Showing posts with label Grace. Show all posts
Showing posts with label Grace. Show all posts

Tuesday, November 11, 2008

Thoughts for the Day - 12th November 2008 (Wednesday)


If you earn the Grace of the Lord, even the decrees of destiny can be overcome. There are certain drugs that come with expiry dates, beyond which the drug loses its efficacy. The drug may still be sealed in the bottle but it will no longer be effective after that date. Similarly, the Lord's Grace can make decrees of destiny inoperable. Just as you do not feel the severe pain in your body when the doctor administers an injection of morphine, the Grace of God allows you to endure difficulties without having to undergo the suffering.

Jikalau engkau mendapatkan rahmat Ilahi, maka yang dinamakan takdir/nasib tidak akan mempengaruhimu lagi. Sebagai contoh, pada setiap label obat-obatan kita melihat bahwa di sana tertera tanggal kadaluarsa, dimana apabila tanggal kadalurasanya sudah terlewati, maka keampuhan/kemanjuran obat itu sudah menjadi berkurang. Walaupun obat-obatan itu masih tersimpan rapat di dalam botol, namun ia sudah menjadi tidak efektif lagi (setelah tanggal kadaluarsanya habis). Nah, demikian pula halnya dengan Rahmat Tuhan, karunia-Nya akan meniadakan suratan takdir/nasib. Seperti halnya engkau tidak merasakan sakit di badanmu ketika dokter memberikan suntikan obat penawar sakit; maka demikian pula halnya dengan Rahmat Tuhan, engkau akan sanggup untuk mengatasi serangkaian cobaan/kesulitan tanpa harus merasakan penderitaan.
-BABA

Saturday, March 29, 2008

Thoughts for the Day - 27th March 2008 (Thursday)


Spirit can only be awakened, realized through individual discipline and the grace of God. These two can be won through love, purity and service to others. Individual effort and divine grace are interdependent; without effort, there will be no conferment of grace; without grace, there can be no taste in the effort. To win that grace, you need only have faith and virtue. You need not praise Him in order to win His favour. Faith in God is the best reinforcement for spiritual victory. When you revel in the contemplation of the splendour of the Lord, nothing material can attract you; all else will seem inferior; the company of the godly alone will be relished.

Spirit (jiwa) hanya bisa mengalami pencerahan melalui serangkaian disiplin spiritual dan rahmat Ilahi. Kedua-duanya hanya bisa diperoleh melalui jalan cinta-kasih, puritas dan pelayanan kepada sesama. Usaha-usaha individual dan rahmat Ilahi saling bergantungan; sebab tanpa usaha, maka tidak mungkin terdapat rahmat Ilahi; sebaliknya tanpa rahmat, maka engkau tidak akan bisa merasakan manisnya usaha-usahamu. Untuk memperoleh rahmat ilahi, maka engkau perlu memiliki keyakinan dan perilaku luhur. Untuk mendapatkan anugerah-Nya, engkau tidak perlu memuji-muji-Nya. Keyakinan kepada Tuhan merupakan senjata yang paling ampuh untuk mencapai kemenangan spiritual. Ketika engkau berkontemplasi atas kemuliaan Tuhan, maka tidak ada hal-hal yang berbau materialisits yang bisa memancingmu; semuanya akan terlihat seolah-olah inferior; hanya pergaulan dengan keilahian saja yang akan benar-benar dihargai.
-BABA

Friday, February 8, 2008

Thoughts for the Day - 11th February 2008 (Monday)



The Lord’s grace is conferred on each devotee according to the level of that person’s spiritual consciousness. The ocean is vast and boundless, but the amount of water you can carry from it is determined by the size of the vessel you take. If the vessel you carry is small, you cannot fill it beyond its capacity. Likewise, if your heart is constricted, Divine grace will be equally limited. Broaden your heart and receive the plenitude of God’s grace.

Rahmat Ilahi diberikan kepada setiap orang sesuai dengan level kesadaran spiritual masing-masing. Samudera maha luas dan tak terbatas, namun jumlah air yang bisa engkau ambil ditentukan oleh ukuran wadah yang dipergunakan. Jikalau wadah yang engkau bawa berukuran kecil, maka sudah barang tentu engkau tidak akan bisa mengisinya hingga melampaui kapasitasnya. Demikianlah, apabila hatimu picik, maka Rahmat Ilahi yang engkau terima juga bersifat terbatas. Oleh sebab itu, lapangkanlah hatimu dan terimalah curahan rahmat Ilahi yang berlimpah-limpah.

-BABA

Saturday, December 1, 2007

Thoughts for the Day - 2nd December 2007 (Sunday)



When a severe pain torments you, the doctor gives you a morphine injection and then you do not suffer any more. In the same way, the grace of God acts to take away the element of suffering from the Karma (consequences of past actions) which you have to undergo. It is incorrect to say that one's fate is entirely determined. Nothing can stand in the way of the grace of the Almighty.

Ketika rasa sakit yang amat sangat sedang menggerogotimu, maka sang dokter akan memberikan injeksi morfin supaya engkau tidak merasakan sakit itu. Dengan cara yang sama, berkat rahmat Tuhan, maka penderitaan yang ditimbulkan oleh Karma (konsekuensi perbuatan di masa lampau) akan dapat diringankan. Oleh sebab itu, adalah tidak tepat bila ada yang mengatakan bahwa nasib adalah sesuatu yang sudah tidak bisa diganggu-gugat lagi. Ketahuilah bahwa tidak ada yang bisa merintangi rahmat Ilahi dari Tuhan.

-BABA

Friday, November 16, 2007

Thoughts for the Day - 17th November 2007 (Saturday)


Visions are only reflections of divine vibrations in the mind, aroused by Sadhana (spiritual practice). They are milestones, signposts; they happen on the road to the goal. They do not, they cannot accompany you right to the end. You will have to travel alone and overcome obstacles. Grace from your own self is the most important and essential help for spiritual progress. I might grant you grace without limit, but of what use can that be if your heart is not clean and if your head is full of ego? Clean your heart with Prema (love) and remove ego through service.

Visions hanyalah merupakan refleksi dari divine vibrations di dalam batin, yang dibangkitkan melalui Sadhana (latihan spiritual). Mereka bagaikan tonggak bersejarah yang terdapat di sepanjang jalan menuju ke tempat tujuan-akhir. Ketahuilah bahwa visions tersebut tidak bisa mendampingimu selamanya ke tempat tujuan. Engkau harus melanjutkan perjalanan dan menghadapi sendiri hambatan-hambatan yang ada di sepanjang lintasanmu. Grace atau rahmat dari dirimu sendiri jauh lebih penting bagi kemajuan spiritualmu. Aku mungkin bisa memberimu rahmat yang berlimpah-limpah, tetapi itu semuanya tidak akan ada gunanya selama hatimu masih belum murni dan kepalamu masih penuh dengan ego. Oleh sebab itu, sucikanlah hatimu dengan Prema (cinta-kasih) dan singkirkanlah egomu melalui tindakan pelayanan.

-BABA

Saturday, October 27, 2007

Thoughts for the Day - 28th October 2007 (Sunday)

God's heart is said to be softer than butter. Yet, however soft the butter may be, it needs warmth to melt. Similarly, in order to melt the compassionate heart of the Lord, the devotee should develop the required warmth by his yearning and Sadhana (spiritual discipline). He should have intense longing for His mercy and grace. When the child cries, will the mother tarry, assessing or analyzing the tune of the cry? Similarly, it is enough if you pray to God in all earnestness. That burning desire is the only Sadhana that easily melts and moves the Lord's heart.

Hati Tuhan disebut-sebut mempunyai ciri kelembutan seperti halnya mentega (butter). Walaupun seberapa lembutnya mentega itu, ia tetap memerlukan kehangatan agar dapat dilumerkan. Analogi yang sama dapat diterapkan dalam hal yang berkaitan dengan hati Tuhan yang penuh welas-asih, dimana para bhakta perlu mengembangkan kehangatan melalui sadhana (disiplin spiritual) dan rasa cinta-kasihnya. Ia harus memiliki kerinduan yang amat dalam terhadap belas-kasih dan rahmat-Nya. Ketika seorang anak menangis, apakah ibunya akan menunda-nunda sembari menganalisa terlebih dahulu intonasi ataupun alunan suara nangis sang anak? Demikianlah, cukuplah apabila engkau berdoa kepada Tuhan dengan sepenuh hatimu. Rasa rindumu yang sedemikian mendalam merupakan satu-satunya sadhana yang secara mudah melumerkan dan menjadi daya pengerak bagi diperolehnya hati (rahmat) Tuhan.

-BABA

Monday, October 15, 2007

Thoughts for the Day - 17th October 2007 (Wednesday)

God's grace cannot be had by one who is wavering from moment to moment and whose heart is not pure. The Lord judges the devotee by the purity of his heart and not by the kind of worship or Japa (repetition of God's name) he performs. Even if you do not practise worship or meditation, it is enough if you have cleansed your heart. The Divine will then enter it.

Rahmat Tuhan tidak bisa dimiliki oleh seseorang yang batinnya tidak mantap dan yang hatinya tidak murni. Tuhan menilai bhakta-Nya dengan berdasarkan murni atau tidaknya hatinya dan bukan dengan jenis ibadah atau Japa (pengulangan nama-nama Tuhan) yang dilakukannya. Walaupun engkau tidak mempraktekkan ibadah ataupun meditasi, namun apabila engkau memiliki hati yang murni dan bersih, maka Divine akan tinggal di sana.

-BABA