Sunday, January 18, 2026

Thought for the Day - 18th January 2026 (Sunday)



Embodiments of Love! The body is given to man to perform actions. As the Gita says: Karmanyevadhikaraste Ma Phaleshu Kadachana (your right is on actions only, not the fruits thereof). It is the duty of man to perform actions. Duty is very important. Your responsibility is only to perform your duty; you have no authority on rights. When you discharge your duty sincerely, you will get the rights automatically. But man today forgets his duty and craves for authority. So, take care of your responsibility. If you perform your responsibility earnestly, you will get the rights naturally. When there is a downpour of rain, rivers flow naturally. Without rain, how do you expect the rivers to flow? Pray for the rain; you need not pray for the rivers to flow. Likewise, when you do your duty, you will certainly get the reward of your actions. So, perform actions without any desire for fruits.


- Divine Discourse, Apr 10, 1993

Permanent happiness can be got only by performing your duties. First do your duty and then enjoy the fruits.

 

Wahai Perwujudan Kasih! Tubuh ini dianugerahkan kepada manusia untuk melakukan perbuatan. Sebagaimana diajarkan dalam Bhagavad Gita: “Karmanyevadhikaraste Ma Phaleshu Kadachana” (hakmu hanyalah pada perbuatan, bukan hasil dari perbuatan tersebut). Adalah kewajiban manusia untuk melakukan tindakan. Kewajiban memiliki arti yang sangat penting. Tanggung jawabmu hanyalah untuk melaksanakan kewajibanmu; engkau tidak memiliki wewenang atas hak. Ketika engkau menjalankan kewajiban dengan tulus, secara otomatis engkau akan memperoleh hak-mu. Namun manusia saat ini sering melupakan kewajibannya dan justru menuntut hak. Karena itu, perhatikanlah tanggung jawabmu. Jika engkau melaksanakan tanggung jawab dengan sepenuh hati, hak akan engkau peroleh secara alami. Ketika hujan turun deras, sungai-sungai akan mengalir secara alami. Tanpa hujan, bagaimana mungkin sungai dapat mengalir? Berdoalah agar hujan turun; engkau tidak perlu berdoa agar sungai mengalir. Demikian pula, ketika engkau melaksanakan kewajibanmu, engkau pasti akan mendapatkan pahala dari tindakanmu. Maka, lakukanlah tindakan tanpa keinginan akan hasilnya.


- Divine Discourse, Apr 10, 1993

Kebahagiaan sejati hanya dapat diraih dengan menunaikan kewajibanmu. Lakukan kewajibanmu terlebih dahulu, kemudian nikmati hasilnya.

Saturday, January 17, 2026

Thought for the Day - 17th January 2026 (Saturday)


Cultivate love that will help you to experience bliss. “Start the day with Love; fill the day with Love; end the day with Love – that is the way to God.“ If you can achieve this, you will not be disturbed by sorrows and difficulties. The heart is the seat of bliss. True bliss flows from a pure and loving heart. Try to experience such bliss. All other forms of happiness are momentary. Children are always happy and cheerful. They do not have any inhibitions. When somebody smiles at them, they will also smile innocently. They experience bliss that is the inherent nature of all human beings. There is a difference between happiness and bliss. In common parlance, “happiness” is momentary. It comes and goes. Bliss is something that wells up from within. It emerges from the heart, as a result of one’s union with God. If one feels separate from God, one cannot experience bliss. You have to experience such bliss in abundance in the days to come. Neither age nor position, nor for that matter anything in this physical environment, can bring about such bliss. It is only a pure and loving heart that is the source of bliss. 


- Divine Discourse, Jan 14, 2005 

The coming together of man’s effort and God’s grace is responsible for happiness


Kembangkanlah cinta-kasih yang akan menuntunmu untuk mengalami kebahagiaan sejati. “Awalilah hari dengan Cinta-kasih; isilah hari dengan Cinta-kasih; akhiri hari dengan Cinta-kasih — inilah jalan menuju Tuhan.” Jika engkau mampu menjalani hidup dengan cara ini, engkau tidak akan mengalami kesedihan dan kesulitan. Hati adalah tempat bersemayamnya kebahagiaan. Kebahagiaan sejati mengalir dari hati yang murni dan penuh kasih. Upayakanlah untuk mengalami kebahagiaan seperti itu. Semua bentuk kebahagiaan lainnya bersifat sementara. Anak-anak selalu tampak bahagia dan ceria. Mereka tidak memiliki hambatan apapun. Ketika seseorang tersenyum kepada mereka, mereka pun akan tersenyum kembali dengan polosnya. Mereka merasakan kebahagiaan yang merupakan sifat alami setiap manusia. Ada perbedaan antara kebahagiaan dan kebahagiaan sejati (ananda). Dalam bahasa sehari-hari, kebahagiaan bersifat sementara, ia datang dan pergi. Namun kebahagiaan sejati adalah sesuatu yang memancar dari dalam diri. Ia muncul dari hati sebagai hasil dari persatuan dengan Tuhan. Jika seseorang merasa terpisah dari Tuhan, ia tidak akan mampu merasakan kebahagiaan sejati. Engkau hendaknya mengalami kebahagiaan sejati itu secara melimpah di hari-hari mendatang. Usia, kedudukan, maupun apa pun di lingkungan fisik ini tidak dapat menghadirkan kebahagiaan seperti itu. Hanya hati yang murni dan penuh kasih sayanglah yang menjadi sumber kebahagiaan sejati.


- Divine Discourse, Jan 14, 2005 

Perpaduan antara usaha manusia dan rahmat Tuhanlah yang menghasilkan kebahagiaan.