
Jikalau engkau mendapatkan rahmat Ilahi, maka yang dinamakan takdir/nasib tidak akan mempengaruhimu lagi. Sebagai contoh, pada setiap label obat-obatan kita melihat bahwa di sana tertera tanggal kadaluarsa, dimana apabila tanggal kadalurasanya sudah terlewati, maka keampuhan/kemanjuran obat itu sudah menjadi berkurang. Walaupun obat-obatan itu masih tersimpan rapat di dalam botol, namun ia sudah menjadi tidak efektif lagi (setelah tanggal kadaluarsanya habis). Nah, demikian pula halnya dengan Rahmat Tuhan, karunia-Nya akan meniadakan suratan takdir/nasib. Seperti halnya engkau tidak merasakan sakit di badanmu ketika dokter memberikan suntikan obat penawar sakit; maka demikian pula halnya dengan Rahmat Tuhan, engkau akan sanggup untuk mengatasi serangkaian cobaan/kesulitan tanpa harus merasakan penderitaan.




