Wednesday, January 11, 2017

Thought for the Day - 9th January 2017 (Monday)

The person with Rajo Guna (the passionate quality),is one who is excessively happy when what is desired for is got. The ego gets fully inflated thereupon. If their desires are not fulfilled, they tend to develop hatred. Thus, for a person overwhelmed with Rajasicqualities, whether their desires are fulfilled or not, the effects are not good. Such persons are often consumed by anger and bitterness. Rajasic qualities make a person hot-blooded and hot tempered. When the Rajo Gunais strong, it arouses anger and hatred in a person, excites their blood and turns their eyes red. When Satwa Gunais filled in a person, they become pure. It becomes a redeeming quality when they perform meritorious actions with a pure heart, and do them as an offering to the Divine. At birth you may be ignorant, but when you leave this world, you must work hard to leave it as a realised soul (Jnani).

Orang dengan Rajo Guna (sifat penuh gairah), adalah seseorang yang senang berlebihan ketika keinginannya terpenuhi. Ego akan sepenuhnya meningkat kemudian. Jika keinginan mereka tidak terpenuhi, mereka cenderung untuk mengembangkan kebencian. Jadi, untuk seseorang yang diliputi dengan sifat Rajasik, apakah keinginan mereka terpenuhi atau tidak, akibatnya tetaplah tidak baik. Orang yang seperti itu sering dibakar oleh kemarahan dan kepahitan. Sifat Rajasik membuat seseorang berdarah panas dan cepat marah. Ketika sifat Rajo Guna adalah kuat, maka ini akan memunculkan kemarahan dan kebencian dalam diri seseorang, memacu darah mereka dan membuat mata mereka menjadi merah. Ketika sifat Satwa Guna meliputi seseorang maka mereka menjadi suci. Ini menjadi sebuah sifat penebusan ketika mereka melakukan perbuatan yang berguna dengan hati yang suci, dan melakukan semuanya itu sebagai persembahan kepada Tuhan. Saat lahir engkau mungkin bodoh, namun ketika engkau meninggalkan dunia ini, engkau harus bekerja keras meninggalkan dunia ini sebagai jiwa yang tercerahkan (Jnani). (Divine Discourse, Jan 8, 1988)


No comments: