Showing posts with label Forbearance. Show all posts
Showing posts with label Forbearance. Show all posts

Thursday, December 4, 2008

Thoughts for the Day - 5th December 2008 (Friday)


Only a person who has the attitude of Kshama (forbearance) can be considered to be endowed with sacred love. This cannot be learned from textbooks; nor can it be acquired from preceptors. It is only when we face problems and difficulties that this quality of forbearance and forgiveness has scope for taking root. When one is confronted with problems and difficulties, one should not get upset and become a victim of depression, which is a sign of weakness. Instead, one must confront the situation with an attitude of tolerance and forgiveness, without getting agitated or giving rise to anger, hatred and revengeful thoughts.

Prasyarat seseorang untuk disebut sebagai orang yang memiliki cinta-kasih suci & murni adalah ia yang memiliki sikap Kshama (forbearance = kesabaran). Attitude seperti ini tidak bisa dipelajari dari buku-buku teks; dan ia juga tidak bisa diperoleh dari para preceptor (guru). Sikap seperti itu hanya bisa terlatih ketika engkau sedang menghadapi permasalahan dan kesulitan. Ketika engkau sedang berhadapan dengan persoalan hidup, maka janganlah engkau jengkel dan membiarkan dirimu menjadi korban depresi; sebab bila hal tersebut yang terjadi, maka itu adalah pertanda bahwa engkau masih lemah. Sebaliknya, hendaknya engkau menghadapi situasi yang ada dengan semangat toleransi dan siap untuk memaafkan. Engkau tidak perlu harus menjadi marah, benci maupun timbul keinginan untuk balas-dendam.
-BABA

Saturday, May 17, 2008

Thought for the Day - 18th May 2008 (Sunday)


Forbearance is one of the most important qualities that you should posses, and it is absolutely essential on the spiritual path. It is by putting yourself under test in difficult circumstances that you can cultivate this quality of forbearance. There is nothing extraordinary about returning good for good, but doing good in return for bad, that is something great, and the practice of such a virtue requires a great deal of skill. However much other people may criticise you, however much they may comment and condemn, you should never lose your forbearance. You should remain unperturbed and continue to enjoy inner peace.

Forbearance (kesabaran/keteguhan hati) merupakan salah-satu kualitas penting yang harus engkau miliki, dan ia betul-betul sangat esensial dalam perjalanan spiritual. Cobaan-cobaan yang engkau jalani dalam kehidupan ini tiada lain adalah untuk mengembangkan kualitas forbearance tersebut. Apabila engkau membalas kebajikan dengan kebajikan, maka tindakan tersebut sudah merupakan hal yang lazim, tetapi apabila engkau sanggup membalas kebajikan atas perlakuan tidak senonoh yang engkau alami, maka hal itu barulah dapat dikategorikan sebagai tindakan yang luar biasa dan untuk mempraktekkannya dibutuhkan ketrampilan yang benar-benar terlatih. Walaupun orang lain mengkritikmu, entah seberapa pedasnya mereka mencelamu, janganlah engkau kehilangan kontrol atas emosi dan kesabaranmu. Engkau harus tetap tenang dan senantiasa dalam kondisi damai (inner peace).

-BABA

Friday, November 30, 2007

Thoughts for the Day - 1st December 2007 (Saturday)





You have to make your love pure. To do so, you must develop Kshama (forbearance), which implies remaining serene, patient and observing self-restraint under all circumstances, doing good to all, even to those who may want to harm you. There is nothing greater than Kshama. Kshama is equivalent to truth itself. It is the heart of Dharma (righteousness). It is non-violence in practice. Kshama is contentment, compassion; truly, it is everything in all the worlds. Only when you have developed Kshama will you be able to attain the Lord.

Sucikan dan murnikanlah cinta-kasihmu. Untuk mencapai hal tersebut, maka engkau perlu mengembangkan Kshama (kesabaran) yang diartikan sebagai sikap tenang, sabar dan mempraktekkan pengendalian diri dalam segala keadaan, berbuat baik terhadap semua orang, termasuk kepada mereka yang ingin mencelakaimu. Tak ada yang lebih berharga daripada Kshama. Ia dapat dipersamakan dengan kebenaran itu sendiri. Ia laksana jantung Dharma (praktek kebajikan) dan Ia juga merupakan tindakan tanpa kekerasan dalam praktek sebenarnya. Kshama adalah rasa berpuas diri dan welas-asih; dengan perkataan lain, ia adalah segala-galanya di dalam dunia ini. Tuhan hanya bisa tercapai apabila engkau mengembangkan Kshama.

-BABA