Understand the true relationship between the external phenomenal world and the world of Spirit inside. The external world is a reflection of the inner being. All happiness that you seek from external objects is within yourself. Take the example of the ocean. The water that turns into vapour from the ocean assumes a different form and quality. It acquires purity and sweetness and returns to the ocean in another form. Look at the changes it goes through in this process. Going up as vapour, becoming a cloud, coming down as rain, flowing as rivulets, it joins the ocean as a river. The change into vapour is Sathya (truth). The formation of the cloud is Dharma (right conduct). Coming down as raindrops corresponds to Prema (drops of love). When the drops join to become a river, there is the flow of Ananda (bliss). This stream of bliss merges in the ocean of Grace. Sometime or other, what has come from the Divine has to merge in the Divine. This is the natural destiny of all living beings - taking birth as a manava (man), leading a life of a jivi (individual being), again returning to the form of Madhava (divine nature), and ultimately merging in the Divine.
- Divine Discourse, Mar 07, 1997
Man should express love more and more to make the inner divine light in the body shine more brilliantly.
Pahamilah hubungan sejati diantara dunia fenomenal di luar diri dan dunia batin di dalam diri. Dunia di luar diri adalah sebuah pantulan dari keberadaan batin di dalam diri. Semua kebahagiaan yang kita cari dari objek-objek di luar diri sejatinya ada di dalam diri kita sendiri. Ambillah contoh lautan. Air lautan yang menguap berubah menjadi uap air mengambil bentuk dan kualitas yang berbeda. Air ini menjadi murni dan manis serta kembali ke lautan dalam bentuk yang lain. Perhatikan proses perubahan itu. Air lautan menguap menjadi uap air, kemudian menjadi awan, dan jatuh dalam bentuk hujan, mengalir sebagai anak sungai, dan akhirnya mengalir dalam bentuk sungai besar untuk bergabung kembali ke lautan. Perubahan menjadi uap air adalah Sathya (kebenaran). Pembentukan awan adalah Dharma (kebajikan). Jatuh ke bumi sebagai hujan adalah Prema (tetesan kasih). Ketika tetesan air itu bergabung menjadi sungai, maka disana ada aliran kebahagiaan (Ananda). Aliran kebahagiaan ini akhirnya menyatu kembali pada lautan anugerah. Segala yang berasal dari Tuhan harus menyatu kembali pada Tuhan. Ini adalah takdir alami dari semua makhluk hidup – lahir dalam wujud manusia (manava), menjalani hidup sebagai seorang individu (jivi), lalu kembali ke dalam bentuk Madhava (sifat ilahi), dan pada akhirnya menyatu kembali pada sang ilahi.
- Divine Discourse, 7 Maret 1997
Manusia hendaknya semakin banyak dan lebih banyak lagi mengungkapkan kasih agar cahaya Ilahi dalam dirinya bersinar semakin terang.
No comments:
Post a Comment