Showing posts with label Mind Control. Show all posts
Showing posts with label Mind Control. Show all posts

Monday, August 11, 2008

Thoughts for the Day - 12th August 2008 (Tuesday)


Whatever the crisis, however deep the misery, do not allow your grip over the mind to get loose. Tighten it further, fixing your eyes on the higher values. Do not allow the mind to stray away from the tabernacle of the heart. Make it bow before the Atma within.

Apapun juga jenis krisis yang bakal engkau hadapi, tak peduli seberapa parahnya penderitaan itu, janganlah sekali-kali engkau membiarkan dirimu lengah dalam mengendalikan mind/batinmu. Sebaliknya engkau justru perlu semakin mengencangkan kendali dan fokuskan perhatianmu terhadap nilai-nilai yang lebih tinggi. Janganlah membiarkan mind meloloskan dirinya dari altar hatimu. Didiklah ia agar tunduk kepada Atma yang ada di dalam dirimu.
-BABA

Tuesday, June 17, 2008

Thoughts for the Day - 18th June 2008 (Wednesday)


One may say, "I am striving to control the mind but it runs about like a mad dog. How am I to succeed?" Therein lies a mistake. The mind is intangible, but, it is attached to the senses. Hence, control the senses; let them not draw you into the objective world. By this means, the mind can be made an instrument of illumination and not of delusion. The truth will then dawn that this Atma (individual soul) is Brahman (God). The splendour of this awareness will drive away the darkness of ignorance, for, the Atma (Self) is jyothi (light) and there can be no Thamas (darkness of ignorance) where there is light.

Seseorang mungkin berkata, "Aku berusaha untuk mengendalikan mind, namun ia berkeliaran bagaikan seekor anjing liar. Bagaimanalah mungkin aku bisa berhasil?" Nah, disinilah terletak kesalahannya. Mind adalah sesuatu yang intangible (tak berwujud), namun ia terkait erat dan melekat pada senses (panca indera). Oleh sebab itu, kendalikanlah panca inderamu; dan janganlah membiarkannya menyeretmu kepada dunia obyektif. Dengan cara demikian, maka mind dapat dibuat menjadi instrumen untuk mencapai pencerahan dan bukannya delusi. Kebenaran akan terkuak bahwa sebenarnya Atma (jiwa individu) ini adalah Brahman (Tuhan). Kecemerlangan dari buah kesadaran ini akan mengusir kegelapan batin, sebab Atma adalah Jyothi (lentera) dan tidak akan ada Thamas (kegelapan batin) di kala Jyothi sedang bersinar terang.
-BABA

Sunday, June 15, 2008

Thought for the Day - 16th June 2008 (Monday)


An able monarch will have his ministers under control; he will direct them along proper lines and maintain the peace and security of the kingdom. On the other hand, a monarch who allows himself to be controlled by his ministers does not deserve the throne; he is spurned and disgraced. His kingdom has no peace and security. The mind is the monarch in man and the senses are the ministers. But, if the mind is enslaved by the senses, the individual knows no peace. Every Sadhaka (spiritual aspirant) who aspires to attain the Divine in him has, therefore, to earn mastery over the senses. That is the first step. The next one is the conquest of the mind, its elimination. The third is uprooting the Vasanas (innate tendencies), and the fourth, attainment of Jnana (spiritual wisdom). Only then can the awareness of the Atmic reality be gained.

Di dalam sebuah kerajaan (yang benar), maka semua menteri-menterinya akan patuh terhadap perintah sang raja dalam memelihara kedamaian dan keamanan kerajaan itu. Jikalau seorang raja membiarkan dirinya dikendalikan oleh menteri-menterinya, maka raja yang bersangkutan sebenarnya sama sekali tidak layak untuk menduduki singgasana-nya. Kerajaan seperti itu tidak akan damai dan juga tidak akan aman. Mind (batin) kita dapat diibaratkan sebagai monarki/sang raja, sedangkan panca indera kita adalah menteri-menterinya. Jikalau mind dibudaki oleh panca indera, maka si individu bersangkutan tidak akan merasakan kedamaian. Seritap sadhaka (aspiran spiritual) yang beraspirasi untuk mencapai Divinity (yang ada di dalam dirinya) haruslah berupaya untuk mengendalikan panca inderanya. Inilah langkah yang pertama. Sedangkan langkah yang kedua adalah penaklukkan mind itu sendiri, atau disebut juga tindakan eliminasi mind. Langkah ketiga adalah mencabut hingga ke akar-akarnya: Vasanas (innate tendencies - kecenderungan negatif yang ada di dalam diri masing-masing) serta langkah yang terakhir adalah pencapaian Jnana (kebijaksanaan spiritual). Hanya dengan demikianlah maka kesadaran Atmic akan dapat tercapai.
-BABA