
Perasaan dualitas muncul ketika Aham ('aku') mengambil wujud dan nama tertentu. Ahamkara (perasaan ego) merupakan buah hasil dari terjadinya perubahan wujud tersebut. Jati-diri Divine sejati hanya bisa direalisasikan apabila engkau sanggup mendisosiasikan (tidak melekat) pada nama dan wujud yang engkau miliki saat ini. Apabila engkau melupakan identitas dan divinity-mu serta sebaliknya malahan melekat pada wujud yang senantiasa mengalami perubahan dan impermanen, maka kemelekatan dan penderitaan tidak akan jauh darimu. Mind - sebagai akibat keterlibatannya dalam dunia eksternal dan impresi yang diterimanya melalui panca indera - merupakan sumber penyebab dari identifikasi yang salah ini. Apabila kita memahami cara kerja mind, maka realitas Atma (yang berada di luar jangkauan mind) akan dapat dialami sebagai prinsip yang omnipresent nan abadi.
