Sunday, October 24, 2010

Thought for the Day - 24th October 2010 (Sunday)


Those who are intent on sensory pleasures spend their days in worry, in anxiety, in pain, grief and tears throughout a long period of life; they breed like birds and beasts. They eat good food and cast it away as waste. This is the purposeless life that most people lead. Can you call this the process of living? Enormous numbers of living beings exist on the earth. Living is not enough. It has no value by itself, for itself. One can be considered to be alive only if the motives, the feelings, the thoughts, the attitudes that prompt a person reveal the divine qualities within.

Mereka yang hanya memuaskan kesenangan indera, menghabiskan waktu mereka dalam kekhawatiran, kegelisahan, kesedihan, duka-cita dan air mata sepanjang hidupnya, mereka diandaikan hidup bagaikan burung-burung dan binatang buas. Mereka makan makanan yang baik dan membuangnya begitu saja sebagai sampah. Ini merupakan hidup tanpa tujuan yang kebanyakan orang-orang jalani saat ini. Dapatkah ini disebut sebagai proses kehidupan? Jumlah makhluk hidup sangat banyak di bumi ini. Tempat tinggal sudah tidak cukup lagi. Hal ini bukanlah memiliki arti menurut dirinya sendiri serta untuk dirinya sendiri. Seseorang dapat dianggap hidup hanya jika motif, perasaan, pemikiran, serta sikap yang dimilikinya mendorongnya mengungkapkan sifat Ketuhanan yang ada dalam dirinya.

-BABA

Friday, October 22, 2010

Thought for the Day - 23rd October 2010 (Saturday)


Each one of you require faith in yourselves, more than most other qualities. The absence of self-confidence marks the beginning of one’s decline. Today, the world is facing ruin and disaster because people have lost confidence in themselves. Self-confidence alone is capable of granting peace and prosperity to each and every person. If you cultivate self-confidence, you will receive kindness everywhere. You will be honoured in all places. Whatever you touch, will become gold!

Setiap orang memerlukan kepercayaan dalam dirinya, lebih dari sifat-sifat yang lainnya. Tidak adanya rasa percaya diri merupakan tanda awal kemunduran seseorang. Saat ini, dunia sedang menghadapi kehancuran dan bencana karena orang telah kehilangan kepercayaan pada diri mereka sendiri. Kepercayaan pada diri sendiri-lah yang mampu memberikan kedamaian dan kemakmuran bagi setiap orang. Jika engkau memupuk rasa percaya diri, engkau akan menerima kebaikan di mana-mana. Engkau akan dihormati di semua tempat. Apa pun yang engkau sentuh, akan menjadi emas!

-BABA

Thursday, October 21, 2010

Thought for the Day - 22nd October 2010 (Friday)


Liberation is the realisation of awareness, achievement of oneness with the Divine. Each and every living being has to attain this consummation, this goal, the Brahman. That is its true destination. Some day or the other, the urge to win release from the shackles of grief and joy, and the bonds of “I” and “mine” will awaken and emerge. The path that is taken then inevitably leads to freedom (Moksha). Seeking that path is the sign of the intelligent person. Instead of this search, when one considers the objective world as all-important and feels drawn toward its charm, life is barren and is of no consequence.

Kebebasan adalah realisasi kesadaran, mencapai kesatuan dengan Tuhan. Setiap makhluk hidup ingin mencapai penyempurnaan ini, tujuan ini, yaitu Brahman, yang merupakan tujuan yang benar. Beberapa waktu yang akan datang, dorongan untuk memenangkan pembebasan dari belenggu kesedihan dan kegembiraan, dan bebas dari ikatan "aku" dan "kepunyaanku" akan bangkit dan muncul. Jalan yang kemudian diambil pasti akan mengarah pada kebebasan (Moksha). Mencari jalan menuju Moksha adalah tanda dari orang cerdas. Ketika seseorang menganggap objek-objek duniawi sebagai hal yang penting dan merasa tertarik terhadap kenikmatan duniawi, maka kehidupannya akan kering dan tidak akan bisa menghindari konsekuensinya.

-BABA

Wednesday, October 20, 2010

Thought for the Day - 21st October 2010 (Thursday)


Eyes that seek evil, ears that relish evil, tongue that craves evil, nose that enjoys the foul, and hands that delight in evil—these must be totally avoided. Whoever has any of these must correct them immediately. Or else, one’s future is bound to be disastrous. The wrongs of the five Indriyas (senses) will result in the destruction of the five Pranas (vital energies) and the killing of the five Koshas (sheaths of existence). Of course, the senses yield momentary pleasure and joy but, as the saying goes, “senility lies in wait.” Sensual pleasures bring about great grief quite soon.

Mata yang melihat hal-hal yang buruk, telinga yang mendengarkan hal-hal yang buruk, lidah yang menikmati hal-hal yang buruk, hidung yang mencium bau busuk, dan tangan yang bekerja dalam kejahatan – semua hal ini harus benar-benar dihindari. Siapapun yang memiliki salah satu dari keburukan tersebut, harus memperbaikinya dengan segera. Jika tidak, maka masa depannya berada di ambang kehancuran. Kesalahan-kesalahan dari lima Indriyas (indera) akan mengakibatkan kehancuran lima Pranas (energi vital) dan membunuh lima Koshas (selubung eksistensi). Panca indera menghasilkan kesenangan dan kebahagiaan sesaat, seperti kata peribahasa berikut,”kesenangan duniawi akan hilang dimakan waktu, “dan kesenangan duniawi tersebut akan membawa pada kesedihan yang cukup besar.

-BABA

Thought for the Day - 20th October 2010 (Wednesday)


It is quite a common occurrence that stories of the Divine are narrated and heard by gathering s of thousands. But Jnana (wisdom) can be achieved only by placing complete faith in what is heard. That faith must result in a cleansed mind, a pure heart. Whoever listens to the Lord's narrative and imbibes the nectar therein with a heart bubbling over with yearning for the Divine, with unshakeable faith in God, they will attain constant joy and Self-realisation. This is beyond the realm of doubt.

Kisah-kisah tentang Tuhan telah diceritakan dan didengar dalam ribuan kali pertemuan. Tetapi Jnana (kebijaksanaan) dapat dicapai hanya dengan menempatkan keyakinan penuh terhadap apa yang sudah didengar. Keyakinan tersebut harus menghasilkan pikiran yang bersih dan hati yang murni. Siapapun yang mendengarkan kisah-kisah tentang Tuhan dan meminum nektar di dalamnya dengan hati penuh dengan kerinduan pada Tuhan, dengan keyakinan yang mantap pada Tuhan, mereka akan mencapai kebahagiaan dan realisasi diri.

-BABA

Tuesday, October 19, 2010

Thought for the Day - 19th October 2010 (Tuesday)



When the cause is known, one can know all its consequences. The entire universe was formed from the five primordial elements (Prapancha), and is a projection by the Divine Will. It is a consequence of the Will of God (Bhagavath-Sankalpa). God is the cause of all creation. Correct vision will reveal unity in diversity. One’s limited intelligence cannot unravel it. With distorted vision (Ku-darshan), one sees only the name-form, the appearances, and therefore gets deluded and confounded. One gets toss ed by likes and dislikes, pleasure and pain, elation and depression. One is aware only of the unreal many parading diverse names and forms. Correct vision (Su-darshan) makes you see the One in the many. It reveals unity in diversity and confers supreme delight.


Jika penyebabnya diketahui, seseorang dapat mengetahui segala akibatnya. Seluruh alam semesta dibentuk dari lima elemen (Prapancha), dan merupakan proyeksi dari kehendak Tuhan, yang merupakan konsekuensi dari kehendak Tuhan (Bhagavath-Sankalpa). Tuhan adalah penyebab dari semua ciptaan. Visi yang benar akan mengungkapkan persatuan dalam keberagaman. Kecerdasan manusia yang terbatas tidak akan bisa mengungkapkan hal tersebut. Dengan visi terdistorsi (Ku-darshan), seseorang hanya melihat nama-bentuk, penampilan, dan oleh karena itu akan tertipu dan bingung. Seseorang dapat memiliki rasa suka dan tidak suka, senang dan sedih, gembira dan depresi. Seseorang akan sadar hanya ketika yang tidak nyata menunjukkan perbedaan nama dan bentuk. Visi yang benar (Su-darshan) membuatmu melihat Tuhan dalam semuanya. Hal ini mengungkapkan kesatuan dalam keragaman dan menganugerahkan kegembiraan tertinggi.

-BABA

Monday, October 18, 2010

Thought for the Day - 18th October 2010 (Monday)


Envy expands the string of mischief it plays on people. It makes one revel in scandalising others. This evil today is widespread among the youth. It comes naturally to them, for it is a sign of ignorance. To get rid of this habit, you must devote some time, early in the day and before retiring for sleep, in exploring the mind and examining faults that have secured foothold therein. You must pray to God to save you from this tendency. When once you have won the Grace of God, you can be rest assured that such absurdities will not deform your character!

Iri hati semakin memperburuk sifat seseorang. Itu akan membuat seseorang bergembira diatas skandal orang lain. Saat ini kejahatan tersebar luas di kalangan pemuda. Kejahatan tersebut datang secara alami kepada mereka, karena itu merupakan tanda kebodohan. Untuk menghilangkan kebiasaan ini, engkau harus menyediakan waktu di pagi hari dan sebelum tidur, untuk mengeksplorasi pikiran dan memeriksa kesalahan yang telah dilakukan selama hari itu. Engkau harus berdoa kepada Tuhan untuk menyelamatkan dirimu dari kecenderungan ini. Ketika engkau telah memenangkan Rahmat Tuhan, engkau dapat memastikan bahwa absurditas tersebut tidak akan merusak karaktermu!

-BABA