunger to relish it. But, that does not entitle you to engage yourself in action without discrimination. When you build a house, you install a door in front to admit all who are welcome and keep out those are not. You do not keep the doors wide open for all and sundry to come in as and when they please. Similarly, screen the impulses and motives that enter your mind; keep out the demeaning, the debasing, the deleterious. Admit only the highest wisdom of the scriptures, the wisdom culled out of the crucible of the experience of the ancient sages.


Bersyukur dan berterima-kasihlah kepada Tuhan atas anugerahnya kepadamu berupa waktu dan juga action (kemampuan untuk melakukan sesuatu) guna mengisi waktu tersebut. Beliau juga telah memberimu makanan dan juga rasa lapar untuk dipuaskan. Namun walaupun begitu, itu bukan berarti bahwa engkau boleh sesuka hatimu bertindak atau melakukan sesuatu tanpa disertai dengan pertimbangan terlebih dahulu (discrimination). Ketika engkau membangun sebuah rumah, maka tentunya engkau memasang pintu di bagian depan guna memperbolehkan orang-orang yang engkau undang untuk masuk ke dalam dan sebaliknya menahan orang-orang yang tidak diundang. Tentunya engkau tidak membiarkan pintu rumahmu terbuka bagi setiap orang yang datang sesuka-sukanya. Demikian pula, lakukanlah filtrasi terhadap dorongan dan motivasi tertentu yang masuk ke dalam batinmu; berhentikanlah hal-hal yang bersifat negatif. Hanya izinkanlah kebijaksanaan tinggi dari kitab-kitab suci serta kebijaksanaan mulia yang telah berhasil diperoleh oleh pengalaman-pengalaman luhur para rishi/sadhu.

-BABA

Wednesday, August 6, 2008

Thoughts for the Day - 7th August 2008 (Thursday)


Discrimination is very essential in life. One must always inquire, “Is it good or bad?” and “Is it right or wrong?” We must accept the good and discard the bad. It is not enough that discrimination be practiced only for physical objects. We must use discrimination in our vision – in what we see. We must show discrimination in our words, in what we listen to, in our thoughts and, of course, in our actions and in our behaviour. Only then will the word ‘discrimination’ acquire significance.

Kemampuan diskriminatif sangatlah penting dalam kehidupan ini. Dengan perkataan lain, engkau harus selalu bertanya, "Apakah ini baik atau buruk?" dan "Apakah ini benar atau salah?" Kita harus menerima yang baik dan benar serta menjauhkan diri dari yang buruk dan salah. Tidaklah cukup bila kita hanya mempraktekkan diskriminasi di level/obyek fisik/materi saja. Kita juga harus menerapkannya dalam ucapan, hal-hal yang kita dengar, pikirkan dan tentunya dalam perilaku serta tindakan kita. Hanya dengan demikian, barulah istilah 'discrimination' memperoleh makna yang sebenarnya.
-BABA