If your thoughts centre round the body, you will have worries about pains and illnesses, real or imaginary; if they are centred on riches, you will be worried about profit and loss, tax and exemptions, investment and insolvency; if they roam round fame, then, you are bound to suffer from the ups and downs of scandal, calumny and jealousy. So, let them centre round the seat of power and love which deserves willing submission and let your whole being surrender to it. Then, you will be happy forever. For the sages of the Vedic culture, the rishis, the Name of the Lord was the very breath; they lived on the sustenance inherent in the contemplation of the glory of the Lord. When the milky ocean of the Vedas was churned with intelligence as the rod and devotion as the rope, the butter of the three great classics - the Ramayana, the Mahabharata, the Srimad Bhagavata emerged, for spreading the message of the Namasmarana (chanting of the divine name) way to peace and joy. It is to revive this message and to restore faith in the Name that this Avatar has come into the world, in the Kali Yuga.
- Divine Discourse, Oct 3, 1965
Turning the mind towards God, you get liberation. Turning the mind towards the world, you get bondage.
Jika pemikiranmu dipusatkan pada sekitar tubuh jasmani, anda akan memiliki kecemasan tentang rasa sakit dan penyakit, baik yang nyata maupun yang hanya ada dalam bayanganmu; jika pemikiranmu terpusat pada kekayaan, anda akan cemas terkait pada keuntungan dan kerugian, pajak dan keringanan, investasi dan kebangkrutan; jika pemikiranmu berputar pada ketenaran, maka anda akan terseret naik turun oleh gosip, fitnah dan rasa iri. Jadi, arahkan pemikiranmu terpusat pada sumber kekuatan dan kasih sejati yaitu Tuhan sebagai pusat hidupmu. Serahkan seluruh dirimu kepada-Nya dengan penuh kesadaran dan keikhlasan. Kemudian, anda akan bahagia selamanya. Bagi para guru suci dari kebudayaan Weda, para Rsi, nama suci Tuhan adalah nafas hidup mereka; mereka hidup dari kekuatan Rohani yang muncul dari perenungan kemuliaan Tuhan. Ketika lautan susu dari Weda diaduk dengan kecerdasan sebagai tongkat pemutar dan bhakti sebagai tali pengikatnya, maka muncullah mentega suci berupa tiga karya agung yaitu : Ramayana, Mahabharata, dan Srimad Bhagavata. Tiga karya agung ini menyebarkan pesan-pesan tentang Namasmarana (melantunkan nama suci Tuhan) yaitu jalan untuk mendapatkan kedamaian dan suka cita. Dalam upaya menghidupkan kembali pesan-pesan suci ini dan meneguhkan kembali keyakinan pada nama suci Tuhan, inkarnasi Tuhan hadir ke dunia ini di jaman Kali yuga.
- Divine Discourse, 3 Oktober 1965
Ketika anda mengarahkan pikiran pada Tuhan, anda mendapatkan kebebasan. Ketika pikiran diarahkan pada dunia, anda akan terikat.

No comments:
Post a Comment