Showing posts with label faith. Show all posts
Showing posts with label faith. Show all posts

Monday, September 29, 2008

Thoughts for the Day - 30th September 2008 (Tuesday)


Date: Tuesday, September 30, 2008

THOUGHT FOR THE DAY

Faith is essential for human progress in every field. Knowledge, and hence, wisdom can be earned only by means of faith and effort. Equipped with these, man can scale great heights and emerge victorious. However, one has to be warned against cultivating too much faith in things that are merely material. One has to root it deep in the eternal Truth, God. Faith is power. Without faith, living is impossible. We have faith in tomorrow following today. That is what makes us take up activities that extend beyond this day. People with no faith cannot plan; they court misery by their want of faith.


Keyakinan adalah faktor yang sangat penting bagi kemajuan manusia di segala bidang. Pengetahuan dan kebijaksanaan hanya bisa diperoleh melalui keyakinan dan usaha. Dengan berbekal pengetahuan dan kebijaksanaan, manusia akan mampu untuk mencapai kemajuan yang pesat dan berhasil! Akan tetapi, engkau harus berhati-hati agar jangan terlalu yakin dan menaruh kepercayaan terhadap hal-hal yang bersifat material/duniawi. Engkau harus menanamkan keyakinan terhadap kebenaran abadi, yaitu Tuhan! Keyakinan adalah sumber kekuatan. Tanpa adanya keyakinan, maka kehidupan ini mustahil bisa berjalan. Kita yakin akan adanya hari esok. Itulah sebabnya mengapa kita berani untuk melakukan tindakan yang menjangkau hingga melampaui hari esok. Orang-orang yang tak berkeyakinan tidak mungkin membuat perencanaan; mereka hanya akan menghadapi kegagalan sebagai akibat tidak adanya keyakinannya.

-BABA


Saturday, September 20, 2008

Thoughts for the Day - 21st September 2008 (Sunday)

In all the efforts that you make, if you place your trust in a Higher Power, the work becomes easy. This reliance on the Lord, the source of all power, results out of one's intense devotion. When you travel by train, you only have to purchase the ticket, enter the right train and take a seat, leaving the rest to the engine. So too, put your trust in the Lord and carry on to the best of your ability. Have faith in the Lord and His Grace. Try to earn it using the intelligence and the discrimination He has endowed you with.


Dalam setiap usaha yang engkau lakukan, percayalah terhadap kekuatan Adi-daya (Tuhan); sehingga dengan demikian, pekerjaanmu akan menjadi lebih mudah & gampang. Kebergantungan terhadap Tuhan yang maha kuasa adalah merupakan buah hasil dari devotion (bhakti) yang intensif. Ketika engkau hendak menempuh perjalanan dengan kereta (api), maka yang perlu engkau lakukan hanyalah membeli tiket, masuk ke kereta/gerbong yang benar dan duduk, selebihnya engkau menyerahkan/mempercayakan perjalananmu terhadap kereta itu. Demikian pula, percayakanlah segalanya kepada Tuhan dan lakukanlah tugas/kewajibanmu dengan sebaik mungkin. Milikilah keyakinan terhadap Tuhan dan rahmat anugerah-Nya. Berupayalah untuk mendapatkan karunia-Nya dengan memanfaatkan kecerdasan dan kebijaksanaan yang telah dibekali oleh-Nya.

-BABA

Tuesday, April 8, 2008

Thoughts for the Day - 9th April 2008 (Wednesday)


Have faith in yourself, your own capacity to adhere to a strict time-table of Sadhana (spiritual exercises) and your ability to reach the goal of realisation. Obstacles that come in the way are often treated with a certain amount of resentment by the pilgrims on the spiritual path; but these tests are to be treated as ensuring safety. You drive a nail into the wall to hang a picture thereon; but before hanging the picture, you try to see whether the nail has been well driven by shaking it; when you are certain it does not shake even when all your strength is used, you become bold enough to hang the picture on it. You must welcome tests because it gives you confidence and hastens your promotion.

Milikilah kepercayaan dan keyakinan terhadap dirimu sendiri dan juga atas kemampuanmu dalam mentaati jadwal waktu yang ketat dalam melaksanakan Sadhana (latihan spiritual); guna mencapai tujuan realisasi. Hambatan-hambatan yang timbul dalam perjalananmu biasanya suka ditanggapi dengan sikap enggan (penolakan) oleh sebagian besar peminat spiritual; padahal seharusnya cobaan-cobaan itu justru hendaknya dianggap sebagai batu ujian untuk memastikan keselamatan dalam perjalananmu. Sebagai contoh, engkau menancapkan paku ke tembok untuk menggantung sebuah gambar; namun sebelum engkau mulai menggantungkan gambar itu, tentunya engkau akan mencoba menggoyang-goyangkan paku itu guna memastikan bahwa ia sudah menancap dengan kuat. Barulah setelahnya, engkau berani yakin untuk mengantung gambar tersebut. Artinya adalah bahwa engkau harus siap untuk menyambut datangnya hambatan maupun cobaan sebagai bekal untuk membangkitkan rasa percaya dirimu dan untuk mempercepat promosimu ke tingkat yang lebih tinggi.
-BABA

Wednesday, February 6, 2008

Thoughts for the Day - 7th February 2008 (Thursday - Chinese New Year)



God alone is the source and basis of bliss. Truth is the basis of God. Righteousness is the basis of truth. Love is the basis of righteousness. Faith is the basis of love. But man today has no faith. A person without Vishwasa (faith) is verily without Shwasa (breath). A faithless man is virtually a living corpse. Our ancient sages and seers therefore emphasised the need for faith in God. But man today has become virtually blind having lost his faith.

Tuhan adalah satu-satunya sumber dan dasar untuk tercapainya bliss (kebahagiaan). Kebenaran menjadi landasan (eksistensi) Tuhan. Kebajikan adalah dasar dari kebenaran. Cinta-kasih merupakan dasar kebajikan dan keyakinan tiada lain adalah dasar dari cinta-kasih. Ironisnya, manusia saat ini tidak mempunyai faith (keyakinan) sama sekali. Seseorang yang tak berkeyakinan (Vishwasa) boleh dikatakan tak mempunyai nafas (Shwasa). Manusia yang tak berkeyakinan bagaikan mayat hidup. Para rishi dan sadhu di zaman dahulu telah menekankan tentang pentingnya memiliki keyakinan kepada Tuhan. Namun sayangnya, manusia di zaman modern ini telah menjadi buta sebagai akibat keyakinannya yang cacat itu.

-BABA

Monday, February 4, 2008

Thoughts for the Day - 1st until 4th February 2008

Do not allow faith to falter when failure comes to your door. Meet it as a new challenge and triumph over it. Your faith must not be like your breath; for the breath comes in and goes out every moment. Let your faith be firm, with no alternations of entrances and exits. If faith is in one continuous stream, then Grace will be showered on you in one full continuous stream. God is with you at all stages and in all situations. Love Him from the depths of your heart. Take refuge in Him, He will definitely protect you. It is said 'Yad Bhaavam Tad Bhavathi.' meaning, "as is the feeling, so is the result". God will come to your rescue if you have total faith in Him.

Janganlah engkau membiarkan keyakinanmu menjadi goyah dikala engkau menemui kegagalan. Hadapilah kegagalan itu sebagai tantangan baru dan tampilah sebagai pemenangnya. Keyakinamu tidak boleh seperti nafasmu; sebab nafas itu silih berganti masuk dan keluar. Mantapkanlah keyakinanmu dan janganlah sebentar-sebentar kuat dan di saat berikutnya menjadi lemah. Jikalau keyakinanmu mengalir terus secara kontinu, maka Rahmat (Ilahi) akan senantiasa dicurahkan kepadamu. Tuhan selalu bersamamu kapanpun dan dalam keadaan bagaimanpun juga. Cintailah Dia dari relung hatimu yang terdalam. Berlindunglah kepada-Nya dan Beliau pasti akan mengayomimu. 'Yad Bhaavam Tad Bhavathi', artinya “sesuai dengan perasaanmu, maka demikianlah hasil yang akan engkau peroleh.” Tuhan akan datang menolongmu hanya jikalau engkau memang yakin kepada-Nya.
-BABA

Do all work as an offering to God; do not classify some as ‘my work’ and some as ‘His work’. All work is His; He alone exists, for all this manifold universe is but God seen through the mirror of Nature. Everything is for the attainment of the Supreme, and to be utilised for that purpose. Nothing is to be used as itself, for itself. For the followers of Sai, this is the proper way of life.

Lakukanlah semua tugas & pekerjaanmu sebagai persembahan kepada Tuhan; janganlah engkau mengelompokkan sebagian pekerjaan sebagai 'pekerjaanmu' dan sebagian lagi sebagai 'pekerjaan-Nya'. Semua bentuk tugas/pekerjaan adalah milik-Nya; sebab hanya Dia-lah yang eksis, seluruh alam semesta ini tiada lain adalah Tuhan yang dilihat dari kaca-mata Nature. Segala sesuatu (yang ada di alam semesta ini) hanyalah diperuntukkan bagi pencapaian Supreme (ke-Tuhanan), dan memang untuk itulah sumber daya tersebut seyogyanya diberdaya-gunakan dan bukan untuk hal-hal lainnya. Bagi para pengikut Sai, hendaknya ini menjadi jalan kehidupan mereka yang semestinya.
-BABA

The recognition of one's innate Divinity and the regulation of one's daily life in accordance with that Truth are the guiding stars for those who are caught in the currents and cross currents of strife and struggle. Without that Atma Jnana (spiritual awareness), life becomes a meaningless farce, a mockery. It is the acquisition of that awareness that makes life earnest, sweet and fruitful.

Mengenali innate Divinity (sifat ke-Tuhanan masing-masing) serta menjalani pola kehidupan yang sesuai dengan kebenaran tersebut adalah bagaikan bintang yang berfungsi sebagai pedoman/petunjuk dalam menjalani kehidupan ini. Tanpa adanya Atma Jnana (kesadaran spiritual), kehidupan menjadi tak bermakna ibarat seperti pertunjukan sandiwara belaka. Berbekal kesadaran Atma, maka hidup akan menjadi berarti dan indah.
-BABA

There is no discipline equal to service for smothering the ego and filling the heart with genuine joy. To condemn service as demeaning or inferior is to forgo these benefits. A wave of service, if it were to sweep over all lands, catching everyone in its enthusiasm, it would be able to wipe out the mounds of hatred, malice and greed that infest the world. Attune your hearts so that they will vibrate in sympathy with the woes of your fellowmen. Fill the world with love.

Tiada disiplin lain yang bisa menyamai disiplin pelayanan (service) yang sanggup meredam ego serta sebaliknya mengisi hatimu dengan kegembiraan sejati. Bila ada yang mencela tindakan pelayanan sebagai praktek yang inferior, maka itu berarti ia mengingkari manfaat-manfaat yang bakal diterimanya. Apabila gelombang pelayanan (yang dilaksanakan secara antusias) menyebar ke segenap penjuru dunia, maka ia akan sanggup untuk menyapu bersih tumpukan (sampah) yang telah mengotori dunia ini, yakni: kebencian, kedengkian dan keserakahan. Sesuaikanlah hatimu agar ia ikut bersimpatik terhadap penderitaan sesamamu. Isilah dunia ini dengan cinta-kasih.
-BABA

Saturday, November 10, 2007

Thoughts for the Day - 11th November 2007 (Sunday)


All that you cannot see, hear or understand cannot be ruled out as non-existent. Even if you flash a powerful light in front of a blind man, he will only see darkness, because he does not have the eyes to see the light. Likewise, persons having no faith will not perceive God even if you show God to them. They do not have the eyes to see divinity and they proclaim that there is no divinity. A blind man can neither see his body nor describe his looks, but it does not follow that he has no body.

Apabila engkau tidak bisa melihat, mendengar atau memahami sesuatu, itu bukanlah berarti bahwa hal-hal tersebut tidak eksis sama sekali. Walaupun engkau menyalakan lampu senter yang sangat terang di hadapan seseorang yang buta, maka ia hanya akan melihat kegelapan saja, sebab yang bersangkutan memang tidak mempunyai mata untuk melihat cahaya tersebut. Nah, demikian pula, orang-orang yang tidak memiliki keyakinan tidak akan bisa menyadari eksistensi Tuhan walaupun engkau sanggup menghadirkan-Nya di hadapan mereka. Orang-orang itu tidak mempunyai mata (batin) untuk melihat divinity, dan alhasil mereka menyatakan bahwa divinity itu sama sekali tidak ada. Manusia yang buta tidak bisa melihat bentuk badannya sendiri dan juga tidak bisa mengambarkan rupa atau tampangnya sendiri, namun itu bukanlah berarti bahwa ia tidak mempunyai badan fisik.

-BABA