Cultivate love that will help you to experience bliss. “Start the day with Love; fill the day with Love; end the day with Love – that is the way to God.“ If you can achieve this, you will not be disturbed by sorrows and difficulties. The heart is the seat of bliss. True bliss flows from a pure and loving heart. Try to experience such bliss. All other forms of happiness are momentary. Children are always happy and cheerful. They do not have any inhibitions. When somebody smiles at them, they will also smile innocently. They experience bliss that is the inherent nature of all human beings. There is a difference between happiness and bliss. In common parlance, “happiness” is momentary. It comes and goes. Bliss is something that wells up from within. It emerges from the heart, as a result of one’s union with God. If one feels separate from God, one cannot experience bliss. You have to experience such bliss in abundance in the days to come. Neither age nor position, nor for that matter anything in this physical environment, can bring about such bliss. It is only a pure and loving heart that is the source of bliss.
- Divine Discourse, Jan 14, 2005
The coming together of man’s effort and God’s grace is responsible for happiness
Kembangkanlah cinta-kasih yang akan menuntunmu untuk mengalami kebahagiaan sejati. “Awalilah hari dengan Cinta-kasih; isilah hari dengan Cinta-kasih; akhiri hari dengan Cinta-kasih — inilah jalan menuju Tuhan.” Jika engkau mampu menjalani hidup dengan cara ini, engkau tidak akan mengalami kesedihan dan kesulitan. Hati adalah tempat bersemayamnya kebahagiaan. Kebahagiaan sejati mengalir dari hati yang murni dan penuh kasih. Upayakanlah untuk mengalami kebahagiaan seperti itu. Semua bentuk kebahagiaan lainnya bersifat sementara. Anak-anak selalu tampak bahagia dan ceria. Mereka tidak memiliki hambatan apapun. Ketika seseorang tersenyum kepada mereka, mereka pun akan tersenyum kembali dengan polosnya. Mereka merasakan kebahagiaan yang merupakan sifat alami setiap manusia. Ada perbedaan antara kebahagiaan dan kebahagiaan sejati (ananda). Dalam bahasa sehari-hari, kebahagiaan bersifat sementara, ia datang dan pergi. Namun kebahagiaan sejati adalah sesuatu yang memancar dari dalam diri. Ia muncul dari hati sebagai hasil dari persatuan dengan Tuhan. Jika seseorang merasa terpisah dari Tuhan, ia tidak akan mampu merasakan kebahagiaan sejati. Engkau hendaknya mengalami kebahagiaan sejati itu secara melimpah di hari-hari mendatang. Usia, kedudukan, maupun apa pun di lingkungan fisik ini tidak dapat menghadirkan kebahagiaan seperti itu. Hanya hati yang murni dan penuh kasih sayanglah yang menjadi sumber kebahagiaan sejati.
- Divine Discourse, Jan 14, 2005
Perpaduan antara usaha manusia dan rahmat Tuhanlah yang menghasilkan kebahagiaan.
No comments:
Post a Comment